Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Melahirkan 2


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 07.00.


Telah lahir seorang bayi perempuan yang cantik, rambut tebal dan lucu


Lahir dengan selamat tanpa ada kekurangan sedikit pun.


Di beri nama Falisha yang arti nya kebahagiaan.


Semoga rumah tangga Radix dan Rahma akan berjalan dengan kebahagian.


Flashback On


Rahma mengejan sekuat tenaga, dan di temani Radix di samping nya.


Yang selalu memberi semangat buat calon istri nya itu.


Sedangkan ibu Radix, dia merasa trauma jika melihat orang melahirkan.


Sehingga memori dalam pikiran nya terputar kembali.


Nenek Ningsing memberi kata-kata agar Rahma mudah untuk melahirkan.


Rahma menuruti setiap ucapan nenek Ningsih tersebut.


Jika kata nenek Ningsih mengejan Rahman pun ikut me ngejan.


Jika kata nenek Ningsing bilang tarik napas, Rahma menarik napas nya.


Sekitar lima jam lama nya Rahma berjuang untuk melahirkan bayi perempuan.


Akhir nya kebahagiaan mereka lengkap sudah.


Flashback Off


Di kediaman Adi dan Lisa.


Mereka berdua sedang jalan-jalan pagi.


Agar saat persalinan nanti Lisa dapat meningkatkan fleksibilitas dan meningkatkan otot-otot pinggul.


Hal tersebut dapat melancarkan persalinan yang lebih cepat, mudah, dan bebas rasa sakit.


Jalan kaki di pagi hari dapat melahirkan secara normal.


Namun karena Lisa memiliki empat janin, terpaksa niat awal nya ingin melahirkan secara normal, akan di rubah menjadi caesar.


Adi dan Lisa berjalan berkeliling kampung.


Mereka berdua saling tertawa dan bercanda.


Terkadang mereka saling berpelukan dan bergandengan tangan.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan dengan tatapan yang tidak suka.


"Mas aku kok tiba-tiba lapar,?" aku mau makan nasi sop yang ada di pinggir jalan sana, ucap Lisa.


"Baiklah tuan putri, kita kesana sekarang," jawab Adi, dengan memperlakukan Lisa seperti ratu.


Saat mereka sampai di tempat warung yang menjual sop dan soto, Lisa sangat merasa senang.


Adi yang melihat pun juga ikut senang.

__ADS_1


Mereka memesan dua porsi nasi sop dan dua gelas teh hangat.


Adi merasa sangat bersyukur karena memiliki istri yang sederhana.


Tidak pernah meminta hal yang terlalu berlebihan, seperti banyak nya perempuan jaman sekarang.


Lisa selalu mensyukuri apa yang di berikan oleh Adi.


Dia tidak pernah meminta hal yang akan nanti nya menjadi tidak berguna.


Dan itu menjadi poin flus wanita limited edition bagi Adi.


Saat makanan mereka sudah datang, Lisa memakan dengan lahap.


Walaupun Lisa memiliki anak kembar, namun cara makan nya tidak terlalu porsi banyak.


Tetapi walaupun tidak dengan porsi banyak, makan Lisa sering seperti cemilan, kue, buah-buahan.


"Jangan cepat-cepat sayang," mas tidak akan meminta juga, ucap Adi kepada Lisa.


"Ini enak sekali mas, kita juga beli ya mas buat Aya dan ibu," nanti bisa kita panasin lagi kalo mereka sudah datang, ucap Lisa.


"Iya sayang nanti mas pesankan lagi," jawab Adi kepada Lisa.


Saat mereka sudah sesai makan, Adi juga sudah memesan untuk membawakan ibu nya dan Aya, serta juga sudah membayar nya.


Ketika Adi dan Lisa ingin me nyeberang, tiba-tiba ada sebuah motor yang melaju sangat kencang.


Dan Adi yang melihat itu cepat-cepat dia menarik tangan Lisa hingga mereka berdua terjatuh secara kasar.


Adi yang sempat berpikir cepat-cepat mem foto motor tersebut dan plat motor pun sudah Adi dapatkan.


Adi kembali melihat keadaan Lisa yang mulai mengeluarkan darah di bagian tengah-tengah kaki nya.


Sebuah mobil pick up yang membawa mereka ke puskesmas terdekat, agar Lisa dan ke empat bayi nya dapat segera di selamat kan.


