
Yang tidak merasakan, tidak akan paham.
Yang tidak mengalami, tidak akan mengerti.
••••
Adi kaget setengah mati, apaan ini, kenapa seperti ini, aku tertipu kah.
Kepala nya di penuhi dengan semua pertanyaan.
Mau apa perempuan ini, apa yang ingin dia lakukan dengan penampilan nya seperti ini, apa dia mau menggoda ku, guman Adi dalam hati.
"Mas Adi kenapa diam saja ayo kesini mas," Rahma tersenyum kemenangan, dengan suara seperti sedang menggoda.
"Mas Adi tidak mau mendekat kepada ku," Rahma mulai mendekatkan tubuhnya kepada Adi.
Adi merasa sangat bingung, dia tidak bisa bicara apa-apa lagi.
Perlahan Rahma mulai meraba dada bidang Adi, dan terus ingin turun mebuka resliting celana Adi.
Dengan nada yang menggoda, Rahma seperti cacing kepanasan, yang ingin menggigit mangsa nya.
"Cukup Rahma," jaga batasan mu, bentak Adi dengan nada yang mulai meninggi.
"Mas Adi membentak ku," Rahma berjalan mundur ke belakang Adi dan takkkk seperti itu ya kira-kira ya cara menutup pintu 🤭.
"Apa yang kau lakukan Rahma," apa mau mu.?
"Aku mau mas Adi," aku mau semua yang ada dalam dirimu, itu semua milik aku, jika aku tidak bisa mendapatkan nya, maka perempuan lain tidak bisa memiliki nya.
"Jangan gila kamu Rahma," bukan seperti ini cara nya, bentak Adi yang tak mau kalah.
"Ayolah mas," kita habiskan malam ini bersama-sama, jangan munafik kamu mas, coba lihat mas tubuh ku.
Dengan gaya menggoda nya, Rahma perlahan melucuti semua pakaian nya hingga tandas tak bersisa, melihatkan semua lekuk tubuh nya yang membuat siapa saja akan bernafsu.
Siapa bilang Adi tidak bernafsu, jika seandai nya bisa sudah dari tadi Adi akan menerkam nya.
Tetapi Adi mengingat semua penghianatan Rahma dengan Lukman, penghinaan Rahma, terhadap ibu nya, kata-kata Rahma yang kasar, lenyap sudah.
Tidak ada sedikit pun lagi rasa cinta yang dulu begitu dalam, tak bersisa.
Yang ada hanya rasa jijik.
__ADS_1
Ingatan Adi kembali kepada Lisa, ini sudah jam lima sore, seharus nya dia cepat pulang untuk segera bekerja.
"Ayo mas Adi," kita akan bersenang-senang lupakan semua yang telah terjadi mas, yang ada sekarang hanya kenikmatan aku dan kamu.
"Tidak akan pernah terjadi," ingat Rahma, aku bukan Adi dulu lagi yang mudah untuk kau bohongi, yang kamu perlu tahu sekarang dan selama nya, hanya Lisa orang yang tepat mendampingi ku, dan menjadi ibu dari anak-anak ku.
"Rahma merasa hancur sehancur nya mendengar kata-kata Adi yang keluar dari mulut nya.
Saat mereka sibuk dengan pertengkaran tiba-tiba pintu kamar hotel terbuka.
Rahma bertelanjang bulat cepat-cepat mengambil selimut, dan memulai sandiwaranya.
Muncul lh dua petugas, dan di ikuti di belakang nya dengan seorang gadis cantik, kulit putih, rambut panjang, dan pipi cuby, siapa lagi kalo bukan Lisa.
Adi yang melihat Lisa tiba-tiba ada di sini merasa tegang, takut, dan merasa sangat cemas, Adi tidak ingin jika terjadi salah paham di antara mereka, padahal Adi tidak berbuat macam-macam.
"Li'Lisa," kok kamu ada di sini, Adi sangat tegang nada bicara nya terlihat sangat bergetar.
Lisa akan mengikuti sandiwara yang telah di buat Rahma, dia harus pintar mengikuti rencana apa yang akan di rencanakan oleh Rahma.
"Mas Adi," kenapa ada di sini, kata nya mengantarkn pesanan pelanggan, tapi apa ini, kamu malh berduaan dengan dia, di kamar hotel berduaan lagi.
