Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pulang Ke Kota


__ADS_3

Hingga menjelang malam, permainan panas Arden dan Falisha tidak ada jeda sedikit pun.


Falisha yang awalnya merasa sakit dan perih, kini sudah merasa lebih terasa nikmat dan sentuhan-sentuhan yang Arden berikan sangat membuat Falisha terbuai.


"Mas tidak jadi pulang kah.?"


"Mas tunda dulu sayang, mana mungkin mas tega pulang di saat istri mas sedang kesakittan."


"Aku nya yang ke sakittan, atau mas yang tidak mau jauh dari aku,?" ucap Falisha mencoba menggoda Arden.


"Lebih tepatnya sekarang kamu menjadi candu mas sayang," jawab Arden dan kembali memeluk Falisha dengan erat.


"Mas senang.?"


"Mas bahagia sayang, terimakasih untuk semua nya," dan kamu telah menjaga mahkota beharga ini buat mas.


"Sudah seharusnya mas, mas suami ku," dan ini semua milik mas.


"Terimakasih sayang, mas sungguh sangat bahagia," namun mas bingung kenapa tiba-tiba, kamu jadi pengen sih.?


Emmmmmm???


"Kenapa sayang, jujur kepada mas.?"


"Sebenarnya aku takut jika mas akan kembali ke kota," ucap Falisha yang terlihat sangat sendu.


"Kenapa takut sayang.?"


"Nanti di sama ada cwe cantik, atau mungkin mas ketemu sama mantan pacar mas," ucap Falisha yang mulai berkata jujur, sebab Falisha tidak ingin ada yang di sembunyikan di antara mereka.


"Kalo ketemu ya pasti sayang, tapi sebisa mungkin mas selalu menghindar," karena sekarang ada hati yang harus selalu mas jaga.


Dan juga jangan berpikiran yang buruk sayang, percayalah mas tidak akan kembali lagi ke dalam lubang yang sama.


Setelah mendengarkan kata-kata dari Arden, membuat hati Falisha sedikit merasa tenang.


Sebab Falisha hanya merasa takut, jika apa yang di pikirkan nya itu akan terjadi.


Apalagi mereka sangat lama berhubungan, dan pernah saling meinginkan hal-hal yang lebih serius.


Arden memutuskan besok pagi akan segera pulang ke kota, dan akan mengurus tempat pindah kerja nya.


Karena sesungguhnya Arden juga tidak ingin berlama-lama di kota.


Sebab sekarang ada tempat yang harus Arden ingat untuk pulang.


Keesokan hari nya, Arden dan Falisha sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah Falisha.


Semalaman penuh, mereka mengahabiskan waktu untuk bercinta di sebuah kamar hotel, sehingga membuat Arden dan Aya merasa teramat sangat lapar


Arden dan Falisha sekarang sudah berada di dalam mobil, dan ingin menuju pulang ke rumah Falisha.


Namun sebelum mereka pulang, Arden mengajak Falisha untuk mencari warung makan, untuk sekedar mengisi perut.


Setelah mereka sampai di sebuah warung makan sederhana, Arden memarkirkan mobil nya dan turun bersama Falisha untuk masuk ke dalam warung makan tersebut.


Arden dan Falisha memesan makanan dan minuman.

__ADS_1


Tidak berapa lama, pesanan nakanan mereka datang.


Arden dan Falisha menikmati makanan dengan lahap.


Setelah selesai, Arden membayar makanan dan minuman tersebut.


Dan mereka berdua meninggalkan warung makan itu untuk segera pulang ke rumah Falisha.


Sekitar satu setengah jam, akhirnya Arden dan Falisha sampai di rumah.


Mereka berdua di sambut dengan hangat oleh keluarga Falisha.


Falisha menyerahkan oleh-oleh buat papah, mamah, dan nenek nya.


"Ini mah, ada sedikit oleh-oleh buat kalian," ucap Falisha kepada Radix, Rahma, dan ibu Radix.


"Terimakasih," jawab mereka bersamaan.


Arden segera masuk ke dalam kamar nya, dan di susul oleh Falisha.


"Mas pulang hari ini juga.?"


"Iya sayang, tidak apa-apa ya,?" mas janji sama kamu akan pulang ke sini secepat nya."


