Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Satu minggu setelah sembuh dari sakit nya, Naura sudah kembali beraktifitas seperti biasa nya.


Keadaan nenek Hendri juga semakin membaik, walaupun masih di ruangan icu.


Seperti biasa, selama satu minggu Naura berada di kossan Hendri, pagi-pagi sekali Naura sudah memasak sarapan pagi, mencuci pakain Hendri.


Saat ini mereka sedang berada di meja makan.


Naura bertanya sesuatu kepada Hendri.


"Kak aku boleh bertanya,?" ucap Naura kepada Hendri.


"Boleh tanyakan saja,!" jawab Hendri yang masih mengunyah makanan nya.


"Kenapa nenek bisa sampai di rawat di rumah sakit sini kak, bukankah tempat tinggal kakak lebih jauh dari kota ini,?" ucap Naura


"Tempat tinggal ku memang di sini, jadi memang seharus nya nenek di rawat di rumah sakit terdekat di sini," jawab Hendri.


"Bukankah tempat tinggal kakak di bengkel itu kak, aku kira nenek saat itu juga berada di sana,?" ucap Naura yang merasa sangat bingung.


"Kamu ini kenapa sih Naura, apa ada yang salah dengan pola pikiran kamu.?"


"Maksud kakak.?"


"Kita ini masih dengan satu kota yang sama dengan tempat bengkel atau kampus kamu," cuman hanya kecamattan nya saja yang berbeda.


Dan memang di sini tempat tinggal aku, kalo di bengkel itu hanya tempat persinggahan aku saja, ucap Hendri panjang lebar.


'Apa ada yang salah dalam pikiran aku, aku kira saat itu si tua bangka membawa aku jauh dari kota xx,' ternyata masih dengan kota yang sama hanya saja berbeda kecamattan huhhhh, batin Naura.


"Hei kamu kenapa, kenapa jadi melamun.?"


"Eh tidak kak, tidak apa-apa.?"


Sudah satu minggu Hendri meninggalkan bengkel nya, karena Hendri harus menjaga nenek nya yang sedang sakit.


Sedangkan bengkel sudah ada yang menjaga Verra dan anak buah nya yang lain.


"Hari ini kamu mau di rumah saja, atau mau ikut ke rumah sakit.?"


'Jika aku harus ikut kak Hendri ke rumah sakit, maka aku tidak bisa menjalankan misi aku donk,' kalo begitu aku tinggal saja dulu, nanti aku sendirian saja ke sana, batin Naura.


"Aku di rumah saja dulu kak, nanti setelah makan siang aku akan kesana membawakan makan siang," jawab Naura.


"Baiklah," ucap Hendri.


Saat makan siang tiba Naura tidak ada tanda-tanda datang, sampai jam enam sore pun tidak juga ada tanda-tanda kemunculan Naura.

__ADS_1


Hendri menelepon Naura untuk mempertanyakan keadaan nya, karena Hedri sangat khuatir jika terjadi apa-apa dengan Naura.


satu kali, dua kali, tiga kali, dan ke empat kali nya sambungan telepon baru di angkat.


"Iya kak ada apa,?" ucap Naura yang ada di seberang sana.


"Kamu di mana, kata nya mau kesini.?"


"Maap kak aku tidak kesana hari ini, tiba-tiba kepala aku sangat pusing sekali kak.?"


"Ohh seperti itu, baiklah sebentar lagi aku juga akan pulang, kamu mau aku bawakan apa.?"


"Tidak kak, aku tidak ingin apa-apa," kakak pulang saja kepala ku sangat sakit kak, ucap Naura seperti orang yang sedang sangat kesakittan.


"Baiklah," jawab Hendri.


Hendri berpamittan kepada suster yang ada di rumah sakit itu, dan Hendri selalu menitipkan nenek nya pada malam hari.


Karena keluarga pasien tidak boleh menengok jika pada malam hari.


Saat Hendri sudah sampai di kontrakkan nya, Hendri mulai membersihkan tubuh nya dan ingin mengambil air minum karena tenggorokkan nya sangat kering.


Perlahan namun pasti Hendri meneguk air tersebut hingga habis.


Hendri duduk di kursi yang ada di dapur.


Hendri menghelai napas nya kasar, tiba-tiba badan nya terasa sangat panas, tubuh nya meinginkan sesuatu yang tidak pernah sebelum nya dia rasakan.


