Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Restu Dari Kakek


__ADS_3

Setelah selesai kemoterapi, Adi dan Lisa pamit untuk pulang ke rumah.


Karena tidak ingin berlama-lama, takutnya ada yang curiga.


"Kakek harus semangat untuk cepat sembuh, ingat kakek masih ada aku dan Aya.!"


"Iya, sekarang kakek harus semangat untuk sembuh, biar kakek cepat tahu siapa dalang semua ini," dia harus mendapatkan balasan nya karena sudah membuat kesalah pahaman ini.


"Lisa setuju kakek, cepat sembuh ya demi Lisa dan Aya.!"


Setelah mereka selesai bicara, tuan Dirgantara mengalihkan pandangan nya ke Adi.


Dari tadi Lisa belum mengenalkan siapa laki-laki yang ada di samping cucu nya ini.?"


"Apa yang masih ada kakek belum ketahui.?"


Lisa dan Adi merasa bingung, karena semua nya telah mereka ceritakan.


"Apa kek, semua nya sudah Lisa ceritakan."


"Dari tadi kamu belum mengenalkan siapa lelaki yang ada di samping kamu.?"


Lisa menepuk jidatnya, benar apa yang di katakan oleh tuan Dirgantara, dari tadi Lisa tidak mengenalkan sedikitpun siapa Adi, dan asal usul Adi.


"Hehehehe iya maap kakek, Lisa lupa karena asik dengan cerita kita."


Lisa lalu mengenalkan siapa Adi, dan awal mula mereka bertemu, sampai semua kebaikan yang pernah Adi dan ibu nya berikan kepada Lisa dan Aya, dan tidak lupa, Lisa menceritakan hubungan nya dengan Adi.


Dirgantara menitikkan air mata nya, betapa susah nya hidup kedua cucu mereka.


Sampai merantau ke kota mencari pekerjaan untuk memenuhi kehidupan.


Dirgantara lalu memegang tangan Adi.


Dan berkata kepada Adi.


Tolong jaga cucu saya, jangan kau pernah sakiti hati maupun fisik nya.


Saya percayakan semua nya kepada mu.


karena saya belum tentu akan selalu ada di sisi mereka.


Dan aku merestui hubungan kalian berdua, berbahagialah.


"Aku berjanji kek dalam suka maupun duka, aku akan selalu ada buat Lisa dan Aya, aku akan membahagiakan mereka dengan cara ku," jawab Adi.


"Terimakasih untuk semua nya nak Adi."


Setelah berkata seperti itu, Dirgantara beralih kepada Lisa, dan memegang tangan Lisa dengan erat,


"Kakek akan menyerahkan semua aset perusahaan kepada mu, karena itu adalah hak papah mu Candra.!"

__ADS_1


"Tidak perlu kek, aku tidak membutuhkan itu," tolak Lisa secara halus.


"Itu adalah hak Candra, papah mu," dia berhak mendapatkan itu semua karena dia anak ku satu-satu nya.


"Masih ada paman Kavindra kek, dia juga berhak memiliki itu semua," jawab Lisa.


Sebenarnya Dirgantara sudah mengetahui kelakuan dan dalang semua masalah yang ada di keluarga nya.


Kesalah pahaman, yang terjadi adalah ulah hasil dari Kavindra.


Dirgantara sebenarnya ingin sekali menyingkirkan Kavindra, namun apa daya, niat dan rencana nya sudah di ketahui oleh Kavindra.


Semoga kebaikan dapat berpihak kepada ku, batin Dirgantara.


Karena semua anak buah Dirgantara berpihak kepada Kavindra, pengecara yang selalu berpihak kepada Dirgantara, telah meninggal karena kecelakaan.


Entah itu musibah atau sudah di rencanakan.


Dirgantara tidak dapat berbuat apa-apa lagi, semua yang dia miliki lenyap tak bersisa.


"Maapkan kakek Lisa, karena kakek tidak berdaya lagi, semua sudah di kendalikan oleh Kavindra," jelas Dirgantara sambil meneteskan air mata nya.


"Tidak apa-apa, bagiku kesehatan kakek lebih penting, daripada harta."


