Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Terungkap


__ADS_3

Jam menunjukan 05.00, terdengar suara azan subuh di musholla terdekat rumah Adi.


Adi segera bangun dan membersihkan badan nya, seperti biasa memakai air dingin.


Setelah mandi, Adi segera mengambil air wudhu untuk segera pergi ke musholla terdekat.


Setelah selesai sholat subuh berjamaah, Adi segera pulang kerumah nya.


Saat Adi masuk kedalam rumah, ternyata sang ibu sudah menyiapkan segala menu makanan sederhana.


Ada sayur bening, tahu, tempe, dan ikan asin.


Walaupun penghasilan Adi lumayan ada, tetapi Adi tidak pernah memilih makanan yang harus segala enak-enak.


Adi tidak pernah mengeluh, menu apa pun yang di masak oleh ibu nya, itu adalah makanan paling nikmat bagi Adi.


"Pagi ibu ku yang paling cantik," ucap Adi kepada ibu nya.


"Pagi nak, ayo cepat makan nya,!" kata nya hari ini sibuk banget.?


"Iya bu, Alhamdulillah aku mendapatkan tawaran untuk mengantar ketringan."


"Yasudah harus semangat, dan ingat waktu kalo sudah waktu nya sholat.!"


"Baik bu, Adi berangkat dulu ya bu."


"Assalamu Alaikum ibu."


"Wa Alaikum Salam," jawab ibu Adi.


Adi segera mengendarai motor metik nya, menuju ke rumah pelanggan yang membutuhkan jasa nya.


Sekitar sepuluh menit, Adi sampai ke tempat tujuan nya.


Adi segera turun dari motor metik nya, dan langsung mengetok rumah tersebut.


Tok tok tok...


"Assalamu Alaikum," panggil Adi


Tidak lama setelah itu, pintu langsung terbuka, seorang wanita paruh baya muncul di balik pintu tersebut.


"Ehh mas Adi, ayo masuk dulu mas.!"


"Terimakasih bu."


Adi langsung masuk mengikuti tuan rumah tersebut.


"Ini mas Adi pesanan nya ada tiga ratus bok."


Mas Adi tinggal langsung antar saja mas, karena uang nya sudah mereka tranfer.


Dan ini uang buat mas Adi.


"Terimakasih banyak bu," ucap Adi dengan tulus.


Adi segera pergi dan mengantar pesanan tersebut.


Sekitar lima belas menit, Adi telah sampi ke tempat yang dia tuju.


Ruamah yang begitu besar dan mewah, halaman yang luas dan sangat terawat, berbagai macam-macam bunga yang harga nya tidaklah murah.


Adi segera memencet bel tersebut, tidak lama setelah itu,pintu terbuka dan muncul lah seorang wanita cantik seperti model artis papan atas.


Wanita tersebut melihat Adi tidak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


"Selamat pagi, apa benar ini kediaman nya nona Larasati.?"


"I-iya saya sendiri," mas nya ada apa ya kesini.?"


"Saya mengantarkan pesanan ketring anda nona, dari ibu Ayu."


"Baiklah silahkan bawa masuk kedalam ketringan nya.?"


Setelah Adi membawa semua pesanan kentringan tersebut ke dalam rumah.


Tiba-tiba turun seorang laki-laki yang sudah berumur menghampiri Larasati dan Adi.


"Kamu mesan apa sayang," tanya Kavindra kepada Larasati.


"Ini loh mas, aku mau mengadakan arisan para sosialita ku," tapi kan para pelayan rumah pada pulang kampung, jadi aku mesan ketringan saja, jelas Larasati kepada Kavindra.


Kavindra nampak melihat Adi dengan tatapan meremehkan.


'Ternyata dia seorang driver ojek online,' guman kavindra.


"Oh iya kalo begitu saya permisi dulu, mau melanjutkan lagi pekerjaan saya," ucap Adi kepada Larasati dan Kavindra.


Setelah Adi keluar dari rumah Kavindra, Adi menghela napas nya dengan kasar.


'Ternyata di sini tempat tinggal nya,' guman Adi.


Adi segera mengendarai motor metik nya, meninggalkan rumah Kavindra


Sepanjang jalan Adi memikirkan betapa sulit nya menjadi orang kaya.


Hidup dengan penuh kekayaan, tetapi keluarga tidak pernah rukun dan harmonis.


Adi menepikan motor metik nya, karena phonsel Adi berdering sedari tadi.


"Hallo, ada apa Lukman," tanya Adi.


"Eh lo dimana, cepat kesini gawat sekali Di," jawab Lukman seperti orang sedang panik.


