Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pergi Untuk Selama Nya


__ADS_3

"Naura????????"


Hati Aya sangat sedih, saat melihat kondisi Naura yang kurus, wajah pucat, yang duduk di atas kursi roda.


Nuara sangat antusias meminta Anton untuk duduk di atas kursi roda, menunggu kedatangan Aya dan Hendri.


Aya langsung memeluk erat tubuh Naura, yang selama ini Aya sebut adalah sahabat.


"Maapkan aku Naura! sungguh maapkan aku," ucap Aya sambil terisak dalam pelukan Naura.


"Justru aku yang minta maap kepada kamu Aya! sungguh aku bukan sahabat baik buat kamu," yang tidak pernah mengerti dengan perasaan kamu, jawab Naura, yang juga ikut menangis.


Semua itu tidak luput dari pandangan mata Anton dan Hendri.


Hendri mendekat ke arah Aya dan Naura.


"Naura! maapkan aku juga, yang tidak bisa mengerti perasaan kamu."


Kini pandangan Naura kembali ke arah Hendri.


"Kamu tidak salah kak! di sini aku yang terlalu egois memaksakan kehendak aku sendiri," maapkan aku kak, aku ikhlas melihat kalian bahagia seperti ini.


"Boleh aku memeluk kalian berdua?" ucap Naura kepada Aya dan Hendri.


"Tentu saja boleh."


Kini Naura berada di dalam pelukan Aya dan Hendri, tangis mereka bertiga pecah begitu saja.


Kini mereka saling memaapkan, dan melupakan ke egoisan masing-masing.


'Aku ikhlas untuk semua nya, Tuhan memang benar cinta tidak bisa untuk di paksakan,' bahagialah kak bersama pilihanmu, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian, batin Naura.


Tiba-tiba ada yang berbeda, dalam pikiran Aya dan Hendri.


"Mas! apa kamu merasakannya?"

__ADS_1


"Apa kamu juga sayang?"


Berbeda dengan Aya dan Hendri, kini Anton lah yang sangat merasa bersedih di sini, Anton menyaksikan mereka bertiga dan Anton juga melihat bahwa Naura sudah pergi untuk selama nya.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun," ucap Hendri yang terdengar jelas oleh Aya dan juga Anton.


Aya menangis sejadi-jadi nya, saat seperti ini Naura pergi dalam pelukannya.


"Terimakasih untuk semua nya," ucap Anton kepada Aya dan Hendri.


"Maapkan kami mas, sungguh kami tidak pernah menyangka kejadiannya seperti ini!"


"Saya lebih merasa ikhlas! mungkin ini yang terbaik buat Naura."


Kini di kediaman Anton, di penuhi oleh para pelayat, tetangga dan saudara terdekat.


Orang tua Naura juga hadir, setelah mendengar kabar bahwa Naura telah meninggal dunia.


Kini Anton merasa lebih tenang, saat duduk di depan jenazah istri nya yang tekujur kaku.


#Flashback On.


Setelah Anton selesai menelepon Hendri, Anton duduk di samping Naura dan mengusap lembut kepala Naura.


"Maapkan aku mas! selama ini tidak pernah bisa untuk mencintai kamu," tidak pernah menjadi istri yang baik, serta melayani suami yang baik.


"Ngomong apa kamu sayang? mas ikhlas ko."


"Tetap saja aku merasa gagal menjadi istri serta anak kita."


"Kalau kamu menyadari semua nya, mas berharap setelah ini kamu harus semangat untuk sembuh ya! demi aku dan anak kita!" ucap Anton.


"Iya mas, aku janji," tapi jika aku akan pergi untuk selama nya, aku harap jangan ada Naura yang lainnya lagi di hati kamu, cukup kamu memiliki mbak Astuti dan mbak Siti, karena mereka sudah aku anggap sebagai kakak aku.


"Mas janji sayang, hanya ada kalian ber tiga di hati mas," tidak akan ada lagi Naura yang lainnya, jawab Anton.

__ADS_1


#Flashback Off.


Kini hanya kenangan yang dapat Anton ingat.


"Kenapa kamu begitu cepat meninggalkan mas Naura! mana janji kamu untuk bahagia bersama mas dan anak kita?"


Aya dan Hendri yang mendengar ucapan dari Anton, merasa sangat bersedih.


Astuti mendekati suami nya, memberi ketenangan buat Anton.


"Yang sabar mas! mas harus ikhlas!" bukankah Naura sudah berjanji kepada mas, untuk belajar mencintai mas.


"Kini Naura sudah belajar mencintai mas dengan cara nya sendiri! tidak ada lagi Anton yang lainnya dalam hidup Naura."


"Maapkan aku Astuti, aku banyak salah kepada kamu," ucap Anton menangis di dalam pelukan istri pertama nya itu.


"Aku sudah memaapkan mu mas! sebelum kamu meminta izin untuk menikahi Naura" aku juga meanggap Naura sebagai adik ku sendiri, bohong jika aku tidak merasa bersedih telah kehilangan adik ku.


Setelah Sholat Asar, kini jenazah Naura di makamkan dekat rumah Anton.


Karena ini adalah sebagian dari permintaan Naura, jadi ke dua orang tua Naura tidak bisa berbuat apa-apa.


Tangis Aya kembali pecah saat jenazah Naura di turunkan ke liang lahat.


"Tenang sayang, ikhlaskan kepergiannya!" Naura sudah tenang di alam sana, doakan dia agar surga menanti nya, ucap Hendri.


'Walaupun berat untuk melepasmu, namun aku harus ikhlas Naura untuk melepas mu,' benar kata kak Hendri, kamu sudah tenang di alam sana, semoga Surga menunggu mu, batin Aya.


Gaes di bab ini, apakah ada yang sama seperti author.


Sambil mengetik kata-kata, sambil meneteskan air mata.


Author tidak pernah mengis di bagian bab sebelumnya, namun di bagian bab ini, serasa Author juga bersedih atas kepergian Naura.


😅😅 terserah jika ada yg mengatakan author lebay, namun kenyataannya memang seperti ini 😊🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2