Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Wanita Hebat


__ADS_3

Semandiri apapun aku, pasti ada satu waktu dimana aku ingin menjadi wanita manja seperti wanita yang lainnya.


Bisa bersandar dan menangis, dalam pelukan ketika semua terasa berat dan melelahkan.


Tetapi keadaan memaksaku harus menjadi wanita yang kuat, dan mandiri.


Harus tersenyum pada dunia, setelah apa pun masalah yang menimpa dan rintangan yang menghadang.


Harus bisa mengusap air matanya sendiri.


••••


Saat di perjalanan, menuju ke kossan Lisa.


Adi melihat ada sebuah gerobak yang menjual minuman ronde atau sejenis minuman Jahe hangat yang di campur berbagai isian.


"Kita mampir kesana dulu ya," aku pengen yang hangat-hangat.


"Baiklah tapi jangan lama-lama ya mas," aku kasihan sama Aya, ini sudah jam 12 malam loh.


"Iya setelah ini kita pulang."


Setalah mereka sampai di tempat, Adi memesan 1 gelsas minuman ronde, dan Lisa hanya memesan Teh hangat saja.


"Yakin kamu tidak mau," tanya Adi.


"Tidak mas," aku tidak suka minuman itu.


Lisa hanya diam saja, sebenar nya dia sangat malu sekai dengan Adi, karena saat Lisa dan Rahma beradu mulut, tanpa Lisa sadari, dia mengatakan bahwa Adi menyukai tubuh nya yang masih segar dan woww.


Itu sangat memalukan buat Lisa, tapi apa boleh buat, perkataan Rahma sangat membuat Lisa geram.


"Kamu kok diam saja."


"ti' tidak," kenapa mas, Lisa semakin gerogi saat bertatapan muka dengan Adi.


"Kok muka kamu merah sih."


"Ti' tidak," mas salah lihat kali, muka Lisa tambah merah, dia sangat gerogi.


Sedangkan Adi, dia semakin semangat untuk menggoda Lisa.


"Kamu wanita hebat," Adi berkata dengan serius, tanpa ada kata bercanda lagi.


"Maksud mas Adi,?"


"Kamu wanita sangat hebat," kamu bisa bersikap kuat seperti tadi di depan lawan mu, tapi sejujur nya mas lihat kamu menyimpan banyak kesedihan.


"Maapkan mas," sudah membawa mu kedalam masalah ini."


"Mas ngomong apa sih," tidak papa aku iklas ko bantu mas.


Perempuan seperti itu, dia tidak memiliki syukur.


Sesuka hati dia meninggalkan mas dengan seribu kata alasan, tetqpi dengan mudah nya dia mengatakan ingin kembali.


"Mas saran aku," mas Adi harus hati-hati, dia tife cwe nekat mas.

__ADS_1


Bisa saja tadi dia mengalah, belum tentu besok dia akan mengalah lg.


Adi berpikir, ada benarnya perkataan Lisa, dia harus berhati-hati mulai sekarang dan menyelidiki apa maksud nya ingin mengajak kembali.


"Lisa kamu percaya kan sama mas.?"


Lisa bingung, dia harus percaya apa.


"Percaya untuk apa mas.?"


"Percaya," jika terjadi sesuatu kepada mas, itu semua bukan kesalahan mas.


"Tergantung," jika masuk akal ya percaya, jika tida, lihatlah nanti.


"Terimakasih Lisa," selalu ada untuk mas.


"Sama-sama mas," jawab Lisa.


Setelah perbincangan serius mereka tadi.


Lisa sampai ke kossan nya dengan selamat.


"Mas Adi hati-hati ya," terimakasih untuk hari ini.


Lisa tersenyum manis kepada Adi,


senyuman itu yang membuat Adi semakin yakin, bahwa Lisa adalah wanita yang sangat berarti dalam hidup nya.


Tapi Adi tidak ingin cepat mengambil keputusan nya, dia tidak ingin salah kedua kali nya mengambil keputusan.


Karena sudah jam satu malam, Adi membuka pintu rumah nya, menggunakan kunci cadangan.


Sesampainya ke dalam rumah, Adi melepaskan semua pakain nya, dan masuk ke kamar mandi..


Mungkin mandi di tengah malam, bisa menyegarkan hati dan tubuh nya.


