
Satu minggu memudian.
Hari-hari di jalani Arden dengan penuh bekerja, di tambah lagi persiapan nya untuk pindah ke tempat cabang di kota xxx.
Hubungan nya dengan Falisha semakin membaik.
Apa lagi di saat waktu yang luang, mereka saling memberi kabar, bertanya tentang kesibukan mereka masing-masing.
Rencana nya dalam beberapa hari lagi, Arden akan pindah kantor, agar lebih dekat dengan kota sang istri.
Diam-diam tanpa Falisha ketahui, Arden juga membeli sebuah rumah yang tidak jauh dari tempat tinggal orang tua nya.
Rencana nya Arden ingin membangun keluarga yang sederhana, namun penuh dengan kebahagiaan.
Semua rencana sudah tersusun rapi, tinggal menunggu keberangkatan ke kota xxx saja.
Sedangkan sampai saat ini, hubungan Arden dengan Melinda, sudah habis di malam kejadian itu juga.
Kedua orang tua Melinda sudah mengetahui tentang masalah kandas nya hubungan sang anak dengan mantan kekasih nya.
Karena tidak ingin terjadi nya ada ikatan hubungan lagi, Kavindra memutuskan kerja sama dengan perusahaan orang tua Melinda.
Namun putusnya kerja sama sudah mereka sepakati masing-masing, jadi tidak ada saling menyakiti dan tidak saling merugikan.
Hanya saja, ingin anak mereka mencari kebahagiaan mereka masing-masing.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Arden memutuskan untuk pulang ke rumah nya.
Di pertengahan jalan Arden memutuskan untuk membeli air mineral di sebuah warung kecil yang berseberangan dengan sebuah tempat persinggahan, atau lebih tepatnya hotel.
Saat Arden memberikan uang nya kepada si penjual.
Tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang sangat Arden kenali.
Namun saat Arden perhatikan dengan benar, mobil tersebut berhenti di sebuah hotel.
Niatnya ingin pulang lebih cepat Arden urungkan.
Arden melihat dengan jelas, saat orang yang sangat dia kenali keluar dari mobil bersama tiga orang laki-laki yang tidak Arden kenali.
Ke empat orang tersebut memasuki hotel itu dan kemungkinan mereka memesan kamar hotel.
Dalam hati Arden, dia sangat bersyukur dapat terbebas dari hubungan nya yang tidak sehat bersama Melinda.
Dulu, dialah orang yang paling takut jika suatu saat akan berpisah dengan Melinda.
Karena Arden saat itu ingin menjadikan Melinda kekasih hati nya dan pelabuhan yang terakhir nya.
Namun saat ini yang ada, Arden lebih bersyukur karena terlepas dari hubungan itu, dan mendapatkan pengganti yang lebih baik dan sempurna.
Karena tidak ingin ada masalah lagi bersama Melinda.
Arden memutuskan untuk cepat pulang ke rumah nya dan segera memberi kabar kepada sang istri.
Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya Arden sampai di rumah besar milik Kavindra.
__ADS_1
Namun belum sempat Arden membuka pintu rumah nya, tiba-tiba Bella sudah duluan membuka pintu rumah.
"Ehhh mom mau kemana.?"
"Ini loh daddy kamu belum pulang-pulang."
"Iya aku tau emang daddy belum pulang, terus kenapa muka mom terlihat seperti cemas banget.?"
"Kenapa kamu santai banget sih.?"
"Lah daddy sedang ada meeting bersama klien nya di sebuah restaurant," ucap Arden masih terdengar santai.
Bella yang sudah terlihat sangat geram dengan anak asuh nya ini, memberikan handphone nya dan memperlihatkan sebuah foto Kavindra bersama seorang perempuan di atas kasur.
Sedangkan Arden saat melihat foto tersebut hanya tersenyum dengan tingkah laku mom muda nya ini.
Arden sangat dekat jika bersama Bella, karena Bella bisa menjadi ibu serta bisa juga menjadi sahabat Arden, di kala Arden dalam keadaan susah atau masalah
Bella selalu memberi saran, yang mana baik dan tidak.
Berbeda saat Kavindra menikah dengan Larasati.
Seakan Larasati adalah musuh besar bagi Arden, sebab dari awal Arden memang tidak menyukai daddy nya menikahi Larasati.
