Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Koma


__ADS_3

Setelah Adi kembali ke rumah sakit, Adi melihat Lisa yang mondar-mandir seperti setrika.


"Lisa kamu kenapa.?"


"Mas Adi aku takut mas, ta-tadi mas hiks hiks hiks."


"Tenang dulu, ceritakan kepada mas ada apa."


"Aya mas, hiks hiks hiks."


Lisa tidak dapat lagi untuk bicara, tangis nya pun pecah, terdengar di seluruh ruangan IGD itu.


Adi hanya pasrah, Lisa menangis dalam pelukan nya, sambil terisak, dan tidak dapat bicara kenapa tiba-tiba menangis histeris seperti ini.


tiba-tiba dokter keluar dari ruangan IGD dan mengatakan malam ini juga Aya harus segera di operasi, jika tidak, maka nyawa nya tidak akan bisa di selamatkan.


Dan Adi langsung meng iya kan saja dan berkata lakukan dengan terbaik, masalah biaya insya Allah mencukupi saja.


Lisa yang mendengar bahwa Adi menyanggupi biaya operasi adik nya, ada merasa kelegaan.


Operasi di lakukan malam hari pada waktu sudah menunjukkan jam 12.00.


Lisa masih betah berada dalam pelukan Adi, pelukan yang dapat membuat Lisa menjadi tenang.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, mereka sedang berperang dalam pikiran masing-masing.


Hingga Lisa mulai membuka suara nya, dan berkata.


"Mas Adi, apa aku sama Aya terlalu merepotkan mu.?"


Adi mengkerutkan alis nya, bahwa dia tidak mengerti apa maksud yang dikatakan Lisa.


"Kamu ngomong apa, mas tidak ngerti.?"


"Biaya operasi Aya jumlah nya sangat besar mas," bahkan aku sendiri saja tidak bisa mendapatkan uang segitu.


"Mas kan sudah bilang, jangan merasa merepotkan mas," kalian berdua sudah mas anggap tanggung jawab mas sendiri, jadi apa pun yang terjadi diantara kalian berdua, itu kewajiban mas terhadap kalian.


"Mas Adi baik banget sama aku," orang lain tidak akan mungkin seperti mas.


"Karena mas kan calon suami kamu,"


apa pun yang bersangkutan kepada mu dan Aya, itu tanggung jawab mas.


"Terimakasih mas," sambil memeluk erat tubuh Adi.


"Ada yang betah nih lama-lama nempel di badan mas," udah tidak tahan ya.?


Adi menggoda Lisa, biar bisa mengurangi sedikit kesedihan dalam hati Lisa.


"Enggak tuh."


Lisa melepaskan pelukan nya kepada Adi, tetapi Adi menarik kembali tubuh Lisa kedalam pelukan nya.


"Biarlah seperti ini, mas juga merasakan kenyamanan saat bisa memeluk mu."


Tidak lama setelah itu ruang opersi terbuka, dan keluarlah dokter bersama tim operasi membawa Aya ke ruangan pemulihan.

__ADS_1


Lisa dan Adi segera mengikuti, kemana Aya akan di bawa.


Tiba di tempat, dokter berkata bahwa operasi sudah berjalan dengan lancar, dan darah yang menggumpal di kepala Aya Alhamdulillah sudah bisa di hilangkan.


Mungkin menunggu sampai besok baru akan sadar, jika belum sadar atau tidak ada pergerakan, kita periksa kembali.


Dokter dan tim perawat pergi meninggalkan Adi dan Lisa berdua.


Adi dan Lisa, masuk ke dalam ruangan pemulihan, ruangan yang tidak terlalu besar, di karenakan tergantung dengan keadaan uang yang Adi punya.


"Maapkan mas Lisa, hanya ruangan ini yang mas bisa berikan ke kalian."


"Mas ngomong apa sih, ini juga Alhamdulillah banget mas."


"Di sini tidak ada sopa nya Lisa," jadi kita tidur nya di lantai saja tidak apa-apa kan, besok mas janji akan bawakan kasur lipat biar tidur nya tidak terlalu sakit.


Lisa yang melihat perhatian yang Adi berikan kepada nya, sudah tidak meragukan lagi, ketulusan cinta yang Adi tunjukkan.


"Terimakasih mas, mas selalu ada di samping ku."


"Sama-sama sayang," mas yang harus nya berterimakasih kepada mu, berkat ada nya kamu dan Aya, semangat mas kembali lagi.


Malam ini Adi dan Lisa tidur berdua, beralas kain tipis untuk menahan dingin nya lantai rumah sakit.


Para reader kalian bisa membayangkan sendiri ya, bagaimana malam ini Lisa dan Adi seperti apa tidur nya, tidur berdua bukan berarti seperti orang yang bermesraan ya, tidak ada juga peluk-peluk dan cium, karena Adi sangat menghormati Lisa.


