Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Bertemu Kakek


__ADS_3

Hari ini setelah pulang bekerja, Adi sudah membuat janji kepada seorang perawat rumah sakit.


Untuk membantu Adi supaya bisa bertemu dengan tuan Dirgantara.


Adi tidak melibatkan soerang perempuan lagi, takutnya akan menjadi salah paham kepada Lisa.


Rencana sudah di persiapkan dengan sangat matang, bukan melibatkan seorang perawat saja, tetapi juga melibatkan para dokter.


Adi memang tidak memiliki hak besar di rumah sakit ini, tetapi Adi bisa berbuat sejauh ini atas bantuan dari Nury dan Lukman.


Saat Adi ingin memulai rencana nya.


Awal nya Adi juga sangat bingung bagaimana bisa Adi bertemu dengan tuan Dirgantata, sedangkan Adi tidak mempunyai kenalan di rumah sakit besar ini.


Adi cuman iseng-iseng saja berjalan di rumah sakit, siapa tahu ada yang bisa membantu nya, meminta tolong dengan Bella itu sangat tidak mungkin lagi.


Saat Adi berjalan di lorong rumah sakit, tiba-tiba ada tangan mulus menyentuh pundak Adi.


Flashback On


Adi sangat terkejut, kenapa tiba-tiba bisa bertemu dengan Nury di rumah sakit sini.


"Nury kamu sedang apa di sini.?" tanya Adi.


"Seharusnya aku yang bertanya mas, mas Adi sedang apa di sini, apa terjadi sesuatu dengan ibu atau Lisa mas.?"


Pertanyaan Nury seperti seorang wartawan saja, yang mencari tentang berita se lengkap mungkin.


Sebenar nya pertama kali, Adi bertemu dengan Nury, Adi merasa Nury bukanlah tife perempuan yang mudah tegoda dengan lawan jenis.


Namun sifat Nury lebih tepatnya ingin di perhatikan seperti seorang keluarga.


Adi mengusap lembut kepala Nury dengan sayang, seperti seorang kakak memperlakukan dengan seorang adik.


Hal itu membuat jantung Nury berdetak sangat kencang, Nury seakan-akan merasakan sentuhan dari seorang keluarga.


Karena Nury adalah anak satu-satu nya, tidak memiliki kakak dan adik.


Jadi setelah kedua orang tua nya meninggal, Nury tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Lukman dan Dimas anak nya.


Saat Nury melihat di album foto Lukman dengan sahabat nya, Nury bertanya kepada Lukman 'dia siapa, kenapa aku tidak pernah bertemu dengan nya.'


Lukman menceritakan semua nya kepada Nury, bahwa Adi adalah sahabat nya dan pernah mengecewakan perasaan nya.


Dari situ lah, Nury bertekat untuk mencari Adi sampai bertemu.


Setelah bertemu dengan Adi, Nury merasakan hadirnya kembali seorang keluarga.


Dan bertekat akan masuk kedalam kehidupan Adi, bukan dengan setatus merebut Adi dari kekasih nya, atau pun merebut cinta nya.


Tetapi ingin menjadi bagian dari keluarga nya saja.


Nury menitikkan air mata nya, usapan lembut tangan Adi di kepala Nury, dapat melumpuhkan semua saraf-saraf otot nya.


"Kamu itu persis seperti ibu mas, bertanya seperti kereta api saja, tidak memakai rem nya."


Adi tertawa terbahak-bahak, mentertawakan sifat Nury.


"Mas Adi apakah aku boleh minta sesuatu kepada mu mas.?"


"Katakanlah apa itu, asal jangan yang aneh-aneh saja.?"


"Apakah aku bisa menjadi bagian dari keluarga mu mas.?"


Pertanyaan Nury sontak membuat Adi terdiam, bagian dari keluarga.?


"Maksud kamu apa Nury, aku tidak paham.?"


"Aku ingin menjadi adik mu mas, dan ibu mu adalah ibu ku juga, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi mas," tempat aku berbagi kesedihan dan kebahagiaan.


Adi langsung memeluk Nury dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Adi pun dari dulu sangat menginginkan seorang adik, tetapi ibu nya tidak dapat hamil lagi, sehingga Adi mengubur impian nya itu dalam-dalam.


