
Setelah beberapa hari berada di kampung halaman.
Akhirnya Aya dan Hendri berpamitan kepada keluarga besar Adi, yang berisi Adi, Lisa, Ibu Adi, ke empat kembar, dan tidak juga lupa dengan Lukman, Nury, Dimas, dan Keila.
Namun nenek Hendri sementara waktu harus di tinggal dulu di kampung halaman, dan di rawat oleh Lisa.
Sedangkan Hendri dan Aya akan di antar oleh Lukman dan Nury untuk menuju ke bendara.
Setelah mereka berempat sampai di bandara, Hendri dan Aya berpamitan kepada Lukman dan Nury mengucapkan terimakasih sudah berkenan untuk mengantarkan mereka berdua.
Setelah pesawat mulai take off, Hendri beberapa kali mengucapkan kata Bismillah, agar perjalanan mereka selamat dan sampai tujuan.
Sedangkan Aya sudah tertidur di dada bidang Hendri, karena Aya sangat kelelahan yang selalu di minta Hendri untuk melayani nafsu nya.
Ini yang pertama bagi Hendri dan Aya untuk menaiki pesawat terbang, karena mereka berdua bukan dari kalangan orang berada yang sering menaiki pesawat terbang.
Sekitar 3 jam lama nya, akhirnya pesawat mereka tiba di bandara Zainuddin Abdul Madjid.
Kini Hendri dan Aya menggunakan mobil peribadi yang sudah menjemput mereka menuju hotel Katamaran.
Beralamat di Jln Raya Mangsit, senggigi-lombok.
Mengusung hotel dengan standard bintang 4 yang memiliki kolam renang di pinggir pantai yang mengagumkan (glass swimming fool) serta pemandangan sunset yang terlihat jelas dari hotel ini.
Setelah memasuki kamar hotel tersebut, Aya di bikin terkejut oleh keindahan hiasan kamar tersebut.
Yang di sulap dengan sebagus mungkin dengan nuansa ala-ala pengantin baru.
Aya dan Hendri langsung membersihkan tubuh mereka yang sudah terasa lengket.
Setelah selesai mandi, pintu kamar mereka di ketok dan ternyata makanan mereka telah datang.
Mereka menyantap menu makanan tersebut dengan lahap.
Karena masih ada waktu, sebelum malam menjelang tiba.
Hendri meluangkan waktu untuk mengajak Aya berjalan-jalan di sekitar Hotel Katamaran.
Suasana yang indah dan angin yang sejuk, tidak mengalahkan suasana di Bali.
Sebab mereka masih bersyukur telah di beri hadiah seperti ini, yang selama ini Aya harapkan namun tidak bisa untuk pergi karena sulitnya ekonomi yang dia jalani saat itu.
Setelah hampir setengah jam lama nya, rasa lelah menghampiri tubuh mereka.
Apalagi mereka harus menyiapkan energi untuk acara malam ini Diner ala romantis, yang sudah di siapkan oleh pengurus Hotel.
"Kak, kira-kira kalo nanti bisa tidak ya kita pergi lagi jalan-jalan seperti ini.?"
__ADS_1
"Insya Allah bisa dek, cuman kita harus menabung dulu heeee."
"Yahh kalo menabung kan sayang kak uang nya habis-habis di bawa jalan-jalan seperti ini."
"Lah gimana lagi dong dek, keadaan kita seperti ini," tapi akan kakak usahakan nanti nya kita akan jalan-jalan lagi seperti ini.
Tempat indah kan bukan di Lombok atau Bali saja dek, masih banyak yang bisa kita datangi.
"Iya sih kak, maap ya permintaan ku macam-macam," aku tidak akan memaksa juga kak, jika memang kita tidak mampu.
"Tidak apa-apa dek, nanti kita usahakan ya," uang tabungan kakak juga tinggal sedikit lagi dek, apa lagi kemaren beli rumah dan mobil.
Nanti kakak akan usahakan lagi, agar bisa menyenangkan hati istri cantik kakak ini.
