Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Berduka


__ADS_3

Sebelum tuan Dirgantara meninggal dunia, beliau berpesan untuk di makamkan di dekat makam sang istri tercinta, yaitu ibu nya Candra, bukan Ibu nya Kavindra.


Karena sebelum ibu nya Kavindra meninggal dunia, Dirgantara sudah menceraikan nya terlebih dahulu, dan selama menikah satu bulan dengan ibu nya Kavindra, Dirgantara tidak pernah menyentuh sedikitpun.


Walaupun tidak bisa di pungkiri kecantikkan ibu nya Kavindra benar-benar sangat cantik di bandingkan dengan ibu nya Candra.


Tetapi walaupun kecantikkan ibu nya Kavindra sangat luar biasa, Dirgantara tidak pernah sedikitpun mencium apa lagi menyetubuhi.


Setelah meninggal dunia, ibu nya Kavindra di makamkan di dekat almarhum suami nya pertama.


Karana Dirgantara, hanya merasa bersalah saja dengan apa yang telah dia perbuat sehingga menghilangkan nyawa seseorang yang tidak bersalah.


••••


Setelah selesai pemakaman, Lisa dan Aya di bawa Adi ke rumah nya, karena sekarang status Lisa sudah menjadi istri sah Adi Prasetyo.


Setelah sampai ke rumah, Adi segera mengajak Lisa untuk mebersihkan badan nya.


Lisa tidak menolak, hanya saja tatapan nya kosong, seperti tidak ada arah dan tujuan.


Adi dapat memahami nya, karena bagaimanapun Lisa pasti merasa sangat kehilangan, walaupun pertemuan mereka hanya sebentar.


Setelah mereka sudah sampai di kamar Adi.


Adi segera mangambilkan air putih hangat, agar Lisa lebih merasa tenang.


"Sayang minum dulu ya, biar lebih tenang.!"


Lisa yang mendengar kata-kata sayang yang terucap dari mulut Adi langsung tersadar, bahwa sekarang status dia bukanlah sendiri lagi, melainkan sudah bersuami.


Lisa jadi teringat kata-kata alhmarhumah ibu nya dulu.


'Nak, jika kamu nanti nya sudah menikah,' walaupun hati kamu sedih, marah, jengkel, jangan pernah kamu mendiamkan suami mu.


Berbaktilah kepada nya, sesungguhnya surgamu berada di suami mu.


"Mas Adi, maapkan Lisa."


"Tidak apa-apa mas paham dengan perasaan mu," kehilangan seseorang yang kita sayang itu terasa paling sakit, tetapi jika kita mengiklaskan nya, insya Allah hati kita akan menjadi lebih tenang.


Lisa mengambil air minum tadi dari tangan Adi dan segera meminum nya.


"Mau bersih-bersih dulu, atau mau mas bantu ke kamar mandi."


Pertanyaan Adi membuat Lisa menjadi paham, lelaki yang lebih tua dari pada nya itu, selama ini kurang kasih sayang dalam masalah percintaan.


"Biar mas Adi saja dulu bersih-bersih nya, setelah itu baru Lisa.!"


Setelah Lisa berkata seperti itu, Adi mencium kening Lisa dengan sayang.


Dan Lisa hanya diam saja, menandakan bahwa Lisa memberikan seluruh hidup nya kepada suami nya.


"Mas bersih-bersih dulu ya."


Adi mengusap rambut Lisa dengan sayang, setelah itu Adi pergi meninggalkan Lisa ke dalam kamar mandi.


Sepuluh menit, Adi menyesaikan ritual mandi dan keramas nya, Adi ingin lebih tampil fres di depan sang istri malam ini, karena malam ini berbeda dengan malam-malam sebelum nya.


Adi tersenyum-senyum senang membayangkan malam pertama nya seperti apa sensasi nya.


'Heii otong malam ini kamu akan merasakan betapa nikmat nya lorongan penuh lembah itu.'


Adi tersenyum-senyum sendiri membayangkan pergulatan panas nya dengan Lisa sang istri.


Setelah selesai mandi Adi keluar dari kamar mandi seperti biasa nya hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi pedang panjang nya itu.

__ADS_1


Lisa yang sudah selesai menyiapkan pakaian Adi, dan mengganti seprai dan sarung bantal dan guling.


Adi yang melihat hal tersebut merasa sangat senang.


Walaupun Lisa baru berusia delapan belas tahun, tapi sikap dan pikiran nya seperti orang dewasa, yang mengerti segala urusan rumah tangga, seperti sekarang hal sekecil ini pun dia paham, tanpa di perintah.


Adi mendekat ke arah Lisa, sambil memeluk erat tubuh Lisa dari belakang.


"Mas sayang kamu, sebenarnya mas sudah sangat tidak tahan," jelas Adi.


"Lisa harus mandi dan bersih-bersih dulu ya mas.?"


"Baiklah.!"


Bukan nya melepaskan pelukan nya, Adi malah semakin liar mencium leher Lisa, seperti orang yang sudah kelaparan.


"Lepaskan Lisa dulu mas, bagaimana bisa Lisa bisa mandi."


Terpaksa Adi melepaskan, pelukan nya.


Adi harus bersabar sedikit lagi, toh nanti nya juga akan merasakan, batin Adi.


Setelah Lisa berada di dalam kamar mandi, Lisa terkejut setelah melihat bahwa ini adalah tamu bulanan nya.


Lisa sangat merasa tidak enak sekali, padahal Adi seperti tidak bisa menahan nya lagi.


Lisa kembali memakai pakaian nya, sebelum membersihkan tubuh nya.