"Nanti kamu pergilah kerumah mas, bilang kepada ibu, apakah ibu mau apa tidak, dan kamu juga harus meminta izin kepada Lisa, karena mas tidak ingin nanti nya ada kesalah pahaman.!"


Belum sempat Adi melepaskan pelukan dari Nury, tiba-tiba dari arah belakang ada yang berdehem.


Ekhem ehem


Kata nya mau keluar mencari makan, aku tunggu lama ternyta sedang berpelukan dengan laki-laki lain.


Nury segera menghapus air mata nya, dan cepat-cepat melepaskan pelukan nya dari Adi.


"Maap mas ini bukan seperti yang kamu pikir, aku bisa menjelaskan nya mas."


Sebenarnya Lukman sudah mendengar semua nya dari awal sampai mereka berpelukan, jadi Lukman tidak boleh egois, dengan masalah satu ini.


Adi dapat melihat gelagat dari mantan sahabat nya ini, bahwa sebenarnya Lukman tidak marah, melainkan hanya membuat Nury takut saja.


Adi kembali memeluk Nury, agar dapat mencairkan suasana.


"Apakah kau sudah dapat menjinakkan pawang mu itu, adik ku sayang."


Adi menekan kata adik, agar Lukman menjadi semakin terpojokkan.


Nury mendengar kata adik yang keluar dari mulut Adi, segera memeluk Adi kembali.


"Apakah yang aku dengar ini tidak salah kak.?"


"Tentu saja tidak, datanglah kerumah ku, lakukanlah apa yang aku ucapkan tadi.!"


"Baiklah kak akan segera aku lakukan."


Adi segera mengusap lembut kepala Dimas.


"Semoga cepat sembuh boy."


Adi segera melangkah untuk menjauh, tetapi Lukman segera menghentikan langkah kaki Adi.


"Apakah kau tidak ingin menyapa aku lagi, aku ingin kembali dengan Nury dan ingin memperbaiki rumah tangga kami lagi," tetapi sekarang Nury sudah memiliki kakak, jadi aku harus meminta izin kepada saudara ipar ku ini.


"Apa yang ingin kau pinta, katakanlah aku ingin cepat pulang, ucap Adi."


"Adi aku ingin meminta maap atas semua yang pernah aku lakukan terhadap mu," aku menyesali semua yang pernah aku perbuat, aku pernah merebut kebahagiaan mu, dan mengahancurkan persahabattan kita.


"Sudahlah, aku sudah lama memaapkan mu," aku tidak pernah memiliki dendam sedalam itu terhadap mu, yang lalu biarlah berlalu aku sudah mengiklaskan semua nya.


Adi dan Lukman berpelukan dengan gaya khas laki-laki.


Dan Nury segera menghampiri Adi dan Lukman.


"Cepatlah kalian menikah lagi, jangan berlama-lama berdekatan dengan tanpa setatus.!"


"Iya secepatnya akan aku lakukan, kamu tenag saja," jawab Lukman.


"Mas Adi tadi kesini mau apa, kamu tidak menjawab pertanyaan ku.?"


"Adi menceritakan semua nya apa rencana nya datang kerumah sakit ini."


Dan Lukman dapat mencerna, masalah apa yang sekarang di alami oleh sahabat nya ini.


"Aku bisa membantu mu, itu hal mudah bagi aku."


"Benarkah mas, kamu bisa membantu mas Adi," tanya Nury.


"Iya benar, tenang saja akan ku urus semua nya," jawab Lukman.


Flashback Off


Adi dan Lisa sudah berada di rumah sakit, rencana nya hari ini adalah jadwal komotrapi tuan Dirgantara.


Adi belum menceritakan masalah nya dengan Nury, biarlah nanti Nury saja yang menjelaskan semu nya.

__ADS_1


Dan Nury juga belum menemui ibu Adi, karena Dimas blum bisa keluar dari rumah sakit.


"Sudah lama menunggu, maap aku baru sampai," ucap Lukman yang baru datang.


"Tidak, aku juga baru sampai," owh iya kenalkan ini Lisa calon istri ku dan Lisa ini sahabat ku Lukman.!'


Lisa terdiam seketika mendengar kata sahabat dan nama Lukman.


