Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Melahirkan


__ADS_3

Di lain tempat.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, namun tidak ada tanda-tanda kepulangan Radix.


Sedangkan Rahma, dari tadi sudah seperti setrikaan saja, yang terus mondar mandir tanpa berhenti.


Ibu Radix menjadi bingung, apa alasan nya seperti itu, sehingga membuat Rahma menjadi gelisah.


Namun ibu Radix tidak bertanya sama sekali.


"Ibu, tumben sekali mas Radix jam segini belum pulang juga,?" ucap Rahma kepada ibu Radix.


"Memang nya Radix tidak menelepon kamu,?" jawab ibu Radix.


"Tidak ada bu, aku merasa tidak enak bu," ucap Rahma.


"Lebih baik kamu masuk saja dulu ke dalam kamar,!' ucap ibu Radik yang di balas anggukan kepala oleh Rahma.


Saat Rahma berada di dalam kamar, bukan nya merasa lebih tenang, justru sebalik nya Rahma semakin gelisah.


Karena perasaan nya tidak enak sama sekali, dan terus memikirkan bagaimana dan dimana Radix sekarang.


Tanpa sadar Rahma mulai tertidur lelap.


Tepat pukul jam tiga pagi, Rahma mulai merasakan sakit di area perut nya.


Rahma mulai terbangun, betapa kaget nya Rahma saat melihat orang yang di tunggu nya tidur terlelap di samping nya.


Rahma membelai pipi Radix , sehingga membuat sang pemilik pipi terbangun.


"Sayang kamu kenapa,?" ucap Radix kepada Rahma yang melihat nya tanpa berkedip.


"Kamu dari mana saja mas,? aku menunggu mu semalaman penuh," ucap Rahma kepada Radix.


Belum sempat Radix menjawab pertanyaan dari Rahma.


Tiba-tiba Rahma kesakittan dan muka nya semakin pucat.


untung saja saat ini Radix berada di kamar nya, yang sekarang Rahma tempati.


Jadi Radix cepat mengetahui saat Rahma sedang ke sakittan.


"Sayang kamu kenapa,?" jangan membuat mas khuatir, ucap Radix kepada Rahma.


"Mas seperti nya aku ingin melahirkan, perut aku sakit sekali mas," jawab Rahma kepada Radix.


Tanpa banyak bertanya, Radix cepat-cepat mengangkat tubuh Rahma dan mengambil tas kecil yang di isi peralatan bayi yang sudah terlebih dahulu Rahma siapkan.


Setelah sampai di pintu kamar, Radix menurunkan kembali Rahma.


Rahma merasa bingung, kenapa tidak langsung saja pergi, ada apa ini batin Rahma.


"Maapkan mas sayang, mas tidak bisa membawa mu ke rumah sakit," ucap Radix yang menundukkan kepala nya dan meneteskan air mata nya.

__ADS_1


Rahma semakin bingung, ada apa ini sebenar nya, namun karena perut nya merasa semakin sakit Rahma tidak dapat bertanya lagi.


Ibu Radix yang mendengar ada keributan di luar, dia segera melihat nya.


Ternyata itu adalah anak dan calon menantu nya.


"Ada apa kalian di sini, kenapa ribut-ribut,?" ucap ibu Radix yang memberi banyak pertanyaan.


"Ibu bagaimana ini, istriku ingin melahirkan ibu,?" ucap Radix kepada ibu nya.


Rahma yang mendengar kata istri, hati nya begitu bahagia.


Ini pertama kali nya Radix menyebut kata istri.


Namun sakit itu semakin datang, yang mebuat Rahma semakin mencengkram kuat tangan Radix, bahwa sakit itu kembali lagi.


"Cepat panggilkan bidan yang ada di ujung sana, bawa dia kesini,!" jawab ibu Radix.


Radix segera mengangkat kembali Rahma ke dalam kamar nya.


Sebelum pergi, Radix mencium kening Rahma, dan berucap.


"Kamu harus kuat sayang, bertahanlah untuk anak kita dan juga mas."


Setelah itu Radix cepat-cepat berangkat dan menjemput bidan kampung tersebut.


Usia bidan tersebut sangat lah tua, kemungkinan sekitar delapan puluh tahun, namun kemampuan nya janganlah di ragukan.