"Aku ada di jalan, biasa sedang mengais rezeki," jawab Adi apa ada nya.


"Ehh ini lebih penting, dengarkan aku ya,!" kakek Lisa keritis, sekarang lagi di tangani di ruang ICU.


Adi yang mendengar langsung panik, kenapa tiba-tiba menjadi keritis.


Kemaren juga baik-baik saja, apa ini pertanda kegelisahan Lisa kemaren ya.?


"Aku akan segera kesana."


Adi segera menuju ke rumah nya, karena kalo siang hari Lisa pasti ada di sana, kalo sore tiba, baru Lisa pulang ke kossan nya.


Setiba Adi memarkirkan motor metik nya, Adi segera berlari masuk kedalam rumah nya.


"Assalamu Alaikum," ucap Adi dengan napas ngos-ngosan.


"Wa Alaikum Salam," jawab Lisa, ibu, dan Aya bersamaan.


Lisa segera pergi kedapur, untuk mengambil air putih.


Setelah itu Lisa memberikan kepada Adi, yang sedang terlihat panik.


"Ini mas minum dulu," kata Lisa.


"Terimakasih Lisa," ucap Adi.


"Kenapa kamu Di, apa ada masalah,?" tanya ibu Adi, yang sedang melihat raut wajah anak nya yang terlihat sangat panik.

__ADS_1


Bukan menjawab pertanyaan ibu nya, Adi segera menarik tangan Lisa menuju pintu luar.


"Ada apa ini mas, kenapa mas Adi tiba-tiba menarik ku.?"


"Lisa ini sangat gawat, kakek kamu sedang keritis," jawab Adi.


Lisa yang mendengar pun berhenti seketika, dan melepaskan pegangan tangan nya dari Adi.


"Apa mas sedang bercanda, mana mungkin kakek ku sedang keritis mas, kan mas sendiri lihat kakek sehat kemaren."


Seketika tangis Lisa pun pecah, baru sebentar dia merasakan hadirnya seorang kakek, yang selama ini dia cari, tetapi kenapa begitu cepat pula sang kakek akan pergi meninggalkan nya.


Adi dan Lisa, segera menuju ke rumah sakit, tidak perduli lagi apakah nanti nya bisa bertemu dengan sang kakek atau tidak.


Karena Kavindra sangat ketat penjagaan nya.


Setiba nya di rumah sakit, Adi dan Lisa segera menemui Lukman, yang sudah lama menunggu mereka berdua.


Di sana tidak hanya Lukman saja, ternyata Nury dan jagoan nya Dimas juga ada.


"Bagaimana keadaan kakek nya Lisa, kenapa bisa jadi keritis,?" pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Adi.


"Kata dokter ada yang memasukkan cairan racun ke dalam infus tuan Dirgantara."


Mendengar kenyataan nya seperti itu Lisa menangis histeris.


Siapa yang tega berbut seperti itu, batin Lisa.


Tidak lama setelah itu Kavindra bersama sang istri juga datang, dan di susul juga oleh Arden.


Kavindra menatap tak suka dengan Adi dan Lisa.


Dokter pun keluar dari ruang ICU, dan Kavindra segera mendekati.


"Bagaimana dokter keadaan papah saya," tanya Kavindra.


"Tuan Dirgantara ingin bertemu dengan cucu nya," jawab dokter tersebut.


"Saya cucu nya dokter," jawab Arden dengan cepat.


"Maap tuan, tapi tuan Dirgantara ingin bertemu dengan cucu kandung nya yang bernama Lisa dan Aya.?"


"Kita di sini dokter," jawab Lisa dan Aya mengikuti nya dari belakang.


Seketika wajah Arden mendadak pucat, saat melihat Aya yang ada di dekat Lisa.


Dan tatapan Lisa pun seolah ingin membunuh terhadap Arden.


Kavindra yang melihat pun menjadi sangat marah, dan berkata.


"Cucu dariman lagi hah, itu alasan kamu saja yang hanya mengaku-ngaku," ucap Kavindra kepada Lisa.


Dari kejauhan datanglah soerang laki-laki, yang berbadan tinggi dan tegap, bersama beberapa polisi.


"Dia adalah Cucu kandung tuan Dirgantara," bukan cucu angkat seperti Arden.


"Dan dia juga adalah anak kandung Candra, anak kandung sah tuan Dirgantara."


Muka Kavindra sudah berubah pucat pasih, yang awal nya selalu percaya diri, dan muka angkuh nya.


Hai gaes aku up lagi 😊😊


Masih penasaran kan seperti apa kelanjutan nya 🤗🤗


Tunggu bab selanjutnya ya 😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2