Adi yang tahu dengan kebingungan Lisa.


Adi menjelaskan semua nya dengan Lisa, dan Lisa sangat bersyukur persahabatan Adi dan Lukman menjadi kembali lagi.


"Kenalkan nama ku Lisa mas, terimakasih atas semua bantuan nya mas Lukman," ucap Lisa tulus kepada Lukman.


"Nama ku Lukman, sama-sama aku senang bisa membantu mu, dan jangan sungkan seperti itu," jawab Lukman.


Dari kejauhan Dokter sudah memberi isarat kepada Lukman, bahwa kemotrapi akan segera di mulai.


Dan Lukman segera membawa Adi dan Lisa ke ruang ganti para perawat untuk mengganti pakaian sebagai penyamaran nya.


Setelah berganti pakaian Adi dan Lisa segera masuk ke dalam ruangan kemotrapi yang di jalani tuan Dirgantara hari ini.


Sebelum masuk Lukman menjabat tangan Adi dan mengatakan.


"Semoga berhasil," ucap Lukman.


"Terimakasih ini semua berkat mu," jawab Adi dan segera masuk kedalam ruangan.


Di dalam ruangan kemotrapi sudah ada para dokter dan perawat, mereka yang tahu tujuan Adi dan Lisa kesini, segera menyingkir memberi ruang privasi untuk mereka berbicara.


Lisa yang melihat keadaan kakek nya merasa sedih, semua ini bukanlah sepenuh nya kesalahan kakek nya, berawal dari ketidak sengajaan dan akhirnya membawa masalah besar, hingga akhir nya berpisah selama nya.


Lisa segera menghampiri kakek nya.


Tuan Dirgantara merasa bingung dengan kedatangan dua perawat tersebut.


"Kenapa hanya kalian berdua saja, mana dokter dan perawat lain nya," kata tuan Dirgantara.


"Kakek."


Lisa segera memeluk tubuh kurus tuan Dirgantara tersebut, sambil menangis terisak.


"Kamu siapa,? kenapa memanggil ku dengan sebutan kakek.?"


"Apakah kakek tidak ingin bertemu dengan ku, aku cucu mu kakek anak dari Candra anak kandung mu," jawab Lisa dengan lantang.


Seketika jantung Dirgantara berdetak sangat cepat, mendengar nama anak nya Candra, yang selama ini sangat di nantikan kedatangan nya.


"Apakah benar kau cucu ku, dimana Candra," aku sangat merindukan anak ku, dia sudah lama pergi meninggalkan aku dengan almarhum ibu nya.


Tuan Dirgantara menangis sambil terisak di dalam pelukkan Lisa.


Lisa menceritakan semua nya tentang siapa diri nya dan kedua orang tua nya, dan menceritakan bahwa kedua orang tua nya telah meninggal dunia akibat di tabrak mobil, ketika ingin menghadiri perpisahan sekolah nya.


Dirgantara tidak dapat berbicara sepatah kata pun, hanya sura isakan tangisan nya saja yang terdengar.


"Kenapa kamu baru menemui kakek, apakah kamu juga marah kepada kakek.?"


"Mana bisa aku marah kakek, di dunia ini hanya kakek lah satu-satu nya kekuarga yang aku punya selain adik ku."


"Kenapa adikmu tidak di bawa, kakek juga sangat merindukan nya.?"


"Masuk kedalam sini pun kami harus menyamar kakek, mana bisa Lisa membawa Aya ke dalam sini," jawab Lisa.


"Berjanjilah kepada kakek, jangan tinggalkan kakek lagi.!"


"Lisa janji kakek, akan selalu menjaga kakek."


Setelah pembicaraan mereka selesai, Adi segera memanggil para dokter dan perawat agar segera melanjutkan kemotrapi tuan Dirgantara yang tertunda, dan di temani oleh Adi dan Lisa.


Gaes aku up lagi ya 🤗🤗🤗

__ADS_1


Masih penasaran dengan kelanjutan nya, tunggu bab aku selanjut nya ya 😊


Jika masih ada kesalahan dalam menulis kata-kata, mohon maap dan tolong beri aku komentar agar bisa memperbaiki lebih baik lagi 🤗🙏🙏🙏


__ADS_2