Adi yang melihat, Lisa kembali keluar merasa sangat bingung.


"Mas maapkan Lisa ya," Lisa menundukkan kepala nya seperti orang bersalah saja.


"Maap kenapa sayang, kamu kenapa.?"


Adi mendekat kearah Lisa, karena Adi merasa sangat bingung.


"Lisa lagi kedatangan tamu bulanan mas," Lisa kembali menundukkan kepala nya.


Adi yang mendengar kata-kata Lisa, bahwa lagi kedatangan bulan, kepala nya terasa sangat berdenyut.


Tetapi Adi tidak boleh egois.


Adi menghembuskan napas nya secara pelan.


"Jangan merasa bersalah seperti itu sayang," walaupun mas kembali menahan nya, tetapi tidak mengurangi kebahagiaan mas malam ini.


Kehadiran mu pun di malam ini, sudah membuat mas sangat bahagia.


"Maapkan Lisa ya mas, tidak bisa menjadi istri dengan baik malam ini.?"


"Jangan merasa bersalah seperti itu, malah bagus dong."


Lisa bingung, kenapa Adi mengatakan bagus, bukannya tadi dia yang sangat menginginkan nya, batin Lisa.


"Bagus kenapa mas.?"


"Setelah kamu selesai tamu bulanan, itu adalah awal-awal masa subur kamu," apakah kamu bersedia jika Tuhan memberikan kita momongan dengan cepat.?


"Iya mas, Lisa bersedia," jawab Lisa dengan tersenyum manis.


"Cepat sana mandi dulu, setelah itu kita ke tempat kossan mu, untuk mengambil semua barang-barang mu.!"


"Baiklah mas," jawab Lisa dan segera pergi kembali ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, dan sudah mengenakan baju dan celana, Lisa segera keluar dari kamar mandi tersebut.

__ADS_1


Dan ternyata Adi masih berada di dalam kamar sambil membaca novel toon di phonsel nya.


Itu lah kegiatan Adi, kalo sedang tidak ada pekerjaan yang lain nya.


Lisa mendekat dan duduk di samping Adi.


Adi menyandarkan kepala nya ke pundak Lisa.


"Sayang rencana kamu setelah ini apa.?"


"Maksud nya mas Adi apa.?"


"Tadi tuan Doni, seketaris dan kepercayaan kakek Dirgantara," menelepon mas, dan beliau ingin kita menamui nya malam ini."


"Terus mas, om Doni ada bilang apa.?"


"Kata tuan Doni, semua harta dan aset perusahaan yang beliau punya itu akan jatuh ke tangan kamu, dan kamu yang harus mengelola itu semua."


Lisa yang mendengar itu semua hanya menggelengkan kepala nya.


Adi merasa bungung apa maksud dari gelengan kepala sang istri tersebut.


"Maksud kamu apa sayang.?"


"Aku tidak suka mas hidup dengan bergelimang harta, punya kekayaan dan kemewahan itu semua."


"Terus kamu mau nya seperti apa, bukan nya itu semua harus kamu yang memegang.?"


"Akan aku bagi mas, menjadi dua."


Adi semakin tidak paham dengan cara berpikir nya Lisa.


Bagaimana bisa di bagi.


"Separu harta yang kakek punya, akan aku serahkan kepada paman Kavindra," walaupun dia jahat, tetapi percaya lah itu semua karena paman Kavindra merasa ayah nya tewas karena kakek.


Dan aku yakin, jika semua itu tidak pernah terjadi, paman Kavindra adalah sosok lelaki yang baik.


Masalah paman Kavindra menghasut dengan terjadi nya kesalah pahaman, itu tidak lah semua nya kesalahan paman Kavindra.


Ayah ku lah di sini yang tidak pernah tegas, dalam mengahadapi semua kesalah pahaman, jika ayah mencari semua bukti kesalah pahaman tersebut, mungkin tidak akan pernah terjadi semuan perpisahan.


Adi yang mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Lisa, merasa bangga mempunyai istri yang pemikiran nya sangat dewasa.


Adi segera memeluk Lisa dengan erat.


"Terus kalo bagian ayah kamu, itu mau di apakan.?"


"Kalo bagian ayah aku, aku harus meminta pendapat dari kamu mas," karena semua keputusan yang menyangkut itu hak orang tua ku, itu adalah keputusan kamu juga..


"Kalo menurut mas, hak ayah kamu kita bagi menjadi dua."


"Menjadi dua, maksud nya mas Adi.?"


"Separu nya buat tuan Doni, karena beliau juga pernah berjuang dalam perusahaan kakek mu itu," dan kalo bagian dari ayah kamu, itu semua nya kita berikan kepada panti asuhan saja, biarkan amal tersebut mengalir dengan baik.


"Alhamdulillah mas, terimakasih atas saran nya."


"Sama-sama sayang, setelah semua nya selesai kita akan ziarah ke makam kedua orang tua mu," dan kita akan pergi ke kampung halaman ku, untuk hidup di sana.


Apakah kamu mau sayang, kita hidup nanti nya dengan kesederhanaan saja.?


"Apa pun itu mas, aku suka dengan kesederhanaan," setiap hari nya aku bisa selalu bersama mas Adi.


"Tetaplah seperti ini sayang, dengan kesederhanaan," kita dapat berkumpul dan mebangun rumah tangga yang harmonis.

__ADS_1


Yang nunggui malam pertama nya siapa hayoo ngaku 😅😅😅


Sabar dulu ya gaes nanti ada saat nya 😊😊 🙏🙏


__ADS_2