Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Gengsi Tapi Mau


__ADS_3

Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, akhirnya Naura di izinkan oleh dokter, untuk pulang ke rumah.


Dengan syarat tidak boleh terlalu kecapean, dan harus banyak makan-makanan yang bergizi.


Sebelum Naura di perbolehkan dokter untuk pulang ke rumah.


Anton sudah membeli rumah untuk dia tempati bersama Naura.


Jarak rumah nya sedikit berjauhan dari rumah Astuti dan Siti.


Sepanjang perjalanan Naura hanya berdiam saja, tanpa berbicara sedikitpun kepada Anton.


Satu jam di perjalanan, akhirnya Anton dan Naura, sampai di rumah baru mereka.


Naura sedikit takjub melihat hasil rumah yang di berikan Anton untuk nya, namun mengingat sekarang status nya sebagai istri tiga, membuat Naura semakin tambah kesal.


"Maap ya dek, rumah nya hanya sederhana saja," nanti jika kamu sudah lahiran, kita cari rumah yang lebih bagus lagi dari ini, ucap Anton.


Namun Naura hanya diam saja tanpa menjawab apa yang Anton bicarakan.


Malam pun tiba.


Anton sudah minta izin kepada ke dua istri-istri nya, bahwa selama Naura Hamil, dia akan berkurang untuk ke rumah Astuti dan Siti.


Namun Anton berjanji jika ada waktu maka dia pasti akan meluangkan waktu nya untuk sering-sering pulang ke rumah, karena di rumah rersebut bukan hanya istri saja yang menunggu, tapi anak-anak juga sering menunggu kepulangan Anton.


Saat ini Anton sedang membersihkan tubuh nya di kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Anton keluar hanya menggunakan handuk saja yang hanya menutupi area sensitif nya.


Tiba-tiba Naura mencium bau segar di tubuh Anton.


Ingin rasa nya Naura semakin dekat memcium tubuh itu.


Namun gengsi nya terlalu tinggi hingga Naura mengurungkan niat nya.


Semakin larut, semakin Naura tidak bisa tidur sama sekali, tubuh nya gelisah.


Dia saat ini sangat menginginkan sentuhan-sentuhan lembut dari Anton.


Namun ego nya terlalu tinggi untuk bilng bahwa dia meinginkan.


Mungkin ini yang di namakan ngidam.


Anton yang merasa pergerakan Naura mengganggu tidur nya.


Kini Anton menghadap dan bertanya.


"Kamu kenapa dek, apa kamu meinginkan sesuatu.?"


"Ti-tidak, aku hanya tidak bisa tidur."


"Jika kamu meinginkan sesuatu, jangan malu-malu bilang saja sama mas.!"

__ADS_1


"A-aku ingin mas," ucap Nura dengan suara nya hampir tidak terdengar sama sekali.


Naura mengutuk diri nya sendiri dalam hati.


Bisa-bisa nya dia ngidam yang aneh-aneh seperti ini, yang akan membuat dia malu saja.


"Dek, kok kamu diam saja, mas tidak dengar tadi kamu ngomong apa,?" ucap Anton karena dia tidak mendengar Naura sedang bicara apa.


"Aku pengen mas."


"Pengen apa mas tidak mengerti, yang jelas dong dek.!"


"Anak mu pengen di jenguk bapak nya,!" jawab Naura yang terasa sudah tidak mempunyai muka lagi.


Anton tersenyum bahagia, sendari tadi Anton mati-matian untuk menahan hasrat nya, dia takut jika mementingkan ego nya, Naura akan menyakiti anak nya nanti.


Tidak menunggu lama, Anton dengan cepat membalikan tubuh Naura.


Namun betapa kaget nya Anton saat membuka selimut nya, ternyata eh ternyata 🤭🤭 Naura hanya menggunakan baju saja, namun tidak memakai celana luar dan dalam.


Anton memegang milik Naura yang ternyaya sudah terlihat sangat basah sekali.


"Dek jujur sama mas, sejak kapan kamu menahan ini.?"


"Sejak mas keluar dari kamar mandi."


Jawaban polos dari Naura, membuat hati Anton sangat berbunga-bunga malam ini, tanpa paksaan, dan tanpa rayuan, dengan mudah nya Naura menyerahkan diri nya sendiri kepada Anton.


