Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Hamil


__ADS_3

Sebelum nya author minta maap ya gaes.


Masalah Radix akan menikahi Rahma, aku tunda dulu.


Aku lupa, kalo hamil di luar pernikahan itu di larang menikah, terkecuali setelah melahirkan dan selesai masa nifas nya.


Jadi bab yang kemaren sudah aku perbaiki ya gaes, takutnya nanti ada yang bingung dalam alur cerita nya. 😊🙏🙏🙏


Kembali ke cerita


"Kamu serius untuk melakukan hubungan itu,?" kata Radix.


"Lakukanlah aku sangat meinginkan nya Radix.!" jawab Rahma.


Radix yang awal nya merasa ragu, mau tidak mau menuruti apa kemauman ibu hamil itu.


Permainan panas di mulai, yang di pimpin oleh Radix.


Takutnya nanti akan menyakiti anak mereka.


Keringat bercucuran membasahi tubuh polos mereka.


Suara dan erangan terdengar di sebuah kamar kossan yang berukuran kecil itu.


"Lebih cepat mas," bukan nya kemaren saat pertama kamu menyentuhku lebih semangat, ucap Rahma.


"Maapkan aku Rahma, saat itu aku tidak memikirkan keselamatan kamu," namun saat ini aku tidak ingin melukai anak ku, jika mementingkan hawa nafsu ku, jawab Radix.


Rahma terdiam ketika Radix berucap seperti itu.


Benar sekarang ada yang harus mereka jaga.


Jika mementingkan ego mereka, takut nya akan menyakiti janin yang ada di dalam perut Rahma.


"Maapkan aku Radix," ucap Rahma yang merasa tidak enak hati.


Radix sambil memaju mundurkan junior nya ke dalam goa milik Rahma.


Entah berapa kali Rahma mencapai puncak pelepasan nya, namun Radix belum ada tanda-tanda akan menuju pelepasan.


Permainan Radix santai, namun memabukkan.


Rahma terbuai dalam percintaan mereka.


Kali ini Rahma merasakan kelembutan bercinta dari lelaki.


Berbeda saat Rahma bercinta dengan Lukman.


Hanya nafsu yang Rahma rasakan.


Radix mencium kening Rahma sangat lama, di sela permainan mereka.


Hingga akhirnya Radix menggerang panjang, saat junior nya menyemburkan lahar panas ke dalam rahim Rahma.


Ini ke dua kali nya, Radix bercinta dengan perempuan yang sama.


Yang pernah merasakan keperjakaan nya.


"Tidak apa-apa, kamu tidak salah," ucap Radix, sambil memeluk Rahma.


"Radix malam ini tidur di sini ya, temanin aku," aku pernah berharap bisa tidur bersama ayah bayi ini, namun harapan itu aku kubur dalam-dalam karena aku tidak ingin saat itu mencari siapa ayah bayi ini.

__ADS_1


"Kenapa.?"


"Karena aku tahu, ayah bayi ini adalah seorang pereman," lebih baik aku menjaga nya sendiri, daripada aku hidup bersama seorang pereman.


"Tetapi aku sekarang sudah berubah, itu hanya masalalu aku," ucap Radix.


"Aku tahu itu Radix."


"Kita sama-sama ya, menjaga anak ini," aku tidak ingin nasip nya sama dengan ku, hidup kekurangan kasih sayang seorang ayah, ibu ku menjadi gunjingan para tetangga.


Dan aku tidak ingin itu juga terjadi kepada kamu.


"Terimakasih Radix kamu sangat baik dengan aku," andai anak ini adalah anak Seno, mungkin saat ini aku harus bergilir mendapatkan kasih sayang dari ayah bayi ini, ucap Rahma.


Radix semakin mempererat pelukkan nya dengan Rahma.


Entah kenapa malam ini, Radix merasa hidup nya teramat bahagia.


Bisa bersama keluarga kecil nya, walaupun masih belum ada kata sah.


Namun Radix berjanji kepada diri nya, akan selalu menjaga calon istri nya dan juga calon anak nya.


"Besok ikut aku ke rumah ibu ya.!"


"Buat apa Radix aku takut jika ibu mu marah."


"Ibu tidak akan marah, aku sudah menceritakan semua nya kepada ibu."


Kamu harus tinggal di sana, jadi aku selalu bisa memantau kamu.


