
"Kenapa anak kamu Seno? apa ada masalah?"
Sedangkan Arden hanya berdiam saja, tidak ingin membuat Falisha cemburu jika Arden akan bertanya secara terang-terangan.
"Anak aku sedang hamil Radix, te-tapi dia."
"Dia kenapa Seno, katakanlah apa ada masalah?"
"Dia terserang penyakit HIV, dan sekarang dalam masa keritis."
"Apa????? kamu serius? bagaimana bisa terjadi Seno?"
Radix tidak habis pikir, bagaimana bisa Seno lalai menjaga anak nya sendiri.
Mereka yang tadi nya ingin segera pulang, namun terhenti saat Radix mulai terbawa suasanan ingin lebih mengetahui tentang keadaan teman lama nya ini.
Mereka semua duduk di salah satu kantin rumah sakit.
Sedangkan Arden membeli makanan untuk Falisha, karena Falisha mulai terasa lapar lagi.
Padahal sebelum berangkat ke Rumah Sakit, Falisha sudah makan dan sekarang perutnya terasa kembali lapar.
"Makan dulu sayang!"
"Terimakasih mas."
Seno yang melihat keromantisan Arden kepada Falisha, merasa sangat hiri.
Ada rasa tidak rela, karena Seno dulu nya pernah berharap bahwa Arden dan Melinda, akan menikah dan memiliki keluarga yang utuh dan harmonis.
Sebab Seno sangat mengenal sekali bagaimana sikap dan keperibadiaan Arden beserta keluarga besarnya.
__ADS_1
Namun itu hanyalah mimpi indah yang tak mungkin jadi nyata.
Sekarang Arden memiliki keluarga kecil yang bahagia, apalagi istri nya sedang hamil besar.
Berbeda jauh dengan anak nya, yang sekarang berjuang keras untuk bisa hidup kembali normal, walaupun semua itu sudah terlambat.
Seno juga menceritakan kepada Radix, yang selama ini anak nya lakukan di belakang diri nya.
Yang membuat Rahma, Radix dan ibu Radix sangat terkejut, saat mengetahui bahwa mantan Melinda anak dari Seno adalah Arden.
Berbeda dengan Falisha, dia sudah mengetahui siapa Seno ini, walaupun tidak mengetahui kenyataannya Seno adalah masalalu terburuk dalam hidup ibu nya.
Arden yang selama ini adalah menantu kebanggaan mereka, namun mereka tidak terlalu ingin mengetahui alasan perpisahan Arden dan Melinda.
Seno meminta kepada Arden, untuk berbaik hati memberi semangat buat Melinda.
Hal itu sontak membuat Arden yang tadi nya berdiam diri, harus membuka suara nya.
"Arden Om mohon! ini demi Melinda dan anak yang dia kandung sekarang!"
"Maap Om! sebenarnya aku sangat perihatin sekali dengan keadaan Melinda sekarang," namun dengan tawaran Om, aku tidak bisa!
"Om mohon Arden, hanya kamu yang mampu membuat Melinda kembali semangat!"
"Maap Om! aku tetap tidak bisa, tolong jangan paksa aku!" aku tidak suka itu Om, karena ada hati yang harus aku jaga.
"Apakah tidak kamu pikir-pikir kembali Arden? apakah kamu tega melihat keadaan Melinda sekarang?"
"Jika Om bertanya seperti itu, maka aku harap Om tanyakan lagi kepada Melinda! apakah saat dia melakukan semua itu bersama laki-laki lain, dia mengingat aku?"
"Apakah dia pernah berpikir bagaimana perasaan aku? laki-laki yang bo*oh, memberikan semua apa yang dia inginkan, namum telah dia dustai dan khianati."
__ADS_1
"Om tidak pernah berpikir kan? bagaimana hancurnya perasaan aku saat mengetahui hal yang men"ijikan telah di lakukan oleh Melinda.?
"Arden."
"Cukup Om! jika aku menolak tidak ingin membantu Om, tolong hargai aku dan juga istri ku!"
Semua orang terdiam saat mendengarkan ucapan demi ucapan yang Arden katakan.
"Mah, tolong bawa mobil ku! aku sama Falisha akan naik taxsi."
"Ta-tapi Arden."
"Tolong ya Mah!"
"Iya Nak," ucap Rahma.
Setelah Arden berdiri dan ingin meninggalkan semua yang ada di sana.
Arden kembali berbalik dan berkata kepada Seno.
"Carilah laki-laki yang sudah menghamili nya Om! dan jangan pernah lagi meminta tolong kepada ku kalo masalah seperti ini terus!" dan jawaban nya akan tetap sama, aku tidak akan pernah membantu, karena aku harus menjaga perasaan istri ku.
Saat Arden dan Falisha kembali ingin melangkah, Seno kembali berucap yang membuat semua orang menjadi terkejut dengan ucapannya.
"Aku percaya jika hati istri mu itu lembut! dan aku yakin dia pasti mau berbagi dengan orang yang membutuhkan."
Arden sangat geram dengan ucapan Seno, namun Arden masih menghormati laki-laki yang pernah dekat dengan diri nya.
"Anda terlalu percaya diri sekali Tuan Seno! walaupun istri saya baik hati dan mau merelakan," tetap saya tidak akan pernah mau bekorban dengan orang yang salah, jika Melinda sekarang seperti itu, maka terimalah nasipnya! bukankah dia yang memperoses dan sekarang dia merasakan hasil nya.
Setelah mengatakan itu semua, Arden benar-benar pergi meninggalkan mereka semua, yang masih mematung dengan ucapan Arden yang terdengar cukup kasar.
__ADS_1
Radix merasa tidak enak hati, sebab diri nya tidak dapat membantu keadaan Seno sekarang ini.