"Sabar sayang, mas mohon bertahan lah sedikit lagi,!" ucap Adi, yang merasa juga ketakutan kalo terjadi apa-apa kepada istri dan anak nya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mobil pick up tersebut sampai di muka perkarangan puskesmas.


Adi cepat-cepat meminta pertolongan kepada para perawat agar cepat-cepat menolong istri nya.


Para perawat cepat-cepat menolong Lisa, yang sudah mulai memucat muka nya.


Mereka semua berlarian berbagi tugas masing-masing.


Bidan pun cepat-cepat memperiksa keadaan Lisa.


Adi yang di luar merasa sangat panik, takut terjadi apa-apa kepada istri nya dan anaka-anak nya.


Adi menelepon ibu nya, agar bisa cepat kesini.


"Assalamu Alaikun ibu," ucap Adi dengan sura bergetar.


Terdengar suara di seberang sana sangat berisik, karena sekarang ibu Adi berada di sekolahan, karena sekarang adalah jam waktu istirahat.


"Wa Alaikum Salam Adi," kenapa nak, ada apa,? jawab ibu Adi merasa ada yang berbeda dengan suara Adi.


"Ibu aku sekarang berada di puskesmas," aku dan Lisa tadi terjatuh karena ada motor yang seperti senghaja ingin menabrak kami, ucap Adi yang mulai menitikkan air mata nya.


"Ibu akan segera kesana, kamu harus banyak-banyak berdoa Adi," agar istri dan anak-anak mu tidak apa-apa.!

__ADS_1


"Iya ibu terimakasih."


Telepon pun tertutup.


Adi segera menelpon sahabat nya Parjo, agar segera menyelidiki siapa dalang dari ini semua.


Karena Adi merasa ada yang aneh dengan kejadian ini.


Seperti sudah di rencana kan.


"Asaalamu Alaikum," ucap Adi.


"Wa Alaikum Salam," jawab Parjo.


"Jo tolong aku, tadi aku dan Lisa hampir di tabrak motor, sehingga kami terjatuh untuk menghindari dari motor tersebut.


"Apaaaaaaaa???


Terdengar suara seseorang yang bukan suara dari Parjo.


"Apakah di sana juga ada Lukman,?" ucap Adi.


"Iya sekarang kami sedang berdua," cepat katakan biar kami selidiki siapa yang ingin mencelakai kamu dan Lisa, apakah kamu ada memiliki bukti,? ucap Parjo.


"Akan aku kirim bukti nya," ucap Adi kepada Parjo.


Setelah telepon terputus, tiba-tiba dokter dan bu bidan keluar dari ruangan Lisa.


Dokter menyarankan agar secepatnya tindakan operasi caesar, karena keadaan ibu nya mulai melemah.


Dan Adi dengan cepat me nyetujui, agar istri dan anak-anak nya selamat tanpa ada kekurangan sedikit pun.


Adi segera mengurus administrasi, dan semua berkas-berkas persalinan Lisa.


Seharus nya persalinan ini sekitar dua minggu lagi, tapi dengan kejadian ini, mau tidak mau harus secepatnya di beri tindakan.


Setelah semua urusan selesai.


Lisa sekarang sudah di bawa ke ruang operasi, untuk segera di beri tindakan lanjut.


Tidak lama setelah itu Aya dan ibu nya datang, mereka sangat khuatir dengan keadaan Lisa dan juga anak-anak nya.


"Adi bagaimana keadaan Lisa,?" ucap Ibu Adi.


"Sekarang di ruangan operasi bu," kata dokter harus bertindak sekarang.


"Semoga tidak terjadi apa-apa."


Adi memeluk tubuh kecil Aya, seperti juga menahan tangis nya, namun anak kecil ini sangat pandai menyimpan luka.


Walaupun dia masih kecil, namun pemikiran nya sangat lah aktif.


Dia mampu menyimpan semua luka, tanpa bersuara sedikit pun.


Dulu sebelum orang tua nya meninggal dunia.


Aya adalah sosok anak yang cerewet dan banyak bicara, namun setelah kejadian itu Aya banyak berdiam tanpa mengeluarkan suara.


Adi berniat setelah urusan Lisa selesai, dia akan membawa Aya ke kota untuk menjalankan terapi atau bisa di sebut pisikologi.


Author akan kasih kalian bonus si cantik dan imuet Falisha

__ADS_1



Jangan lupa Like dan Comen agar aku selalu semabgat dalam berimajinsai 😊🙏🙏


__ADS_2