Walaupun saat itu Larasati masih perempuan polos dan tidak memberontak.
"Ya ampun Bella-Bella," ucap Arden menertawakan sikap polos ibu sambung nya itu.
"Apaan sih kamu itu bukan nya menolong aku, malah menertawakan aku."
"Aku sudah melihat dengan benar," yang ada malah membuat aku sakit hati.
Arden kembali menertawakan sikap Bella, yang membuat Bella menjadi semakin geram.
"Kalo niat tidak mau menolong ya silahkan,!" aku masih muda loh Arden, bahkan umur kita tidak jauh berbeda, aku masih punya anak satu, kecil lagi.
"Terus,?" ucap Arden.
"Jika papah kamu memang selingkuh, lah aku tinggal cari yang lebih muda daripada dia yang sudah tua," aku bahkan memiliki toko kue, dan cabang dimana-mana, salah siapa coba.?
"Siapa yang selingkuh,?" ucap Kavindra yang tiba-tiba baru saja datang.
Sedangkan Arden melirik ke arah Bella, yang mengisaratkan untuk jangan gegabah.
Dan isarat itu dapat Bella pahami, dia lebih baik diam dulu mendengarkan penjelasan dari anak dan suami nya itu.
"Kenapa kalian berdua diam,?" jika sudah berkumpul seperti ini, daddy merasa curiga ada hal serius yang sedang kalian bicarakan.?
"Ini loh dad, masalah Luna," dia sudah mengirim foto hasil edittan itu kepada Bella, ehhh maksud Arden mom, ucap Arden yang salah bicara menyebut nama, bukan mom.
"Kebiasaan boy," entah ada atau tidak ada nya daddy, biasakan panggil dia mom, bukan nama nya.
"Iya dad maap," ucap Arden.
"Jadi kamu sudah melihat nya,?" tanya Kavindra kepada Bella.
"Iya," jawab Bella dengan ketus.
__ADS_1
"Boy, sinikan laptop kamu.!"
"Ini dad."
***
Sekitar satu minggu lebih, acara pernikahan Aya dengan Hendri akan segera di laksanakan.
Adi sudah menghubungi Hendri dan mengatakan, sebaiknya pulang lah terlebih dahulu.
Jadi rencana nya hari ini Hendri, Aya, dan nenek nya akan pulang ke kampung.
Sedangkan bengkel sudah Hendri serahkan kepada Fikry, selama Hendri berada di kampung.
Anak buah Hendri akan pergi ke kampung saat hari H nya tiba.
"Sudah semua dek.?"
"Sudah mas, tapi aku bingung saja kenapa aku berhenti nge koss di sini,?" bukankah nanti nya kita juga akan pulang lagi ke sini.?
"Dek setelah kita pulang nanti, kamu itu sudah sah menjadi istri kakak," jadi kamu harus ikut kakak dimana kakak berada.!
"Iya aku tau kak, cuman kenapa kita harus berkemas banyak-banyak segala.?"
"Kakak sudah membeli rumah di seberang jalan sana dek," agar mempermudah saat kakak bolak balik ke bengkel dan pulang ke rumah.
"Kok aku baru tau kak.?"
"Rencana nya itu akan menjadi kejuttan, tapi tau-tau nya malah keceplosan," ucap Hendri sambil nyengir.
Setelah barang mereka sudah tersusun rapi, Hendri dan Aya hanya membawa barang yang menurut mereka penting saja.
Sisa nya, akan di angkat oleh anak buah Hendri dan di pindahkan ke rumah baru mereka.
Hendri dan Aya berpamitan kepada anak buah nya, termasuk juga dengan Verra.
"Hati-hati di jalan ya neng,!" nanti kalo sudah sampai di tempat tujuan hubungin aku.!
"Iya itu pasti," doakan ya semoga lancar sampai hari H nya, ucap Aya.
"Iya itu pasti."
Setelah selesai berpamittan
Aya, Hendri, dan nenek nya melajukan mobil nya untuk pulang ke kampung halaman nya.
Di bab nanti author kasih si kembar A, ya, nanti juga ada keseruan menjelang pernikahan, dan kesibukan acara di kampung mas Adi ya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Kasih author
Vote
Vote
Vote
Vote 😘😘😘😘
__ADS_1