Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Sah


__ADS_3

Setelah Naura sadar, ternyata dia sedang berada di rumah sakit.


Kepala nya terasa sangat pusing.


Di sana ada Ibu, bapak, dan Anton.


"Ibu, aku kenapa,?" ucap Naura.


"Naura kamu yang sabar ya nak.!"


"Aku kenapa bu,?" ucap Naura yang masih terdengar suara nya sangat lemah.


"Kamu sedang hamil nak."


"A-apa aku ha-hamil bu, ibu jangan bercanda deh, ini tidak lucu bu," mana mungkin aku hamil bu,?" ucap Naura yang sudah meneteskan air mata nya.


"Ibu tidak sedang bercanda nak, kamu memang benar-benar hamil," dan sekarang di perut kamu ada janin yang harus kamu jaga.!


"Aku tidak mau hamil anak dia bu, aku tidak mau," aku mau nya hamil anak kak Hendri, bukan anak si tua bangka itu,!" ucap Naura sambil menunjukkan jari tangan nya ke arah Anton, sambil menangis terisak.


Plakkkkkkk


Satu ta*****n, membekas di pipi mulus Naura.


"Apakah ini yang kamu katakan ingin kuliah, apakah ini juga yang kamu katakan akan membahagiakan ibu dan bapak,?" terima hasil nya Naura, ini kan yang sebenarnya kamu inginkan,! jawab bapak Naura.


"Aku tidak mau, tidak mau," aku mau kak Hendri pak, bu, bukan dia, ucap Naura dengan menangis histeris.


"Sudah nak, semua sudah terjadi, mau tidak mau, kamu harus mengikhlaskan semua nya,!" jawab ibu Naura.


Sedangkan Anton sedari tadi hanya berdiam diri saja, percuma kalo Anton berbicara, karena saat ini Naura tidak dapat di ajak berbicara.


Bapak Naura meminta agar Anton cepat mengikuti nya ke luar dari ruangan Naura.


"Saya tidak ingin menanggung malu nya atas perbuatan kalian berdua,!" saya minta nikahi anak saya hari ini juga dan setelah keluar dari rumah sakit, Naura harus kamu yang menjaga.


Bagaimanapun nanti nya kamu harus merawat dan menjaga Naura, karena dia sedang hamil anak kamu, ucap bapak Naura.


"Baik pak, saya akan mengurus semua nya hari ini," jawab Anton.


Setelah anton mengurus semua keperluan Naura di rumah sakit.


Anton meminta izin kepada bapak dan ibu Naura, untuk pulang sebentar dan akan kembali sore nanti dengan membawa penghulu untuk melangsungkan pernikahan.


Setelah beberapa menit, akhirnya Anton sampai di kediaman nya.

__ADS_1


Sebelumnya Anton sudah memberi kabar akan pulang hari ini kepada ke dua istri nya, dan Anton juga meminta agar mereka berkumpul di rumah istri pertama Anton.


Walaupun Anton memiliki dua istri, Anton juga memberikan istri-istri nya rumah, agar Anton bisa membagi waktu kepada ke dua istri-istri nya.


Saat Anton sampai di kediaman istri pertama nya.


Anton di sambut dengan baik oleh ke dua istri-istri nya.


"Assalamu Alaikum," papah pulang mamah, mamih, ucap Anton.


Ke dua istri Anton saling berebut suami, ketika Anton menghampiri mereka.


"Wa Alaikum Salam papah," sahut mereka berdua.


"Tumben papah suruh kita berdua berkumpul di sini,?" ucap Siti istri ke dua Anton.


"Iya tumben sekali papah," ucap Astuti.


"Begini mamah, mamih, papah ke sini mau minta izin," papah mau menikah lagi, jawab Antoh.


"Apahhhhhh menikah lagi,?' ucap Astuti dan Siti bersamaan.


"Iya mamah, mamih, papah mau menikah lagi," dan sekarang perempuan itu sedang hamil anak papih, jawab Anton.


"Ya Tuhan, kurang apa kita ini papah,?" sehingga papah mau menikah lagi, dan siapa perempuan itu dan orang mana, ucap Astuti dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


"Apa papah yakin itu anak papah,?" ucap Siti.


