Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Meminta Izin Bertemu Naura


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Falisha akhirnya tiba.


Dimana beberapa hari menjalankan ujian kelulusan sekolah, dan akhirnya semua nya telah selesai.


Semua murid pada asik dengan kegiatan mereka masing-masing, termasuk coret-coret pakaian.


Namun berbeda dengan Ayu dan Falisha.


Mereka berdua pada asik dengan kegiatan foto selfie mereka.


Namun ada sedikit berbeda dari wajah Falisha.


Tidak seperti biasa nya yang fres dan segar, namun sekarang terlihat sendu dan pucat.


"Kamu tidak apa-apa.?"


"Kenapa sih.?"


"Muka kamu terlihat sangat pucat, apa kamu sakit.?"


"Tidak ko, cuman beberapa hari ini aku hanya merasa sering lelah dan tidak nafsu makan."


"Biasa nya kalo aku begitu mau sakit deh, nanti kalo sudah pulang minum obat saja.!"


"Iya terimakasih ya Yu."


"Sama-sama Falisha."


Setelah acara perpisahan telah selesai, akhirnya mereka semua pada pulang ke tempat mereka masing-masing.


Ke dua orang tua Falisha tidak dapat menjadi saksi acara perpisahan, di karenakan keadaan Radix sedang tidak sehat.


Dokteter menyarankan harus istirahat total kembali.


Jadi Arden lah yang menjadi saksi perpisahan Falisha.


"Sudah selesai sayang.?"


"Iya sudah mas."


"Kita sarapan dulu ya sayang, muka kamu terlihat sangat pucat sekali.?"


"Iya mas boleh."


Arden dan Falisha, meninggalkan parkiran sekolahan.


Setelah sampai ke tempat yang mereka tuju.

__ADS_1


Arden memesan menu makanan yang berkuah terasa gurih dan segar.


"Kamu kenapa sayang, apa ada yang sakit.?"


"Tidak ada mas, cuman kepala ku sering pusing, badan ku juga lemas."


"Setelah sarapan, kita ke dokter ya sayang,?" biar tau kamu sakit apa.


"Tidak usah deh mas, aku takut jika aku sedang sakit parah.!"


"Justru kalo sakit parah bisa di cegah terlebih dahulu sayang, tapi berpikirlah semoga tidak sakit apa-apa."


Setelah beberapa menit, akhirnya menu makanan yang mereka pesan telah datang.


Namun tiba-tiba saat Falisha mencium bau aroma dari sop, perut Falisha terasa bergejolak, dan mulutnya terasa ingin mengeluarkan cairan.


"Mas toilet dimana ya, aku tiba-tiba mual."


"Ayo sayang mas antar.!"


Namun belum sempat sampai toilet, tiba-tiba Falisha melihat ada wastafel, Falisha berlari dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.


Oekgggggg, oekggggg.


Dan tiba-tiba brukkkkkkkkkk.


***


Setelah jam makan siang, Hendri dan Aya bersiap-siap untuk pergi berkunjung ke rumah Naura.


Namun sikap Hendri masih sama, terlihat sangat dingin dengan Aya.


Hal itulah yang membuat Aya merasa tidak enak, karena suami nya mendiamkan nya terus.


Tiba-tiba Aya menangis dan membuat Hendri menjadi bingung.


"Kenapa sayang, ada apa.?"


Aya memandang wajah Hendri yang hanya berjarak 2 cm.


"Mas marah pada ku, mas diamkan aku hiks hiks hiks."


Hendri merasa sangat bersalah sudah mendiamkan Aya dari tadi.


Bukan seperti ini maksud Hendri.


Hanya saja Hendri tidak ingin, Aya selalu merasa bersalah.

__ADS_1


Karena ini semua bukan kesalahan Aya, namun karena Naura sendiri yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa perasaan itu tidak bisa di paksakan.


"Sayang bukan seperti ini maksud mas, hanya saja mas tidak ingin kamu selalu merasa bersalah.!"


"Maapkan aku mas, aku hanya tidak terbiasa menyakiti perasaan orang apa lagi dia teman aku dari kecil."


"Tidak apa-apa sayang, lupakan saja,!" maapkan mas juga yang sedikit emosi kepada kamu.


"Iya mas."


Setelah itu Aya dan Hendri sama-sama menaiki mobil dan pergi untuk berkunjung kerumah Naura.


Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya Hendri dan Aya sampai di pekarangan rumah Anton dan Naura.


"Mas aku takut kalo Naura marah-marah."


"Ada mas sayang, tidak akan terjadi apa-apa.!"


Hendri memencet bel rumah Anton.


Tidak lama, pintu terbuka dan muncullah sosok wanita yang berusia 40 tahun, kemungkinan adalah pelayan rumah.


"Assalamu Alaikum bu," ucap Hendri dan Aya bersamaan.


"Wa Alaikum Salam," mau cari siapa ya.?


"Ada pak Anton nya,?" ucap Hendri.


"Ada mas, ayo masuk dulu.!"


Beberapa menit setelah itu, keluarlah Anton sendiri untuk menemui Hendri dan Aya.


"Assalamu Alaikum mas."


"Wa Alaikum Salam," apa kabar Hendri.?


"Alhamdulillah baik mas, mas sendiri bagaimana.?"


"Alhamdulillah saya baik."


"Kenalkan mas ini istri saya, sayang ini mas Anton."


Aya dan Anton saling berkenalan, walaupun sebelumnya mereka sudah pernah bertemu saat Naura menjebak Hendri dengan obat pera**sang.


"Maap mas kalo kedatangan saya kesini mengganggu waktu nya," saya kesini hanya untuk menyesaikan semua kesalah pahaman, antara kami bertiga di masalalu.


Anton berpikir sejenak, dan memandang ke arah Aya dan Hendri.

__ADS_1


Namun setelah itu wajah Anton tetlihat sangat sendu.


__ADS_2