Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Jangan Kau Hina Wanita Ku


__ADS_3

Melinda terdiam saat Arden bertanya balik tentang siapa yang berselingkuh.


Jujur hati Melinda ada rasa sesak, saat melihat Arden berduaan dengan perempuan lain di dalam kamar, apa lagi seingat Melinda, Arden tidak pernah sedekat ini dengan perempuan apa lagi sampai berduaan di dalam kamar tersebut.


"Dani, bawa dia keluar.!"


"Siap pak."


"Aku bisa jalan sendiri tanpa kamu seret begini," ucap Melinda.


"Jika anda bisa jalan sendiri, silahkan cepat keluar,!" jawab Dani.


Saat ini mereka masih berada di dalam ruangan kantor Arden.


Sedangkan Melinda, tatapan nya tidak pernah beralih dari wajah Falisha.


Melinda masih berpikir bahwa Arden masih mencintai nya sampai sekarang, dan Melinda juga berpikir bahwa perempuan ja**ng ini lah yang membuat Arden terus marah-marah dan suka berkata kasar, tidak seperti dulu saat dia masih bersama.


"Siapa dia Arden, kenapa dia bisa berada dalam satu kamar bersama mu,?" bukankah dulu kamu selalu menolak saat aku mengajak berkencan.


Arden tersenyum menatap Melinda, seakan dia menertawakan kebo**han yang sedang Melinda tunjukan.


"Kenapa kamu menjadi sangat ingin tahu Melinda, bukankah kamu yang duluan berbuat seperti itu kepada ku,?" apa hak mu jika aku juga bisa bersikap lebih dari kamu, ucap Arden sambil menggenggam tangan Falisha.


Melinda yang sangat geram melihat Arden memperlakukan perempuan itu lebih dari dulu saat dia masih bersama Arden.


Arden yang dulu sangat jarang bersikap romantis kepada nya, bahkan menyentuh sekalipun Arden tidak pernah melakukan itu kepada diri nya.


"Apa yang telah dia berikan kepada mu Arden,?" bahkan tubuh ku, badan ku, dan kecantikan ku lebih jauh dari diri nya, apa jal*ng ini terus menggoda kamu sehingga kamu jadi lemah.

__ADS_1


Plakkkkkkkkk


Belum sempat Melinda melanjutkan kata-kata nya, Arden lebih dulu men**par pipi mulus Melinda.


Dan hal itu membuat Melinda dan Falisha merasa terkejut.


Mereka berdua belum pernah melihat kemarahan besar di mata Arden.


Bahkan Melinda sendiri sangat terkejut, saat Arden berbuat kasar kepada diri nya.


"Kenapa kamu berubah Arden, bahkan kamu berbuat kasar kepada ku,?" mana Arden dulu yang aku kenal, bahkan sedikitpun Arden dulu tidak pernah marah-marah kepada ku, apa lagi men**par wajah ku.


"Cukup omong kosong mu itu Melinda,!" jangan pernah kamu mengatakan wanita ku seperti diri mu.!


"Wanita mu, apa maksud mu Arden,?" apa dia simpanan mu hehhhh, ucap Melinda yang masih meremehkan Falisha di depan Arden.


"Ya dia memang simpanan ku, simpanan ples istri ku,!" dia yang pertama kali aku sentuh, tidak seperti dirimu yang kehausan dalam belaian laki-laki.


Degggggggg


Mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Arden, membuat pertahanan Melinda runtuh seketika.


Air mata nya yang tadi masih membendung, kini menetes tanpa berhenti.


Harapan nya sirna seketika, berharap bisa kembali lagi seperti dulu, membangun hubungan yang seperti Arden pernah inginkan.


Namun pikiran Melinda salah, ketika Arden begitu cepat menemukan pengganti diri nya, bahkan lebih muda dari diri nya.


Sia-sia Melinda memohon-mohon untuk kembali kepada Arden, dan berniat untuk menjebak Arden sehingga mau bertanggung jawab anak yang dia kandung.

__ADS_1


"Kamu jahat Arden, kamu jahat."


Tubuh Melinda terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.


"Tuan bagaimana ini, bagaimana nona Melinda,?" ucap Dani kepada Arden.


"Aku tidak perduli, kamu panggilkan saja security dan bawa dia ke rumah sakit.!"


"Mas kamu serius, takut nya dia kenapa-napa."


"Biarkan saja sayang, aku tidak sudi menyentuh tubuh nya."


Tidak lama setelah itu datanglah security, dan langsung mengangkat tubuh Melinda dan langsung membawa nya ke rumah sakit terdekat.


Setelah kepergian Melinda, Arden duduk di kursi kebesarannya dan mengubah eksfresi muka nya.


Yang tadi nya nampak penuh amarah, namun sekarang berubah seperti biasa, Arden yang penyayang dan lemah lembut.


"Maapkan mas sayang, mas membuat kamu takut."


"Kamu kasar mas, bahkan bukan mbak Melinda saja yang ketakutan, aku pun juga sama."


"Mas tidak akan seperti itu kepada mu sayang, asalkan kamu tidak akan pernah berpikir untuk mengkhianati cinta mas.!"


"Aku tidak sebodoh itu mas untuk meninggalkan kamu, asalkan kamu bisa menjaga kesetiaan rumah tangga kita."


"Terimakasih sayang, kamu datang di saat hati mas terluka, kamu yang membuat mas kuat seperti sekarang," bahkan tidak ada yang terindah dalam hidup mas, selain mengenal diri mu.


Aku bahagia bersama mu sayang.

__ADS_1


"Bahkan aku lebih bahagia mas."


Dan mereka berdua saling berpelukan, tidak perduli bagaimana sekarang keadan Melinda yang berada di rumah sakit.


__ADS_2