"Papah yakin sekali mamih, karena papah lah orang yang pertama melakukan itu bersama dia," jawab Anton.


Setelah mengetahui bahwa Anton lah yang pertama melakukan itu kepada Naura, mau tidak mau ke dua istri Anton merestui hubungan mereka.


Karena mereka berdua sadar diri, bahwa mereka bukanlah yang pertama dengan Anton.


"Baiklah kami merestui papah menikah lagi," ucap Astuti dan Siti bersamaan.


"Tapi ada syarat nya," ucap Astuti.


"Apa syarat nya mamah,?" jawab Anton.


"Mamah tidak ingin satu rumah dengan madu, walaupun hanya satu malam saja," jawab Astuti.


"Iya sama, mamih juga tidak mau," ucap Siti.


Mau tidak mau Anton harus setuju, sebab takutnya nanti tidak akan di restui lagi.

__ADS_1


Anton akan membeli satu rumah lagi, yang akan berdekatan dengan istri pertama dan istri ke dua.


Setelah Anton meminta izin kepada ke dua istri-istri nya, Anton mengajak Astuti untuk pergi ke kamar.


Karena ini adalah jadwal Astuti bersama dengan Anton, sedangkan Siti hanya menunggu giliran nya saja.


Sore hari nya.


Seperti janji Anton kepada bapak Naura.


Anton membawa penghulu dan ke dua istri-istri Anton ke sebuah rumah sakit.


Namun ruangan tidak ada dekor atau hiasan lain nya, yang penting sah pikir Anton.


Saat ini semua nya sudah berada di ruang rawat Naura.


Sedangkan Naura sedari tadi sudah menangis, karena tidak ingin di nikahkan dengan Anton.


Namun Ayah Naura tetap memaksa, jika tidak ingin menikah, maka jangan anggap masih memiliki orang tua.


Mau tidak mau, Naura harus menerima semua resiko yang telah menjerumuskan hidup nya dalam satu malam, dan berakhir semua nya seperti ini.


Setelah Anton mengucapkan janji pernikahan di depan penghulu dan di walikan oleh bapak Naura, dan juga di hadiri oleh beberapa orang dan saksi, akhirnya Naura sah menjadi istri ke tiga Anton.


Malam hari nya, setelah semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing, dan ke dua orang tua Naura yang juga sudsh pulang ke kampung halaman.


Naura hanya di jaga oleh Anton di ruangan itu.


Berbagai cara sudah Anton lakukan untuk membujuk agar Naura mau makan walaupun sedikit.


"Ayolah dek, jangan memaksakan kehendak hati kamu,!" kasihan anak kita, dan jangan kamu siska anak abang, biarkan abang saja yang kamu siksa, abang ikhlasa dek, ucap Anton.


"Aku tidak mau makan, siapa suruh menikahi aku tanpa persetujuan dengan aku," jawab Naura yang masih kesal karena tiba-tiba saja di ruang rawat nya ada acara pernikahan.


"Dek, itu semua bapak yang minta untuk di percepat,!" bapak tidak mau menanggung malu hasil perbuatan kita, ucap Anton


"Alasan saja, ini semua kamu yang banyak menang nya, aku yang banyak rugi nya," jawab Naura yang semakin kesal karena mengingat awal waktu pertemuan mereka.


"Dek bukankah ini semua hasil kerja keras kita berdua," bahkan setiap kali abang pegang milikmu itu, dan abang elus-elus pelan, punya kamu langsung basah karena menginginkan milik abang yang besar ini, ucap Anton.


"Bisa diam tidak, atau abang keluar saja,!" jawab Naura karena sudah sangat malu jika mengingat masalah itu, karena mulutnya berkata tidak, namun hati nya menginginkan nya.


Hai gaes maap ya di bab ini aku masih menceritakan tentang Naura 😊🙏🙏


Entar baru cerita Hendri dan Aya, Arden dan Falisha.

__ADS_1


Jangan lupa gaes Like, Komen, Vote, dan Hadiah, agar aku semakin semangat up ny 😊😊😊🙏


__ADS_2