'Ada apa dengan ku, kenapa tiba-tiba aku sangat meinginkan hal-hal seperti ini,' ini tidak boleh terjadi, Aya tolong bantu aku, tolong kuatkanlah perasaan ini.


Ini pasti ulah Naura, siapa lagi kalo bukan dia pelaku nya, kamu pikir kamu bisa mengelabuhi aku begitu saja, batin Hendri.


Hendri cepat-cepat pergi dari rumah tersebut, dan mengambil kunci motor nya.


Agar Hendri bisa menghindar dari Naura saat ini.


Hendri tiba di rumah sahabat nya yang ada di kota ini juga.


Tidak jauh dari rumah hendri, hanya 15 km.


Tok tok tok tok


Ceklekkkkkkkk


"Hendri kamu kenapa, apa yang terjadi,?" ucap Haris, seorang buruh pabrik.


"Wanita sialan itu, akhhhhhhhh aku tidak kuat Ris," ini sangat menyiksa ku, jawab Hendri di sela gejolak itu semakin memuncak.

__ADS_1


"Aku harus apa Hen, penyakit seperti ini hanya lampiasan seseorang yang bisa menghentikan," ucap Haris.


"Tidak, tidak, aku mohon cari cara lain,!" aku tidak bisa melakukan itu semua kalo tidak dengan Aya, jawab Hendri.


Haris cepat-cepat mengambil handphone Hendri, namun tidak dapat menemukan nya.


'Sial bagaimana ini,' batin Haris.


Haris terpikir Fikry, pegawai yang bekerja di bengkel milik Hendri.


Haris cepat-cepat menghubungi nomer handphone Fikry, dan akhir nya telepon tersambung, namun keadaan di sana seperti nya sangat ribut dan entah dimana sekarang Fikry berada.


"Hallo bang Haris ada apa,?" ucap Fikry di sela keramaian di sana.


"Kamu dimana Fik, kenapa ribut sekali.?"


"Aku di kossan Aya bang, di sini ada seorang laki-laki bersama lima orang pengawal nya sedang mencari Naura," namun Aya dan Verra tidak mengetahui keberadaan dimana Naura sekarang, ucap Fikry.


"Dengar Fikry, aku tahu dimana Naura sekarang, dan cepat kamu bawa Aya ke sini beserta orang tersebut,!" sekarang Fikry jangan lama, karena Hendri sedang dalam keadaan bahaya, jawab Haris.


"Baik."


Sekitar bebeapa menit akhir nya mobil seseorang tadi datang membawa Aya dan Verra, serta di ikuti juga oleh Fikry yang menunjukkan jalan.


Mereka semua memasuki rumah Haris, dan betapa kaget nya Aya saat melihat keadaan Hendri yang sangat berantakkan.


"Kak Hendri, kakak kenapa,?" ucap Aya di sela tangis nya, karena melihat keadaan Hendri yang sedang kesakittan.


"Dia sedang dalam pengaruh obat pe******g," ucap seseorang tersebut yang bernama Anton.


Yaa, yang sedang datang ke tempat kossan Aya beserta lima orang pengawal adalah Anton.


Anton mengetahui bahwa Naura sudah keluar dari rumah sakit, maka dari itu Anton mencari ke berbagai tempat untuk menemukan Naura.


Anton juga mendapatkan tempat kossan Naura, namun hasil nya nihil hanya ada sahabat nya saja yang juga tidak mengetahui keberadaan Naura.


Anton juga menceritakan semua kejadian tentang diri nya dan Naura.


Hingga Aya merasa terkejut dengan sikap Naura yang kelewatan batas.


Saat Aya mengetahui keberadaan Naura dari Fikry, Aya menghubungi Adi, dan meminta tolong kepada orang tua Naura cepat berangkat ke kota xxx, agar orang tua Naura mengetahui kelakuan anak nya yang berada di kota xxx.


Aya tidak ingin nanti nya akan menjadi salah paham, hingga semua nya akan menyalahkan Aya.


Hai gaes gimana ada yang puas tidak klo Hendri tidak jadi menyentuh Naura 🤭🤭🤭.


Akan kah Hendri mengatakan perasaan nya kepada Aya.????

__ADS_1


Ikutin terus cerita nya gaes


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Hadiah, agar aku lebih semangat up nya 🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏


__ADS_2