"Jangan terlalu di borong kak, rezeky tidak akan kemana-mana," jika memang ada rezeky berlebihan kita bisa jalan-jalan lagi, kan mubajir juga kak buang-buang uang hanya masalah seperti ini.
"Iya sayang, terimakasih sudah mengerti keadaan aku sekarang."
"Sama-sama kak."
***
Saat ini kedua pasangan yang baru menikah, telah menikmati indahnya kebersamaan di sore hari.
Setelah pulang nya art mereka, kini Arden dan Falisha menikmati suasana berdua di ruanga televisi.
"Bagaimana sayang sekolah nya, apakah ada kesulitan hari ini.?"
"Alhamdulillah tidak ada sih mas," cuman ada sedikit latihan saja karena sebentar lagi akan mengadakan ujian kelulusan sekolah.
"Rencana nya kamu mau kuliah dimana sayang, biar mas urus mulai sekarang.?"
"Niat nya sih mau kuliah tahun depan saja mas."
"Loh kenapa sayang.?"
"Aku mau lepas kb mas, pengen punya anak dulu."
Arden merasa terharu dengan apa yang barusan di katakan oleh Falisha.
Arden pikir karena umur Falisha masih muda, Falisha masih ingin menikmati masa-masa pacarannya.
Namun pemikiran Arden salah, hal yang di inginkan Arden selama ini ternyata di inginkan oleh Falisha juga.
Arden teringat kembali saat masih bertunangan dengan Melinda.
#Flashback On
__ADS_1
"Sayang jika nanti kita menikah, aku pengen deh cepat-cepat punya anak," kamu mau kan sayang.?
"Tidak sayang, nanti kita tunda dulu beberapa tahun."
"Loh kenapa begitu, kan tujuan menikah memang seperti itu.?"
"Kamu memang tidak mengerti sayang, jika setelah kita menikah terus bagaimana karir ku dan bagaimana masa depan ku,?" ini yang selama ini aku impikan dan harapkan, masa iya setelah menikah hancur begitu saja karena aku hamil.
Deggggggggg
Arden terkejut saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Melinda.
Namun karena Arden sangat cinta dan sayang kepada Melinda, dia hanya diam saja.
Tidak mau bertengkar hanya karena masalah yang belum mereka jalani.
'Setelah kita menikah nanti, akan aku buat kamu cepat-cepat hamil sayang,' batin Arden.
#Flashback Off
Namun semua itu hanya tinggal kenangan.
Orang yang selama ini dia harapkan, ternyata hanya singgah untuk sesaat.
Namun kebahagiaan nyata nya adalah jodoh yang sekarang Allah berikan.
Ternyata memang benar, manusia hanya bisa berharap namun selebihnya Allah yang menentukannya.
"Mas kok diam saja sih, mas tidak suka ya.?"
Arden yang mendengar ucapan dari istri nya, cepat-cepat memeluk dengan erat.
"Mana mungkin mas tidak suka sayang, mas hanya terkejut saja saat kamu sudah siap untuk hamil anak mas," mas kira kamu masih pengen dengan dunia kamu.?
"Oh aku kira mas tidak suka," mana mungkin aku belum siap mas, memang dulu aku punya mimpi untuk mengejar impian ku, namun sekarang aku baru sadar mas bahwa impian ku sekarang adalah hidup bahagia bersama keluarga kecil ku.
"Mas sangat beruntung memiliki kamu sayang, kenapa tidak dari dulu saja mas ketemu kamu.?"
"Jika mas dari dulu ketemu sama aku, mungkin tidak ada cerita masalah patah hati dan berakhir di sebuah club," sehingga aku menemukan mu di saat kamu patah hati mas.
"Iya sayang, mas merasa sangat bodoh sekali," sebenarnya mas tidak pernah mabuk seperti itu, bahkan menyentuh minuman itu saja tidak pernah.
"Nama nya juga orang lagi kecewa mas."
"Yasudahlah, sekarang mas tidak memikirkan itu lagi," yang penting sekarang mas akan buat kamu cepat hamil.
Arden langsung menggendong Falisha menuju kamar mereka, sehingga Falisha tidak dapat lagi menolak ajakan Arden, olahraga di sore hari.
__ADS_1