Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
End


__ADS_3

Setelah pulang dari makan malam di luar.


Radix dan keluarga kecil nya sampai di rumah.


Rahma menemani si kecil Falisha tidur, yang ingin bobo bersama mama nya.


Setelah Falisha tertidur, Rahma keluar dari kamar anak nya, dan masuk kedalam kamar milik nya bersama Radix.


"Falisha sudah tidur sayang .?"


"Sudah mas, baru saja," aku mau bersih-bersih dulu mas, badan ku lengket.


Setelah beberapa menit Rahma keluar dari kamar mandi, dan Rahma merias muka nya dengan secantik mungkin.


Radix mendekati Rahma dan memeluk Rahma dari belakang.


Radix juga mencium tengkuk leher Raham, hingga membuat Rahma terbuai akan sensasi-sensasi yang Radix berikan.


Rahma mengalungkan ke dua tangan nya ke leher Radix.


Dan Radix membawa Rahma ke atas kasur menikmati malam panas mereka.


Semua pakaian mereka terlepas dan tidak tersisa sehelai benang pun.


Membuat kamar yang yang tidak terlalu besar itu, menjadi saksi percintaan ke dua insan yang saling mencintai dan takut kehilangan.


De****n, dan erangan terdengar jelas bersahut-sahuttan.


Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka berdua.


Hingga jam menunjukkan pukul tiga pagi, permainan panas mereka selesai.


Radix tidak memberi jeda sedikitpun di saat permainan panas itu dimulai.


Hingga Rahma terkulai lemas, saat meimbangi permainan panas sang suami.


Radix tidak pernah mengenal kata lelah soal masalah bercinta.


Namun juga Rahma tidak pernah menolak di saad Radix meminta hak nya.


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah mau bersama ku," ucap Radix.


"Sama-sama mas, itu sudah menjadi kewajibanku menemanimu di saat kau senang dan susah.


Mereka berdua saling berpelukkan menikmati sisa-sisa percintaan yang masih melekat di tubuh mereka.


****


Di kediaman Lukman


"Sayang hari ini aku mau ke kota, apa kamu juga mau ikut.?"


"Terus Dimas sama Keira mas.?"


"Ya di bawa juga dong sayang, kamu ini efek terlalu lama di kampung ya," goda Lukman yang memencet hidung Nury.


"Apa, mas Lukman mau ngatain aku kampungan iya.?"


"Ko istri mas ini aja sensitif banget sih, malu loh nanti kelihatan sama anak-anak."


"Mas juga sih ngatain aku kampungan."


"Mana mas berani sayang, ngatain istri mas ini."


Muka Nury sudah dalam mode ngambek.


Hingga cepat-cepat Lukman memeluk Nury.

__ADS_1


Hal ini lah yang selalu Lukman lakukan di saat mereka sedang berduaan.


Lukman selalu mencari kesempatan agar bisa membuat sang istri, menjadi marah.


Namun Lukman baru menyadari, bahwa sangat beharga Nury di samping nya.


Tuhan sangat baik, masih memberi kesempatan mereka berdua untuk bahagia.


Yang pastinya saat ini mereka sangat bahagia dan di beri dua malaikat indah yang menemani hari-hari mereka.


"Maapkan mas sayang, mas hanya bercanda saja," ayo sayang mas bantu siap-siap ya, kita tidak perlu membawa pakaian banyak karena kita hanya tiga hari saja di sana sayang.


"Iya mas, aku juga mau siap-siap," jawab Nury.


Setelah mereka semua sudah siap, Lukman dan Nury pamit kepada ayah Lukman, untuk pergi ke kota beberapa hari.


Karena perusahaan harus Lukman yang menghadiri.


Setelah mereka selesai berpamitan.


Lukman menaiki mobil nya dan pergi meninggalkan kampung tersebut untuk ke kota.


Setelah beberapa jam di perjalanan, Lukman akhir nya sampai di sebuah apartemen yang lumayan mewah.


Partemen tersebut, berdekatan dengan kantor Lukman yang ada di kota.


Sedangkan rumah Lukman yang dulu nya, sudah Lukman jual karena Nury tidak ingin mengingat lagi semua kenangan buruk yang pernah mereka alami.


Si kecil Keira yang belum pernah keluar kota sama sekali merasa senang.


Sedari tadi dia asik lompat-lompat kesana kemari dan berlari-lari.


Sedangkan Dimas, anak laki-laki itu hanya cuek saja memainkan game yang ada di hanphone nya.


"Sayang jangan lari-lari nanti terjatuh,!" ucap Nury.


"Rumah nya besar mama, Kei suka."


"Kenapa mas.?"