'Good anak bapak, baru kecil sudah banyak berpihak sama bapak rupa nya,' setiap malam tidak apa-apa to dek minta sama mama, pengen di tengokin sama bapak, batin Anton dengan penuh kemenangan.


Tidak ada rasa jijik bagi Anton, karena nikmat nya milik Naura tidak ada tandingan nya.


Di lain tempat.


Semakin hari kedekatan Hendri dan Aya semakin membaik.


Bahkan Hendri tidak canggung-canggung mengantar jemput Aya di tempat bekerja nya.


Hendri berniat bulan depan akan pulang ke kampung halaman nya.


Untuk menemui Adi dan Lisa, karena ingin menyampaikan niat baik nya.


Hendri tidak ingin memaksakan mereka untuk menikah cepat.


Namun Hendri hanya ingin kepastian saja dari hubungan nya ini.


Sedangkan nenek Hendri, keadaan nya mulai membaik.


Setelah pulang dari rumah sakit sekitar seminggu yang lalu.


Hendri mencari kontrakan yang berdekatan dengan bengkel motor nya, agar setiap waktu Hendri dapat mengontrol keadaan sang nenek.


Terkadang jika Aya tidak ada jadwal kuliah, maka seharian penuh Aya luangkan waktu nya untuk menjaga nenek nya Hendri.

__ADS_1


Saat ini Hendri menuju tempat kerja Aya.


Karena tadi sepulang kuliah Aya menggunakan ojek online menuju temampat kerjaan nya.


Hendri berinisiatip membawakan makanan untuk mereka makan siang bersama.


Walaupun keadaan nya terlihat sederhana, namun itu adalah bagian dari rasa cinta Hendri.


Hendri selalu meluangkan waktu nya, untuk makan bersama.


Karena bagi Hendri dan Aya, menjaga komitmen adalah suatu dari menjaga hubungan agar kedepan nya akan menjadi lebaih baik lagi.


Hendri menunggu di depan tempat Aya bekerja, namun tidak ada tanda-tanda akan kehadiran dari Aya.


Namun tiba-tiba Hendri melihat Aya sedang bersama seorang laki-laki, dan seorang anak kecil, yang kemungkinan umur nya lebih tua sedikit dari Hendri.


Hendri mihat seperti nya mereka sangat dekat sekali.


Namun Hendri tidak boleh menyerah begitu saja.


Hendri berjalan kearah Aya, dan laki-laki bersama seorang anak tersebut.


"Dek, apakah aku mengganggu kamu,?" ucap Hendri yang tiba-tiba datang mehampiri Aya.


"Eh kak Hendri, tidak kok kak," maap aku tidak melihat kakak datang, jawab Aya.


"Tidak masalah dek, maap kalo kakak mengganggu waktu kamu."


"Tidak kok ka," sebentar aku akan izin dulu," ucap Aya.


"Kak Arden, Kia, kakak tinggal kesana dulu ya," nanti kita main lagi, ucap Aya.


"Silahkan Aya,!" jawab Arden.


Saat ini Hendri bersama Aya seperti biasa nya sedang berada di sebuah taman yang dekat dengan toko kue mom Bella.


"Dek kamu mengenal dia.?"


"Siapa kak.?"


"Itu laki-laki bersama seorang anak perempuan tadi."


"Owhhh kak Arden, iya kak aku mengenal nya," dia adalah dosen di tempat aku kuliah, namun tadi dia bilang ke aku kalo dia tidak akan menjadi doesen lagi, entah lah aku juga kurang tahu.


Dan dia juga adalah anak sambung dari mom Bella, sedangkan anak kecil tadi adalah anak mom Bella.


"Jangan terlalu dekat sama laki-laki lain dek,!" kakak tidak suka, karena tidak ada yang nama nya berteman seorang lali-laki dan perempuan, pasti lama-kelamaan rasa ketertarikan itu pasti ada, ucap Hendri.


Aya tersenyum melihat muka khuatir di raut wajah Hendri.


"Percayalah pada ku kak, jika aku sudah memilih satu laki-laki," aku percayakan tidak ada lagi laki-laki lain yang akan menggantikan laki-laki tersebut di dalam hati aku.


Hendri tersenyum dan mengusap lembut kepala Aya.

__ADS_1


Hei Gaes maap baru bisa up 😊🙏🙏


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah ya gaes 😊😊🙏 agar aku lebih semangat lagi up nya.


__ADS_2