"Lisa mas mohon," dengarkan dulu penjelasan mas, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, dia menjebak mas Lisa, percaya lah kepada mas tidak terjadi apa-apa.
"Hiks hiks hiks, aku kecewa sama kamu mas," kamu jahat sama aku.
Lisa mulai melancarkan aksi nya, bagaimana reaksi Rahma melihat aksi Lisa.
"Kamu lihatkan Lisa," jika kamu tidak datang ke sini, mungkin kami sudah melakukan nya, kamu mengacaukan rencana yang sudah kami susun berdua, dan kau juga lihatkan bahwa Adi masih sangat menginginkan ku, bukti nya aku sudah seperti ini.
Rahma semakin gencar mengarang semua kata-kata nya, sedangkan Adi dia hanya berdiam, percuma juga menjelaskan mungkin Lisa tidak akn percaya kepada nya.
Untung saja Adi tidak terbuai dalam rayuan manis Rahma, dia masih bisa menahan nafsu birahi nya yang sudah bergejolak sedari tadi...
Dan untung nya pakaian Adi masih lengkap, tidak ada yang terbuka, itu yang dapat Lisa lihat dengan mata kepala nya sendiri.
Lisa semakin percaya, kalo Adi masih memegang omongan nya, yang tidak menyentuh perempuan mana pun selain istri nya, dan ini sudah sangat terbukti.
"Kamu bisa jelaskan semua ini mas," ini semua tidak benar kan, apa yang aku lihat tidak benar kan, Lisa masih melancarkan aksi nya, yang sedang pura-pura menjadi bodoh.
"Apa lagi yang kau harapkan dari Adi," kamu lihat sendiri kan, Adi itu masih mengharapkan aku, daripada kamu, jawab Rahma dengan nada sombong nya.
Adi mendekat ke arah Lisa, dan berkata.
__ADS_1
"Maapkan mas Lisa," ini tidak seperti yang kamu lihat, mas di sini di jebak, mas kira memang pelanggan mas.
Dan bodoh nya mas, percaya saja untuk masuk ke tempat ini.
Yaaa dan kata-kata ini yang Lisa inginkan sedari tadi, Adi mengakui kesalahan nya yang mau saja masuk ke kamar hotel, tanpa menaruh curiga sedikit pun.
"Percayalah Lisa," mas benar-benar tidak berbuat macam-macam yg melampaui batas kesadaran mas.
"Lisa percaya mas," jawab Lisa tersenyum ke arah Rahma.
Rahma yang mendengar jawaban Lisa sedikit terkejut, kenapa bisa Lisa mudah percaya dengan kata-kata Adi.?
"Benarkah kamu percaya kepada mas," tanya Adi kepada Lisa.
"Yaaaa mas Lisa percaya," dengan senyum manis nya Lisa, Adi merasa gemas dan mencubit pipi Lisa.
Dan itu di saksikan oleh mata kepala Rahma sendiri.
"Tante Rahma kaget ya kenapa tiba-tiba aku langsung percaya saja kepada mas Adi.?"
"Karena aku masih muda loh tante," otak dan pikiran ku masih lancar, untuk berpikir dengan baik, dan aku juga dapat melihat yang mana benar dan salah.
"Ayoo mas kita pulang," ajak Lisa kepada Adi.
"Iya ayo Lisa."
"Mas Adi kenapa tinggalkan aku," aku gimana mas.?"
Adi yang tadi nya ingin melangkah menuju pintu kamar hotel, berhenti sejenak dan berbalik ke arah Rahma dan berkata.
"Sudah pernah aku bilang kan," kalo rasa dan cinta ku sudah habis untuk mu, jadi akal sehat ku sampai saat ini masih berfungsi dengan benar.
"Sudahlah Rahma," jangan membuang waktu mu dengan hal yang tidak berguna, lanjutkan lah tujuan mu yang benar, jangan pernah kau menyia- nyiakan waktu mu yang beharga ini.
"Ayo Lisa kita pulang," ajak Adi kepada Lisa.
"Iya mas ayo," jawab Lisa.
Dan mereka meninggalkan kamar hotel itu dan menuju arah keluar lobi, untuk pulang ke rumah Adi.
Alhamdulillah, aku kembali lagi gaes 🤭🤗🤗🤗
Tinggalkan jejak kalian ya gaes, maapkan aku bila ada salah dengan kata-kata dalam cerita nya 🤗🙏🙏🙏
__ADS_1