"Janji ya mas, jangan lama-lama di kota.!"


"Iya sayang," sini peluk dulu sama mas, ucap Arden kepada Falisha dan mereka berpelukkan dengan erat.


Setelah selesai bersiap-siap, yang juga di bantu dengan Falisha.


Arden turun ke bawah dan berpamitan kepada keluarga Falisha.


Sebelum Arden masuk ke dalam mobil nya, Arden memberikan kartu sakti nya untuk Falisha.


"Ini buat apa mas.?"


"Buat kamu sayang, buat beli keperluan, dan uang jajan kamu,!" anggap saja ini adalah nafkah lahir, kan tadi malam mas sudah memberikan nafkah batin sayang.?


"Isss mas ini," ucap Falisha dengan muka malu-malu.


"Jangan malu sayang, mas sudah melihat dan merasakan nya,!" kamu suka ya enak kan.?


Muka Falisha memerah seperti tomat, walaupun Falisha masih terasa malu namun tidak dapat di bohongi, bahwa Falisha juga sangat menikmati.


"Yasudah mas berangkat ya, ingat jaga diri kamu sayang,!" kalo ada apa-apa cepat hubungi mas.!


"Iya mas, hati-hati,!" jangan lupa hubungin aku terus ya mas.


"Iya sayang," ucap Arden dan memeluk, mencium Falisha.


Setelah itu Arden langsung masuk ke dalam mobil nya, dan meninggalkan kediaman Falisha.


Sampai akhirnya tidak terlihat lagi mobil Arden.


***


"Assalamu Alaikum dek," ucap Hendri kepada Aya.

__ADS_1


"Wa Alaikum Salam kak," iya ada apa ya kak.?


"Dek, kamu dimana.?"


"Aku lagi di toko kue mom Bella, kenapa mas.?"


"Dek nanti sore kakak jemput ya,?" kakak mau ajak kamu melihat toko buat kamu nanti.


"Oh iya kak, nanti Aya tunggu ya.?"


"Iya dek."


Waktu sudah menunjukan pukul lima sore.


Hendri sudah bersiap-siap untuk menjemput Aya di tempat kerja nya.


"Verra, tolong jaga bengkel dulu ya.!"


"Iya kak, beres."


Hendri mengendarai motor nya, menembus jalan raya.


Sekitar dua puluh menit, akhirnya Hendri sampai di tempat toko kue mom Bella.


"Sudah lama menunggu dek.?"


"Tidak juga kak, oh iya ini ada kue kak di kasih sama mom Bella."


"Oh iya dek bawa saja, enak itu," ucap Hendri kepada Aya.


Hendri dan Aya mengendarai motor nya, menuju toko yang baru dia beli untuk Aya nanti setelah nereka menikah.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya Hendri dan Aya sudah sampai di sebuah toko yang masih tertutup oleh roling dor, namun di samping toko tersebut ada sebuah salon dan masih banyak toko-toko lain nya.


"Assalamu Alaikum," ucap Hendri membuka rolling dor.


"Wa Alaikum Salam," sahut Aya.


Setelah mereka masuk ke dalam toko tersebut, Aya sangat senang.


Karena toko tersebut lumayan besar dan nyaman.


Di ruangan belakang tersedia tempat memasak yang lumayan besar.


Ada juga sebuah ruangan yang tertutup berukuran 3×2 meter, yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


"Ini ruangan apa kak.?"


"Ini nanti nya ruangan tempat istirahat kamu dek," kalo kita punya anak juga lebih enak kan di bawa ke tempat ini, ucap Hendri yang tersenyum menatap Aya.


Sedangkan muka Aya, jangan di tanya lagi pastinya sudah memerah seperti tomat.


"Mau kan dek, nanti kalo kita menikah punya anak.?"


"Isss kak Hendri, nama nya juga menikah tujuan utama nya adalah punya anak kan," tanpa kak Hendri tanya pun aku juga mau.


"Galak banget sih, calon istri kakak ini" ucap Hendri sambil memencet hidung Aya.

__ADS_1


Maap ya gaes aku baru bisa up 😊😊😊🙏


Satu bab lagi, otw nikahan Aya ya gaes 😊😊😊


__ADS_2