Setelah Radix sampai di muka rumah bidan tua tersebut, Radix cepat-cepat me ngetok pintu rumah tersebut.


"Assalamu Alaikum," ucap Radix, namun di hati nya banyak menggerutu karena lama sekali membuka pintu rumah tersebut.


Terdengar jawaban dari dalam rumah tersebut, namun tetap juga lama sekali saat membuka pintu nya.


"Wa Alaikum Salam," jawab bidan tua tersebut yang bernama Ningsih.


Setelah pintu terbuka lebar, nampaklah perempuan paruh baya yang sudah beruban dan keriput.


"Ada apa ya cu, malam-malam ke sini," apa ada yang bisa nenek bantu.?


"Nek tolong istri saya, dia mau melahirkan nek,!" ucap Radix dengan nada memohon.


Sedangkan nenek Ningsih tadi mendengar kata melahirkan, cepat-cepat masuk ke dalam rumah mengambil semua peralatan untuk bersalin.


Setelah mendapatkan semua perlengkapan bersalin, nenek Ningsih cepat-cepat mengajak Radix segera pergi ke tempat tujuan.


Sekitar lima menit, Radik dan nenek Ningsih sampai di tempat rumah Radix.


Dan mereka cepat-cepat masuk ke dalam rumah melihat keadaan Rahma.


Rahma yang merasa perut nya semakin mules, hanya bisa berdiam diri.


Sedangkan ibu Adi merasa sangat khuatir, dia jadi teringat saat diri nya dahulu melahirkan Radix dulu tanpa suami dan kedua orang tua.

__ADS_1


Radix cepat-cepat mendekati sang istri, yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Sayang bertahan ya," ucap Radix kepada Rahma.


Nenek Ningsing memperintahkan kepada Radix agar semua pakaian Rahma di lepas semua.


Tanpa banyak kata-kata, Radix dengan cepat melucuti semua pakaian Rahma tanpa tersisa.


Dan di pakaikan sarung agar menutupi bagian inti tersebut.


Setelah semua nya sudah selesai, nenek Ningsih mulai men cek pembukaan melalui milik Rahma.


Sedangkan Rahman sangat merasakan kesakitan dan memegang erat tangan Radix.


"Mas sakit," ucap Rahma yang meneteskan air mata nya.


Radik merasa sangat bersalah, karena diri nya Rahma mengalami kesakitan seperti ini.


Namun semua sudah terjadi, Radix hanya bisa memberi semangat agar Rahma tetap merasa kuat.


Radix mengelus perut Rahma secara lembut.


"Sayang cepat lahir ya, kasihan mamah kesakitan nak," ucap Radix secara lembut.


Ketika perut Rahma semakin mengencang, Rahma memegang erat tangan Radix.


Walaupun Rahma tidak banyak bersuara seperti wanita pada umum nya, yang teriak-teriak kesakitan, namun dia sangat merasakan luar biasa sakit nya.


Sekitar jam lima subuh, saat azan berkumandang di musholla terdekat.


Rahma menghejan sekuat tenaga nya.


"Ayo cu, hejan lagi kepala nya sudah mulai kelihatan.!"


Di lain tempat.


"Mas hari ini temanin aku di sini saja ya, tidak boleh kemana-mana mas,!" ucap Lisa kepada Adi.


Lisa bergelayut manja sambil memeluk tangan Adi.


Sekarang mereka sedang berbaring di atas kasur.


"Kenapa nih istri mas ini tumben pengen nempel-nempel sama mas," ucap Adi dengan nada lembut.


"Aku juga tidak tau mas, pengen nya sama mas saja hari ini," ucap Lisa dengan malu-malu menyelusupkan muka nya ke dada bidang Adi.


"Ini yang kangen sama mas, anak-anak atau mama nya sih,?" ucap Adi sambil mengelus perut besar Lisa.


"Ke Lima nya mas," ucap Lisa, yang membuat Adi tertawa merasa sangat lucu dengan tingkah laku istri nya ini.


Hai gaes aku up lagi ya 😊😊


maap kalo terlambat up nya, soal nya aku sedang berada di tempat yang kurang dengan jaringan 😊, jadi harus bisa menggunakan waktu dengan baik.

__ADS_1


Jika masih suka dengan cerita ku, jangan lupa Like dan komen ya 😊😊🙏🙏🙏🙏


__ADS_2