Di lain tempat


Seorang laki-laki, berusia delapan belas tahun.


Dia sangat ketakutan, seumur hidup nya tidak pernah berbuat seperti ini.


Akhh sial, kenapa aku bisa ceroboh sekali, bagaimana jika anak kecil itu mati.


Seorang laki-laki bertubuh kekar, walaupun sudah berusia kepala lima, tapi ketampanan nya tidak bisa di remehkan.


"Hai boy, kenapa muka mu di tekuk seperti itu.?'


"Tidak apa-apa dad," aku hanya sedikit pusing saja.?


"Jangan membohongi daddy mu ini boy."


"A-anu dad, sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Arden aku ini orang tua mu, sebesar apa pun masalahmu jangan kau coba menutupi nya dari ku, kata Kavindra ayah nya Arden.


"Arden menabrak anak kecil dad, Arden tidak berani, jadi langsung pergi meninggalkan nya yang kejang-kejang di tengah jalan.


"Sudahlah, jangan kau pikirkan lagi," jika dia mati ya bagus, jadi mulai hari ini jangan kau pakai lagi mobil mu itu.


"Kenapa dad, itu adalah mobil kesayangan ku.?"


"Apa kamu mau, jika polisi menemukan mu dan di penjara."


Arden bergidik ngeri, itu tidak akan mungkin, mana mungkin anak seorang pengusaha besar akan jadi boronan.


"Baiklah dad, aku tidak akan memakai mobil itu lagi."

__ADS_1


Dasar anak nakal, tidak anak, tidak ibu nya suka saja keluyuran tidak jelas.


Kavindra berusia limah puluh tahun, dia pengusaha besar di kota jakarta, memiliki istri yang bernama Desi ibu dari Arden.


Tetapi naas nya Desi meninggal dunia setelah melahirkan Arden.


Setelah Arden berusia sepuluh tahun, Kavindra menikah lagi dengan seorang model yang bernama Larasati, yang berusia dua puluh tujuh tahun.


Di awal pernikaha nya Larasati bersipat baik dan ramah dan selalu berada di rumah ketika Kavindra pulang dari kantor, tapi lama kelamaan setelah Larasati menjadi seorang model, dia jadi jarang pulang kerumah.


Kembali lagi ke rumah sakit.


Adi terbangun dari tidur nya jam menunjukan waktu 06.00 pagi.


Adi melihat kesamping nya, ternyata Lisa tidur dengan nyenyak walaupun hanya tidur di lantai yang sangat dingin.


Adi melihat lagi ke arah Aya, ternyata belum ada tanda-tanda sadar, Adi seketika sadar bahwa dokter mengatakan jika pasien belum menunjukan kesadaran nya, segera hubungi pihak rumah sakit.


Adi segera membangunkan Lisa.


"Lisa, Lisa bangun sudah pagi."


"Ada apa sih mas, kok bangunin aku seperti itu.?"


"Ayo bangun Lisa, mas mau keruangan dokter."


Mendengar kata dokter Lisa bangun dari tiduran nya, dan melihat je arah adik nya.


"Mas Aya belum sadar.?"


"Iya Aya belum sadar, maka nya mas ingin bertanya dulu kepada dokter, semoga Aya baik-baik saja.


Adi cepat-cepat pergi meninggalkan Lisa, yang mulai menitikkan air mata nya, Lisa cepat-cepat membereskan perlengkapan tidur mereka tadi malam , sebelum dokter datang.


Tidak lama, Adi, dan dokter datang di ikuti dengan para perawat.


Dokter memeriksa keadaan Aya, seharus nya sekarang Aya sudah sadar, tetapi setelah dokter memperiksa dokter bisa menyimpulkan bahwa pasien mengalami keadaan koma.


"Bagaimana adik saya dokter," kata Adi.


"Maapkan kami pak, setelah saya periksa dan saya simpulkan pasien mengalami koma."


Bagai di sambar petir, tubuh Lisa merosot kelantai, cobaan apa lagi ini.


Lisa menangis sambil terisak, Adi yang mendengar pun tak kalah terkejut nya, tapi Adi harus kuat, karena Lisa saat ini sangat membutuhkan nya.


Alhamdulillah aku up lagi gaes 😊😊


semoga kalian merasa terhibur ya dengan cerita ku.


Jika masih ada kesalahan dalam menulis kata-kata, tolong beri komentar kalian ya 😊🙏🙏🙏🙏


Sebelum tiba nya bulan RAMADHAN


saya dengan rendah hati meminta maap atas segala ke khilafan yang telah saya lakukan baik di senghaja atau tidak.


Dan semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Allah.😊😊😊🙏

__ADS_1


__ADS_2