"Tidak apa-apa sayang, mas sangat bahagia Tuhan masih memberi kesempattan untuk kita bersama."


"Iya mas aku percaya itu," semoga saja kedepan nya kamu lebih banyak berhati-hati, karena masih banyak pelakor-pelakor yang mengincar lelaki kaya dan menjadi mangsa mereka selanjutnya.


"Iya sayang, maapkan mas yang sudah melukai hati kamu," tetaplah bersama mas dan kita akan menua bersama dan membesarkan anak-anak kita.


****


Di kediaman Kavindra


Oekkkkk Oekkkkkkk


"Sayang kamu tidak apa-apa,?" kenapa muka kamu pucat sekali.?


"Aku juga tidak tahu sayang, rasa nya kepala ku pusing dan terus mual-mual."


"Apa jangan-jangan sayang.?"


"Jangan-jangan apa,?" apa aku sakit parah sayang, jawab Bella.


"Jangan-jangan kamu hamil sayang, ayo kita cek ke rumah sakit dulu.!"


"Memang sih sayang aku telat datang bulan sudah sebulan lebih, tapi aku takut kalo aku tidak hamil melainkan sakit keras."


Kavindra langsung memeluk Bella dengan erat.


Dia sangat percaya kalo ini bukan sakit keras melainkan Bella sedang hamil mengandung anak nya.

__ADS_1


"Percayalah kepada ku sayang, ini adalah tanda-tanda kehamilan," ayo sayang kita periksa dulu ke rumah sakit.!


Mau tidak mau Bella mengikuti apa kata suami nya.


Bella tidak ingin melihat suami nya kecewa, karena kehamilan ini sangat-sangat di tunggu Bella dan Kavindra.


Beberapa menit kemudian akhirnya Kavindra dan Bella sampai di rumah sakit terbesar yang ada di kota ini.


Kavindra mengambil nomer antrian dan menunggu saatnya panggilan Bella tiba.


Beberapa menit akhirnya nama Bella di panggil.


Bella dan Kavindra masuk ke dalam ruangan dokter tersebut.


Seorang dokter perempuan tersenyum melihat kedatangan mereka berdua.


"Selamat siang tuan Kavindra, ada yang bisa saya bantu atau ada keluhan dengan nyonya Bella."?


"Istri saya punya keluhan mual-mual dan pusing kepala dokter."


"Silahkan berbaring dulu nyonya.!"


Bella berbaring di atas ranjang rumah sakit, dan perutnya sudah di olesi dengan jel.


Terlihat jelas ada janin di layar monitor.


Sungguh penantian Bella dan Kavindra akhir nya terwujud.


Apa yang mereka harapkan akan segera hadir di dunia ini.


"Terimakasih sayang, kamu telah memberikan malaikat kecil yang berwujud nyata, ucap Kavindra.


"Sama-sama sayang, ini sudah menjadi kewajiban ku mengandung dan melahirkan anak-ank mu," jawab Bella.


Ahkirnya mereka berpelukkan, menikmati kebahagiaan yang akan segera hadir.


****


Di kediaman Adi Prasetryo


"Sayang nanti jika si kembar sudah besar kita bakal berduaan lagi dong," ucap Adi.


"Terus mau kamu apa mas, jangan aneh-aneh deh," jawab Lisa.


"Nambah adik lagi dong sayang buat si kembar, kamu lepas saja kb nya.!"


"Mas ih, permintaan nya aneh-aneh saja."


"Bukan aneh-aneh sayang, banyak anak kan banyak rezeki juga, buktinya semua rezeki yang kita miliki itu berkat doa anak-anak juga."


"Mikir nanti saja lah mas," jawab Lisa malu-malu.


Adi memeluk tubuh Lisa dengan sayang.


Di saat anak-anak mereka sibuk dengan dunia nya, Adi terkadang merasakan kesepian.


Adi kangen saat Lisa hamil, saat Lisa ngidam.


Dan Adi berharap walaupun si kembar nanti nya sudah besar, Lisa masih mau mengandung benih-benih yang banyak dari Adi.


Hai gaes maap ya aku baru up, kemaren itu aku sibuk banget gaes. 😊🙏🙏🙏


Baru bisa up lg hari ini.


Aku janji deh gaes hari ini up nya 2 kali 😊😊


Senghaja ya gaes aku bikin End cerita nya.

__ADS_1


Karena janji aku kemaren aku akan membuat cerita si kembar sudah besar, dan cerita cinta Aya akan aku mulai di sini.


Nanti juga ada selingan ke romantisan Adi dan Lisa juga, walaupun anak-anak mereka sudah besar, namun cinta Adi dan Lisa tidak pernah pudar.


__ADS_2