
Akhirnya Falisha membawa Arden ke apartemen milik nya.
Tidak mungkin Falisha membiarkan laki-laki tersebut sendirian dan tidak tahu arah dan tujuan.
'Ya ampun kak, tubuh mu ini berat sekali,' gerutu Falisha.
Akhirnya Falisha membawa Arden ke sebuah kamar miliknya, entah apa yang akan terjadi, Falisha hanya ingin niat menolong.
Falisha teringat akan nasehat dari ibu nya.
'Falisha sayang, hidup di kota itu sangatlah sulit,' jadi berhati-hatilah, jangan sembarang menolong orang. terkadang niat kita baik, namun tetap di salah gunakam oleh orang lain. namun jika hati kamu yakin dengan seseorang tersebut, maka tolong lah dia.
'Kak aku tidak tahu kamu orang baik atau jahat,' namun aku yakin sekarang ini kamu dalam keadaan tidak baik-baik saja, jika saat ini tidak ada aku, entah siapa yang akan menolong kamu kak, batin Falisha.
Falisha membersihkan tubuh Arden menggunakan air hangat dan handuk kecil.
Tidak lupa Falisha juga menggantikan pakaian Arden dengan pakaian ayah nya, terkecuali celana luar dan ****** *****.
Tanpa Falisha ketahui, sedari tadi Arden sudah sadar.
Namun Arden masih berpura-pura, hingga dia mengetahui niat baik perempuan tersebut.
Tiba-tiba perut Arden terasa mual, namun sekuat tenaga Arden menahan nya dan akhirnya Arden memuntahkan seisi perut nya ke kasur milik Falisha.
Oeggggg oeggggg oegggg.
Falisha menarik napas nya dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.
Arden mengira, perempuan di depan nya ini akan marah-marah.
Namun tanpa Arden duga, perempuan tersebut membersihkan muntah nya tanpa ada rasa jijik sedikit pun.
Setelah Falisha selesai membersihkan bekas muntah tersebut.
Falisha cepat-cepat pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat buat Arden.
"Kak minum dulu teh hangat nya,!" ucap Falisha.
Arden menatap lekat mata Falisha, di sana tidak ada kebohongan sama sekali.
'Dia tidak mengenal aku, bahkan ini adalah pertemuan kami yang pertama,' tetapi dia tidak merasa jijik bahkan dia merasa sangat ikhlas, batin Arden.
Saat Falisha ingin pergi meninggalkan Arden sendirian.
Tiba-tiba Arden memegang tangan Falisha sehingga membuat Falisha berhenti dan kembali menatap Arden.
"Terimakasih," ucap Arden.
__ADS_1
Dan di balas senyuman hangat oleh Falisha.
"Aku Arden, kalo nama kamu siapa,?" ucap Arden.
"Sama-sama kak, saya ikhlas membantu kakak," dan kenalkan nama saya Falisha, jawab Falisha tersenyum manis.
"Kenapa kamu mau membantu saya, apakah kamu tidak takut jika saya adalah orang jahat,?" ucap Arden.
"Saya tidak memandang kakak seperti itu, saya yakin kakak sedang ada masalah sehingga kakak memilih jalan seperti ini, ucap Falisha.
"Maapkan aku, sudah membuat kamu repot," jawab Arden.
"Tidak apa-apa kak, aku ikhlas."
Setelah itu Falisha pergi meninggalkan Arden sendirian.
Falisha mulai membuka kulkas untuk melihat apakah masih ada sisa sayur-sayur dan daging.
Ternyata masih ada, dan Falisha mulai memasak untuk Arden.
Waktu sudah menunjukan pukul dua pagi, akhirnya Falisha selesai memasak nya.
Falisha membawa masakan nya ke kamar, agar Arden bisa segera makan.
"Kakak makan dulu ya, agar tenaga kakak kembali pulih," ucap Falisha.
"Maap Falisha, aku sangat merepotkan kamu," jawab Arden karena merasa sangat bersalah.
"Oh iya Falisha, apakah aku boleh bertanya.?"
"Silahkan kak, kakak mau bertanya apa.?"
"Umur kamu berapa, kamu tinggal sama siapa, orang tua kamu kemana,?" ucap Arden dengan berbagai macam pertanyaan.
