
Pagi menerangi sinar yang gelap menjadi terang.
Embun membasahi rumput dan pepohonan.
Mulai jam 4 pagi, para bapak-bapak mulai memasak nasi di dalam kawah besar, para ibu-ibu pun tak kalah juga sibuk nya.
Berbagai macam menu makanan yang akan di hidangkan di acara pernikahan Hendri dan Aya.
Acara akan di mulai pukul 8 pagi sampai selesai.
Semua anggota penghuni rumah pun tidak kalah sibuknya.
Setelah bangun tidur ke empat anak Adi dan Lisa, juga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Adnan dan Aidan bekerja sama untuk membersihkan dan merapikan di bagain halaman, seperti bangku dan meja makan untuk para tamu yang nanti nya menikmati hidangan yang telah di sediakan.
Sedangkan Adrian, sudah pergi bersama Dimas untuk membantu Hendri juga bersiap-siap di tempat tinggalnya sekarang.
Sedangkan Arin, sejak bangun tidur dia juga sibuk bersama Keira untuk membantu membuat cemilan atau minuman untuk cuci mulut setelah menikmati menu makanan.
"Rin, lebih baik kamu bersiap-siap dan bangunkan Ara," cepat mandikan dia agar nanti sudah bersih.!
Perintah dari sang nenek, tidak bisa di bantah lagi.
"Tapi nek, Ara tidak memiliki pakaian yang di tinggal di sini.?"
"Kak Arin, Keira punya kak."
"Punya kamu dulu yah.?"
"Iya kak walaupun sudah lama tapi masih bagus dan bersih kak."
"Yasudah kamu ambilkan ya, buat Ara.!"
"Iya kak Keira pulang dulu."
Setelah Keira pulang, Arin pun juga pergi meninggalkan dapur dan segera membangunkan Ara.
Ara bukanlah anak yang terlalu manja, sehingga tidak ada drama di pagi hari yang harus susah saat di bangunkan.
Arin menyiapkan air hangat dan membersihkan tubuh Ara di dalam kamar mandi, yang ada di kamar Arin.
"Mommy, kenapa Ara tidur di sini,?" apakah ayah juga tidur di kamar mommy malam tadi.?
Blussssssss
Mendengar ocehan Ara di pagi hari, membuat vitamin Arin semakin meningkat.
'Doakan saja Ara, semoga nanti ayah kamu bisa tidur bareng mommy,' dan kami akan membuatkan adik yang banyak buat kamu, batin Arin.
"Kok mommy senyum-senyum,?" ayah tidur di sini ya mom.?
__ADS_1
"E-eh tidak sayang, mana mungkin ayah kamu tidur di sini.?"
Ara hanya tertawa gembira, saat mendengar ucapan dari Arin yang menurutnya merasa lucu.
Setelah selesai mandi, dan Ara juga memakai pakain cantik yang di berikan oleh Keira, membuat Ara semakin menjadi cantik.
Arin juga mengikat rambut Ara, sehingga sang empu nya merasa bahagia dan tertawa riang.
Karena Ara tidak pernah di manjakan seperti ini dengan sosok seorang ibu.
Jam menunjukan pukul 8 pagi, sudah terlihat banyak para tamu yang pada berdatangan.
Dari kampung Adi, hingga kampung sebelah pun turut ikut hadir.
Dari kota, dan berbagai kota lainnya yang mengenal Aya dan Hendri.
Anak buah Hendri pun juga hadir beserta Fikry dan Verra, yang memakai pakaian capel.
Sedangkan Aya dan Hendri, sudah terlihat di atas panggung pelaminan, duduk bersanding dengan menggunakan gaun dan pakain pengantin.
Namun keluarga Kavindra tidak ada yang hadir.
Di karenakan tiba-tiba anak Kavindra dan Bella jatuh sakit dan di larikan ke rumah sakit.
Sedangkan Arden pulang ke kampung halaman istri nya.
Semua itu dapat di maklumi oleh Aya, karena tidak semua orang juga tidak memiliki kesibukan masing-masing.
Bukan tanpa alasan Kavindra dan Bella memberikan tiket ke tempat itu.
Karena dulu Bella pernah bertanya kepada Aya, tempat yang paling ingin Aya kunjungi, dan Aya menjawab adalah pulau Lombok.