Kenapa dia datang di saat aku sudah mulai melupakan nya, di saat aku mulai membuka hati ku lagi.


Apa rencana nya, aku harus berhati-hati, guman Adi.


Setelah selesai mandi malam nya, Adi mengenakan baju kaos, dan celana pendek ala rumahan.


Adi membaringkan tubuhnya di tilam kecil nya.


Serumit ini kah hidup ku, hingga Adi terlelap dalam menuju alam mimpi nya.


Azan Subuh berkumandang, Lisa bangun dari tidur nya, kepala nya sangat pusing, dia baru tertidur baru empat jam.


Segera dia membangunkan adik nya, dan mengajak nya sholat subuh bersama.


Setelah sholat subuh, Lisa ke dapur memasak makanan untuk mereka berdua.


••••


Di kediaman Adi Prasetyo


"Adi," panggil ibu nya.

__ADS_1


"Iya bu ada apa."


"Jam berapa kamu pulang malam tadi, dan kamu kemana," pertanyaan ibu nya seperti wartawan saja, yang sedang meliput berita.


"Ibu bertanya satu-satu," kenapa ibu sekarang setelah kenal dengan Lisa, jiwa kepo ibu yang dulu kumat lagi.


"Anak nakal ya," ibu mu bertanya kau malah meledek ibu, lah cocok kan kalo ibu sama Lisa jiwa kepo nya meronta-ronta.


"Baiklah ibu," kalo sudah di bicarakan Lisa, ibu bicara nya tidak pakai rem saja, Adi meledek ibu nya tidak henti-henti.


Dia kangen dengan ibu nya ini, sepertinya ibu nya ini sangat bahagia setelah mengenal Lisa.


"Adi malam tadi bersama Lisa bu."


"Apaaaa anak nakal," dasar ya memang nya otong mu itu tidak bisa di tahan apa, halalkan dulu dia, jangan mentang-mentang dia lebih muda, dan polos kau main terkam-terkam saja.


"Akan ku sunat lagi otong mu itu," berani nya kau melampaui batas mu.


Ibu nya marah, dan memukul-mukul adi membabi buta.


Emosi nya meluap-luap.


"Wahhhhh ibu," kau tau ternyata Lisa sangat pandai goyangan nya bu buehhhh mantap bu Adi sampai tidak bisa berhenti, jika Adi tidak ingat di rumah ada ibu, bisa-bisa Adi tidak akan pulang.


Ibu nya semakin geram, Adi makin tertawa terbahak-bahak, dia senang sekali membuat ibu nya marah-marah.


"Sudah ibu," berhenti mehakimi anak mu ini, Adi mulai mode tegas.


"Bagaimana kau bisa setenang ini," kau melecehkan anak orang, hiks hiks hiks.


"Aitsss ibu," kenapa kau malah menangis, sudah lah aku hanya bercanda saja bu, mana mungkin aku berbuat seperti itu sama Lisa.


"Maksud kamu," tadi bilang nya main sama Lisa sampai puas, kau membohongi ibu mu.?


Adi tertawa, sungguh sangat bahagia dia sepagi ini bisa membuat ibu nya marah-marah hanya karena Lisa.


Lisa kau wanita luar biasa, bagaimana bisa pertemuan yang paling singkat, kau bisa membuat ibu ku sebahagia ini dan mengkhuatirkan mu secemas itu, batin Adi.


Adi mulai meceritakan semua masalah malam tadi, mulai dia menjemput Lisa, dan telepon dari Rahma, sampai kata-kata Rahma yang ingin kembali kepada nya.


Sungguh ibu sangat geram kepada sikap Rahma, yang se enak nya, semau dia saja.


Dimana akal sehat dia, dulu saja meninggalkan anak nya mencaci maki, dan mengatakan lelaki yang sangat miskin.


"Huhhhh tak sudi aku," punya mantu seperti itu.


"Ibu pikir Adi juga mau," ogah lah bu.


Saat mereka asik bercerita, tiba-tiba pintu di ketok.


Tok tok tok....


"Assalamu Alaikum."


Huhhhhhhhh akhir nya selesai juga 😔😔 mood ku naik turun gaes 😅, jadi lama selesai nya.


Tinggalkan jejak kalian ya, maapkan aku bila ada kesalahan dalam kata-kata nya 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2