
Tidak terasa sekarang kehamilan Falisha, sudah memasuki bulan ke 7.
Perut Falisha sudah terlihat mulai membuncit.
Sedangkan Arden, adalah suami siaga, apa pun yang di inginkan oleh Falisha, selalu di turuti.
Bahkan pernah juga di tengah malam, Falisha meminta di buatkan oleh Arden sop daging Sapi.
Untung saja stok di rumah Arden selalu tersedia.
Arden memasak dengan penuh cinta, tanpa mengeluh dan bermalas-malasan.
Sedangkan pernikahan Arden dan Falisha akan di gelar, setelah Falisha lahiran.
Yang akan di adakan di kota xx.
"Assalamu Alaikum Mas," hari ini jadi kan temani aku cek ke Dokter?"
"Wa Alaikum Salam sayang," iya akan Mas usahakan ya.
"Oh iya mas, kata nya Papah sama Mamah mau ikut aku kontrol hari ini?"
"Iya boleh sayang! mungkin mereka mau lihat cucu nya sayang!"
"Iya Mas."
Setelah satu jam lama nya, akhirnya Arden pulang ke rumah.
Di karenakan hari ini padatnya lembur dan meeting di perusahaan, sehingga Arden harus bisa selalu membagi waktu.
"Apa kita berangkat sekarang?"
"Iya mas, sekarang saja! kasihan juga Papah sama Mamah lama menunggu!"
Arden dan Falisha masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan rumah mereka menuju rumah orang tua Falisha, yang lumayan dekat.
Ternyata kedua orang tua Falisha dan Nenek nya, juga sudah menunggu.
__ADS_1
Setelah mobil Arden tiba, mereka bertiga cepat-cepat masuk karena tidak sabar menunggu perkembangan kesehatan bayi dalam kandungan Falisha.
Sekitar 30 menit, akhirnya mobil Arden sampai di parkiran rumah sakit.
Karena sudah terdahulu mengambil antrian, jadi setelah sampai Arden dan Falisha, beserta keluarga masuk terlebih dahulu daripada pasien yang masih menunggu antrian nya.
"Selamat siang Tuan Arden!" ucap Dokter tersebut kepada Arden.
"Siang Dokter, maap menunggu lama!"
"Tidak masalah, Ayo Nona Falisha berbaring! biar bisa kita lihat keadaan bayi nya!"
Setelah Dokter tersebut memberikan jel ke perut Falisha, Dokter mulai mengarahkan alat ke perut Falisha.
Dan terlihat jelas perkembangan bayi yang ada di dalam perut Falisha, sehingga membuat keluarga Falisha yang menyaksikan sangat bahagia, tentu nya Arden yang sangat bahagia melihat perkembangan buah hati mereka.
Tidak merasa malu di saksikan oleh banyak orang, Arden mencium lembut kening Falisha, menyalurkan kebahagiaan yang sekarang ini dia rasakan.
"Selamat Tuan Arden, anak kalian seorang Laki-laki! ganteng seperti Ayah nya." kata Dokter.
"Sama-sama, di jaga dengan baik kandungan nya Nona Falisha!" sampai bertemu di bulan depan lagi kita.
"Baik Dokter," ucap Arden dan Falisha bersamaan.
Setelah selesai, mereka semua keluar dari ruang peraktek Dokter tersebut.
Namun langkah mereka terhenti saat Radix dan Seno saling berselisihan.
Sedangkan Arden sudah merasa tidak nyaman, saat melihat Ayah Melida berada di rumah sakit yang sama dengan Faliha cek kehamilan.
"Seno! benarkah ini kamu?" ucap Radix yang sangat senang sekali saat bertemu kembali bersama Seno.
Sebab, setelah Radix memutuskan untuk bertanggung jawab atas kehamilan Rahma, Radix meninggalkan semua nya termasuk Seno, teman seperjuangannya.
Sedangkan Seno, selama ini juga mencari keberadaan Radix.
Namun hasilnya nihil, Seno kehilangan jejak Radix yang tidak bisa dia temukan.
__ADS_1
Sedangkan Rahma, jangan di tanya lagi, muka nya sudah sangat pucat saat bertemu dengan Seno kembali.
Rahma takut, jika setelah pertemuannya dengan Seno, akan membuat rahasia yang selama ini dia simpan rapat-rapat akan terbongkar dan di ketahui oleh Falisha.
"Ya Tuhan Radix, kemana saja kamu selama ini?"
"Maap Seno, aku pergi meninggalkan mu tanpa kabar!"
"Tidak masalah, terus kamu di sini bersama siapa?" ucap Seno kepada Radix.
"Aku ke sini bersama keluarga besar ku." jelas Radix.
Saat Seno bertatapan dengan Rahma, dan menatap lagi ke arah Falisha dan Arden.
Seno di buat sangat terkejut dengan pertemuannya kali ini.
"Radix dia?"
"Iya Seno, dia adalah istri ku Rahma! apa kamu melupakannya.?"
"Ti....tidak, terus dia?" ucap Seno kembali bertanya kepada Radix.
"Dia adalah putri ku, anak ku bersama Rahma!"
Jedarrrrrrrrrrrrrr
Seno sangat terkejut saat mengetahui bahwa temannya Radix telah menikah dengan wanita pen*goda, yang pernah meminta mereka untuk menjebak seorang laki-laki yang bernama Adi Prasetyo.
"Bagaimana bisa?" ucap Seno yang merasa aneh dengan keadaan tersebut.
"Akan aku jelaskan nanti, ayolah kita bertukar nomer telepon," ucap Radix yang ingin mencairkan suasana, apalagi Radix melihat wajah Rahma terlihat sangat pucat, dan Radix dapat mengetahui nya itu.
"Kalo kamu ke sini buat apa? apakah menemani istri mu atau apa?" ucap Radix kepada Seno.
"A... aku kesini, mengantarkan anak aku." jawab Seno yang langsung terlihat sendu.
Sedangkan semua yang ada di sana menunggu jawaban dari Seno, apa lagi Arden yang sangat penasaran dengan keadaan Melinda, mantan kekasih Arden.
__ADS_1