Arden pun juga memberikan kado yang tidak kalah dari Bella dan Kavindra.
Sebuah diner makan malam romantis, dan menginap di hotel selama 3 hari 3 malam yang masih berada di kota yang sama dengan tempat tinggal Aya dan Hendri.
Acara berjalan dengan lancar, bermacam-macam sambutan, dan hiburan orkes yang di nyanyikan oleh artis-artis yang juga terkenal seperti Tri Suaka dan Nabila Maharani, ada juga artis-artis dadakan.
Semua acara sangat meriah yang di gelar di kediaman Adi Prasetyo.
"Alhamdulillah ya sayang, acara nya semeriah ini," ucap Hendri kepada Aya.
"Iya kak, aku juga masih belum menyangka," kak Adi dan kak Lisa memberikan acara pernikahan kita semewah ini.
"Aunty, Keira juga mau foto dong boleh ya.?"
"Boleh dong ayo sama siapa lagi.?"
"Sama kak Adrian saja aunty heeeee," Keira hanya tersenyum malu-malu.
__ADS_1
Mereka berfoto dengan berbagai macam gaya yang mulai serius dan foto sangat alay.
Tidak lupa bomerang ya gaes ðŸ¤ðŸ¤ foto jaman sekarang.
"Mas coba deh lihat anak kita, seperti nya tertarik dengan anak mas Adi,?" ucap Nury kepada Lukman.
"Biarkan saja sayang, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung, selagi dalam batas yang wajar," mas juga tidak ingin mengekang anak-anak suka nya dengan siapa, dan jodoh nya dengan siapa.
"Iya mas aku pun sama, tidak ingin cerita kita kembali terjadi kepada anak-anak," biarlah kita saja yang merasakan hasil ke egoisan orang tua.
"Hemmm jangan mengungkit masalah yang telah berlalu sayang, yang terpenting sekarang dan kedepan nya rumah tangga kita menjadi lebih baik."
Bukan tanpa alasan, Lukman sering merasa sedih jika masih mengingat masa lalu nya, yang menurutnya sangat bodoh telah menghianati cinta suci pernikahan nya dengan Nury.
Jika seandainya dulu Lukman bisa menerima perjodohan itu, mungkin tidak akan melukai perasaan sahabat dan istri nya.
"Iya mas."
Semua nya pada asik berfoto bersama.
Mulai dari Adi dan Lisa, Lukman dan Nury, hingga Parjo dan istri nya, ber foto bersama pengantin.
Keira dan Adrian berfoto juga dengan pengantin.
Keluarga besar Adi, Adi, Lisa, ibu Adi dan ke empat kembar yang juga berfoto bersama pengantin.
Hingga teman-teman yang lainnya ikut bepose ala kekinian.
Hingga terakhir dengan malu-malu Arin meminta berfoto dengan pengantin bersama Gani dan Tiara.
Hingga acara pernikahan Aya dan Hendri telah selesai.
***
Akhhhhhhhhhh, pranggggggggg
Berbagai macam barang-barang yang ada di dalam kamar hancur dan pecah dengan perbuatan dari Naura.
Dada nya bergemuruh dan terasa sesak, saat melihat fostingan foto dari teman nya yang ada di kampung.
Terlihat jelas di foto tersebut Aya dan Hendri tersenyum bahagia dengan berpakain pengantin.
'Tega kamu Aya, kamu menikung sahabat sendiri,' suatu saat nanti aku akan membalas apa yang sudah kamu rebut dari aku.
Tiba-tiba Anton datang dengan hati yang sangat khuatir, takut jika terjadi sesuatu kepada istri dan anak yang ada di dalam kandungan Naura.
Sekarang Naura sudah hamil besar, tinggal menunggu waktu nya saja untuk melahirkan bayi hasil kerja sama nya dengan Anton.
"Dek sabar, jangan kau buat seperti ini.!"
"DIAM KAU, ini semua gara-gara kamu,!" jika tidak gara-gara kamu, semua nya tidak akan terjadi seperti ini, bahkan seharusnya sekarang aku hamil anak kak Hedri, bukan anak kamu.!
__ADS_1
Anton hanya bisa bersabar dengan sifat istri ke 3 nya ini.
Bagi Anton sudah terbiasa dan menjadi makanan sehari-hari, omelan dari Naura.