Sedangkan Falisha hanya bisa tersenyum, saat bertubi-tubi pertanyaan yang Arden berikan.
"Umur saya 18 tahun, tempat tinggal saya di kota xxx, dan sekarang orang tua saya sedang berada di kota xxx," jawab Falisha.
"Kamu masih sekolah,?" ucap Arden.
"Iya kak saya masih sekolah," tapi sekarang saya mengbil izin satu minggu, karena cabang toko bunga ibu saya sedang ada masalah, jadi saya yang harus turun tangan karena ayah sedang sakit, jadi ibu tidak bisa meninggalkan ayah.
Arden hanya mangut-mangut saja saat Falisha menceritakan semua tentang keluarga nya.
"Memangnya ayah kamu sakit apa,?" ucap Arden.
"Ayah sakit jantung kak," kata dokter jantung ayah bermasalah, jawab Falisha dengan muka yang sedikit sedih.
__ADS_1
'Kasihan sekali dia,' di umur yang masih muda dia harus berjuang keras untuk keluarga nya, sedangkan Melinda dengan keadaan serba ada tetapi dia akhhhhhhhhh sial kenapa aku jadi memikirkan dia dan kenapa aku membeda-bedakan mereka, batin Arden.
Di lain tempat.
"Ibu, bapak, aku mohon, aku tidak ingin menikah dengan si tua bangka itu," tunjuk Naura kepada Anton.
"Tapi Naura, jika kita tidak menikah aku takutnya perut kamu semakin membesar nanti nya," jawab Anton.
"Om itu jangan berpikir aneh-aneh deh, mana mungkin aku hamil om.?"
"Sudah-sudah, mau dia tua atau muda, kalian harus menikah,!" jangan bikin keluarga malu Naura, karena kelakuan kamu itu, ucap bapak Naura.
"Aku tidak mau ibu, tolong aku," ucap Naura yang meminta tolong kepada ibu nya.
"Kata bapak kamu benar nak, kalian harus menikah,!" jawab ibu Naura.
"Aku tidak mau ibu, aku tidak mau," ucap Naura yang sambil terisak.
Dan akhirnya Naura terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Pak, bapak, bagaimana ini anak kita,?" ucap ibu Naura yang sangat panik.
Anton segera mengangkat tubuh Naura, untuk segera di bawa rumah sakit.
Saat di perjalanan ibu Naura tidak ada henti-henti nya menangis, melihat nasip anak nya yang sangat keras kepala, sehingga membuat diri nya sendiri terseret masalah besar.
Saat mobil sudah mulai masuk perkarangan rumah sakit, Anton cepat-cepat mengangkat Naura untuk mbaringkan di ranjang brankrar.
Setelah Naura di periksa oleh dokter, dokter pun keluar untuk menanyakan kepada keluarga nya.
"Maap kalo boleh saya tau di sini siapa suami pasien Naura,?" ucap dokter tersebut.
"Saya dokter," jawab Anton berjalan menuju ruangan dokter dengan pede nya tubuh pendek, perut buncit.
"Maap pak kalo boleh saya tahu, kapan terakhir pasien menstruasi.?"
Anton kembali berpikir kapan terakhirnya dia melakukan hubungan intim bersama Naura, dan setelah anton mengingat semua nya, Anton mengatakan bahwa sekitar satu bulan belakangan ini sang istri belum ada tanda-tanda menstruasi.
"Selamat bapak, perkiraan saya kemungkinan istri bapak sedang mengandung," dan jika bapak ingin hasil nya yang lebih jelas silahkan temui dokter ahli kandungan.
Anton tersenyum bahagian, dan setelah itu Anton keluar dari ruangan dokter tersebut, untuk menyampaikan bahwa Naura di nyatakan telah hamil.
Setelah Anton sudah berada di dekat kedua orang tua Naura.
"Bagaimana anak saya,?" ucap bapak Naura.
"Maap pak, Naura di nyatakan telah hamil," jawab Anton.
__ADS_1
Uhhhhhhh Naura hamil gaes, gimana ya Naura senang apa bahagia akan menjadi istri ke tiga dari anton?????
Jangan lupa ya gaes Like, Komen, Vote dan Hadiah 🤗🤗🤗 agar aku lebih semangat lagi up nya 😊😊🙏