Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Ingin Bertemu


__ADS_3

Siang itu juga Melinda di makamkan dekat makan ibu nya.


Kini hanya tersisa kenangan-kenangan yang dapat di ingat.


Kini Melinda sudah tenang di alam sana, tanpa merasakan sakit yang teramat di rasakan beberapa bulan lalu.


"Tenanglah di sana Melinda! aku ikhlas untuk melepas mu!" tidak ada lagi kebencian di dalam hati ku terhadap mu.


"Dia sudah tanang di sana mas! bersama anak nya yang ikut dengan ibu nya."


"Iya sayang, terimakasih untuk hari ini."


"Sudah seharusnya mas, aku selalu ada untuk kamu."


Arden dan Falisha meninggalkan makam Melinda, dan hari ini untuk yang terakhir kali nya.


'Semoga Tuhan memberikan Surga buat mu Melinda,' batin Arden.


***


Di lain tempat, kini keadaan Naura semakin memburuk lagi.


Semakin hari-semakin tidak mengenali Naura yang dulu dan sekarang.


Tidak mau makan, bahkan sekarang Naura juga melupakan anak nya.


Namun Anton selalu sabar, dan tidak pernah menyerah untuk merawat Naura.


Mungkin inilah yang Anton bisa lakukan.


Naura juga di rawat beberap hari di rumah sakit, namun Dokter sudah menyerah.


Bukan artian dari menyerah untuk pengobatan, melainkan menyerah karena Naura selalu menolak untuk sembuh.


Sedangkan ke dua orang tua Naura sudah pasrah dengan keadaan anak mereka.


"Maapkan mas sayang, yang selalu memaksakan kemauan mas," sekarang apa pun yang kamu inginkan akan mas wujudkan! asalakan kamu mau sembuh dan bertahan untuk anak kita.


Air mata Naura menetes, pertanda dia merasa gagal untuk merawat anak nya sendiri, gagal untuk diri nya sendiri.


"A-aku mau bertemu dengan Aya dan kak Hendri!"

__ADS_1


Untuk yang pertama kali nya Anton kembali mendengar suara dari Nauara, yang selama ini tidak pernah Anton dengar lagi.


"Aku akan panggil mereka kesini sayang."


Anton cepat-cepat menghubungi Hendri, untuk meminta mereka datang merumah nya.


***


Hari ini Aya sedang memperiksakan kandungan nya bersama Hendri.


Karena Aya merasa kurang enak, karena setiap malam nya susah untuk tidur.


Mungkin efek dari hamil besar, sehingga Aya sudah mulai merasakannya.


Kini Aya dan Hendri sedang berada di ruang peraktek Dokter, untuk memperiksa dan ingin mengetahui kesehatan bayi nya.


Selamat pak Hendri, sebentar lagi anda dan istri akan segera menjadi orang tua! anak kalian sehat dan juga aktif, dan jenis kelaminnya Alhamdulillah perempuan ya Pak, Bu.


"Alhamdulillah," ucap Aya dan Hendri.


Aya dan Hendri memang senghaja untuk tidak melakukan USG di awal kehamilan dan sampai 8 bulan.


Namun bulan ke 9 ini, Aya memerlukan USG untuk melihat kesehatan bayi nya.


Saat Hendri dan Aya, ingin segera pulang ke rumah, tiba-tiba handphone Hendri berbunyi pertanda ada seseorang yang di seberang sana menelepon.


"Assalamu Alaikum Mas Anton," ada apa.?


"Wa Alaikum Salam," ini loh katanya Naura ingin bertemu kamu dan Aya! tolong ya Hendri kalian mau bertamu ke sini.


"Iya mas, akan aku usahakan hari ini bersama Aya kesana! sebenarnya ada apa ini mas?" ucap Hendri.


"Entahlah Hendri, mas juga tidak mengerti" keadaannya semakin hari semakin menurun saja, beberapa bulan ini mas juga tidak pernah mendengar dia bersuara sedikitpun, namun tadi, dia mau bersuara dan yang dia ucapkan untuk pertama kali nya ingin bertemu kamu dan Aya.


"Iya mas akan aku usahakan hari ini jua pergi ke sana!"


Sebenarnya Hendri merasa sedikit ragu, apalagi saat ini kehamilan Aya mulai memdekati hari kelahiran bayi mereka.


Namun mendengar keadaan Naura sekarang, Hendri harus menurunkan ego nya, untuk kesehatan Naura juga.


"Ada apa mas?"

__ADS_1


"Ini sayang, mas Anton tadi yang telepon! katanya Naura ingin bertemu dengan kita."


"Benarkah mas?"


"Iya sayang, nanti kita kesana ya?"


"Iya mas."


Setelah Hendri dan Aya sampai di rumah, Hendri memutuskan untuk berangkat sekarang, agar tidak pulang larut malam.


"Nek, Hendri izin ya?"


"Mau kemana?"


Hendri menjelaskan kepada Nenek nya, untuk menemui Naura.


Dan Hendri juga menjelaskan keadaan Naura sekarang, yang mulai menurun kesehatannya.


Nenek Hendri pun mengerti, "Semoga ini jalan terbaik," ucap Nenek Hendri.


Skipppp


Setelah menempuh perjalanan, dari rumah Hendri ke rumah Naura, memakan waktu 1 jam lama nya.


Akhirnya Hendri dan Aya sampai di depan rumah Naura.


Ternyata di depan rumah ada istri ke dua Anton, yang sedang menggedong anak Naura.


"Assalmu Alaikum," ucap Hendri dan Aya bersama.


"Wa Alaikum Salam," kalian Hendri dan Aya kah?"


"Iya mbak."


"Yasudah masuk saja yuk! sudah di tunggu di dalam!"


Saat Hendri dan Aya masuk ke dalam rumah tersebut, tiba-tiba di sungguhi pemandangan yang membuat hati Hendri dan Aya merasa terhiris.


"Naura????????"


Hai gaes bikin author semangat yuk 🤗🤗🤗 jangan lupa Like,Komen,Hadiah, dan Vote nya ya 😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


Ikutin terus cerita selanjutnya, tanpa dukungan kalian author tidak mungkin sampai di sini 😊


__ADS_2