"Kita belum menikah Radix, aku tidak ingin hinaan terulang lagi kepada keluarga kalian."


"Aku akan mencari cara, agar kamu bisa tinggal di rumah ku," agar aku dan ibu selalu bisa menjaga kamu dan anak kita.


"Ehhh kamu memancing nya lagi Rahma," aku tidak akan bisa menahan, ucap Radix.


"Aku mau lagi Radix," ucap Rahma sambil tetap mengelus dada bidang Radix yang penuh di tumbuhi bulu-bulu kecil.


Akhirnya terjadi lagi percintaan panas sepasang kekasih ini.


Entah sampai berapa kali mereka mengulangi nya.


••••


Di lain tempat.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi.


Namun Lisa mengalami demam tinggi, yang membuat Adi merasa semakin cemas.


Tanpa harus meminta izin dengan Lisa, Adi segera memesan taxsi untuk membawa Lisa ke rumah sakit.


Adi segera meangkat tubuh Lisa, sampai menuju taxsi tersebut.


Panas yang di alami Lisa sangat tinggi, hingga membuat nya merasa menggigil.


Setelah beberapa menit akhirnya Adi sampai di rumah sakit.


Adi segera meminta kepada dokter dan perawat agar cepat-cepat memeriksa keadaan istri nya.


"Cepat suster periksa istri saya.!"

__ADS_1


"Kami akan memeriksa istri anda pak," tapi anda harus terlebih dahulu menyesaikan administrasi nya dulu.!"


Adi tidak ingin berdebat dengan para rumah sakit.


Adi langsung menyelesaikan semua urusan nya, agar istri nya cepat-cepat di periksa oleh dokter.


Setelah beberapa menit, dokter meminta Adi masuk ke dalam ruangan nya.


"Maap dengan pak Adi," ucap dokter tersebut.


"Iya saya sendiri dokter, suami nya pasien."


"Sudah berapa hari istri anda telat datang bulan," ucap dokter tersebut.


"Setahu saya, istri saya datang bulan di awal malam pertama kita," setelah itu tidak ada lagi datang bulan, ucap Adi.


Dokter tersebut bisa menyimpulkan bahwa lelaki di depan nya ini adalah pengantin baru.


Dokter tersebut langsung menjabat tangan Adi dan langsung berucap.


"Selamat pak istri anda sekarang sedang mengandung," jika ingin mengetahui lebih lanjut sialhkan istri bapak untuk melakukan USG.


"Terimakasih dokter," ucap Adi dengan wajah yang berbinar bahagia.


Setelah Adi keluar dari ruangan dokter, Adi segera masuk ke dalam ruangan sang istri.


Karena Lisa di haruskan untuk di rawat di rumah sakit malam ini.


Adi mengecup kening Lisa dengan sayang.


Sungguh sangat bahagia, secepat ini Adi di beri kepercayaan oleh Allah, untuk menjaga malaikat kecil yang sekarang tumbuh di rahim sang istri.


Tidak berapa lama, Lisa bangun.


Dan memepertanyakan kenapa sekarang dia berada di rumah sakit.?


"Mas kenapa aku ada di rumah sakit, aku kenapa mas,?" ucap Lisa dengan suara lemah nya.


"Kamu tidak apa-apa sayang."


"Jika aku tidak apa-apa, mana mungkin aku sekarang ada di rumah sakit mas," ucap Lisa.


Adi langsung memeluk tubuh Lisa, yang terbaring lemah, dan mencium kening Lisa berulang kali.


Adi memegang dan mengelus perut Lisa.


"Sayang mulai sekarang, kita sama-sama ya menjaga janin yang ada di dalam perut kamu.!"


"Maksud mas Adi apa, aku tidak paham mas.?"


"Kamu hamil sayang, di dalam perut kamu ini ada janin yang harus kita jaga.!"


"Maksud mas Adi, aku hamil mas.?"


"Iya sayang kamu hamil, anak kita, hasil dari percintaan kita selama ini."


Lisa menangis di pelukkan Adi, dan berkali-kali mengucapkan kata syukur.


Secepat ini di kasih kepercayaan oleh Tuhan.


Jangan lupa Like dan Comen ya gaes.

__ADS_1


agar aku lebih semangat.


Maap baru bisa up lagi 😊🙏🙏🙏


__ADS_2