Setelah selesai berbicara, Lisa dan Adi segera keluar dari ruangan tuan Dirgantara.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang telinga yang mendengar percakapan mereka bertiga.


••••


Setelah pulang dari rumah sakit, Adi dan Lisa mampir ke warung makan sederhana.


Yang menjual menu makanan lesehan.


"Kamu mau mesan apa,? tanya Adi kepada Lisa."


"Aku mau ayam geprek dan minum nya es teh manis," jawab Lisa.


"Aku mau nasi sop, dan minum nya teh tawar saja," jawab Adi kepada pelayan.


Pelayan pun pergi meninggalkan Adi dan Lisa.


"Mas kok aku merasa tidak tenang ya kalo meninggalkan kakek sendiri," ucap Lisa kepada Adi.


"Mungkin perasaan mu saja, kan disana ada Bella, yang menjaga kakek," orang nya tuan Kavindra.


"Tapi aku merasa tetap tidak tenang mas," aku merasa sepertinya aku akan sulit bertemu dengan kakek lagi.


"Percayalah kepada mas, kakek mu tidak akan kenapa-napa," kita akan cari cara lagi agar bisa bertemu dengan kakek mu.


Adi sebenarnya juga merasakan hal yang tidak wajar, tapi Adi segera menyingkirkan pikiran kotor nya itu.

__ADS_1


Pelayan datang membawa pesanan Adi dan Lisa.


"Terimakasih," ucap Adi dan Lisa bersamaan, kepada pelayan tersebut.


Adi dan Lisa menikmati makan yang sudah mereka pesan.


Dari kejauhan ada seorang ibu-ibu datang menghampiri Adi dan Lisa.


"Ehh mas Adi kan driver ojek online itu," tanya ibu-ibu itu kepada Adi.


"Iya benar saya Adi bu driver ojek online," jawab Adi.


"Owh iya mas Adi, apakah besok mas Adi bisa membantu saya.?"


"Membantu apa ya bu, kalo boleh saya tau.?"


"Ini loh mas Adi, besok itu saya banyak banget buat ketringan," nah kebetulan suami saya sedang sibuk, jadi saya perlu jasa mas Adi untuk mengantarkan pesanan ketringan saya.


"Wahh boleh sekali bu, insya Allah saya bisa bu," jawab Adi dengan semangat.


"Terimakasih sekali loh mas Adi, Alhamdulillah saya tidak repot-repot mencari jasa ojek online lain."


"Terimakasih juga bu, sudah mempercayai saya," jawab Adi dengan semangat.


"Owh iya mas ini kartu nama saya besok langsung datang saja ketempat saya.!"


"Baik bu, terimakasih."


Setelah ibu-ibu itu pergi dari warung makan tersebut.


"Wahh mas Adi sangat terkenal ya di kalangan para ibu-ibu," pasti para gadis-gadis muda, mas Adi adalah idola mereka.


"Kamu bisa saja, walaupun mas banyak yang mengenali nya," mas tetap Adi biasa ko.


"Masa sih mas, pasti banyak penumpang mas yang cantik-cantik kan," kata Lisa dengan wajah cemberut.


"Benaran sayang, apa kamu masih meragukan mas," kita sudah di beri restu oleh kakek mu, tinggal menunggu kakek sembuh saja kita akan segera melaksanakan pernikahan.


"Beneran ya mas, mas Adi tidak boleh melirik perempuan mana pun, selain aku.!"


"Walaupun cantik-cantik, tetap wanita yang ada di depan mas ini yang selalu mengisi hati dan pikiran mas."


Lisa tersenyum setelah mendengar kata-kata manis dari Adi.


Adi segera membayar makanan yang mereka pesan tadi, dan tak lupa Adi juga membawa makanan tersebut untuk ibu dan juga Aya yang ada di rumah.


Adi dan Lisa meninggalkan warung makan tersebut sambil bergandengan tangan, sambil menaiki motor metik Adi.


Hai gaes maap aku baru up 😊🙏🙏🙏


Selamat membaca 😊

__ADS_1


Dan selamat menunaikan ibadah puasa 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2