Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Hari Pertama Kuliah


__ADS_3

Akhirnya Verra memutuskan untuk tinggal bersama dengan Aya satu kossan, dengan syarat setiap bulan nya mereka akan berpatungan untuk membayar kossan tersebut.


Terdengar sangat perhitungan bukan.


Tentu saja tidak, karena hal wajar jika anak kossan suka dengan hal berpatungan.


Karena mereka juga sama-sama mengirit uang dan untuk bisa bertahan hidup di kota yang terbilang sangat serba mahal.


Apa-apa pasti serba mahal.


Verra adalah anak yang mandiri, selain dia menggunakan kuliah dengan beasiswa, Verra juga ingin mencari pekerjaan di kota tersebut.


Verra juga banyak mengajari hal-hal positif kepada Aya.


Sehingga membuat Aya merasa tidak kesepian.


Aya juga menyetujui di sela kuliah nya, dia akan memcari pekerjaan, agar tidak menyusahkan kakak nya di kampung.


"Jadi kamu serius hari ini setelah pulang kampus kita mulai mencari pekerjaan,?" ucap Aya.


"Iya Aya, kalo tidak sekarang kapan lagi kita akan memulai," sedangkan keuangan ku mulai menipis, jawab Verra.


"Baiklah nanti kita akan berpencar ya, setelah pulang kuliah kita akan masing-masing mencari pekerjaan," ucap Aya.


"Oke," jawab Verra.


Mereka berdua berangkat hanya berjalan kaki, karena jarak kossan dengan kampus tidaklah terlalu jauh.


Saat mereka di perjalanan tiba-tiba ada sebuah motor menghampiri Aya dan Verra.


"Aya kamu sudah sarapan,?" ucap Hendri.


"Sudah kak, kalo kakak sendiri sudah apa belum,?" jawab Aya.


"Ini kakak lagi mau cari sarapan," kamu ada uang saku Aya.?


"Alhamdulillah masih ada kak," kak Hendri tidah osah khuatir, setelah aku pulang kampus nanti, aku bersama teman ku Verra ingin mencari pekerjaan kak buat tambahan, ucap Aya.


"Kalo kalian berdua merasa tidak keberatan, apakah boleh aku membantu kalian mencari pekerjaan,?" tanya Hendri.


Aya melirik ke arah Verra untuk meminta persetujuan, apakah Verra setuju atau tidak.


Ternyata Verra menyetujui bantuan dari Hendri, dan mereka akan bertemu setelah pulang kuliah nanti.


Hendri akan membantu ke dua perempuan tersebut untuk mencari pekerjaan, karena Hendri juga merasa sangat kasihat kepada Aya, yang di tinggal sendirian oleh sahabat nya Naura yang entah kemana.


Syukur saja karena Aya orang baik dia cepat mendapatkan teman yang baik pula.


Keras nya kehidupan di kota ini, membuat Hendri sedikit takut jika sedikit saja salah pergaulan maka akan tersesat ke jalan yang salah.


Hendri juga tidak mengetahu, hal apa yang mebuat Naura cepat-cepat mengajak Aya untuk kuliah sekarang.


Bukan nya dulu sewaktu Hendri masih di kampung, Naura dan Aya berjanji tahun depan baru masuk mendaftar kuliah.


Setelah Aya dan Verra sampai di kampus.


Ternyata mereka hampir saja terlambat masuk kelas, karena tadi di perjalanan sedikit kelamaan berbicara kepada Hendri.


Dosen masuk dan memberi beberapa materi kepada semua siswa dan siswi.


Sebelum dosen memberi pelajaran, dosen tersebut terlebih dahulu memperkenalkan nama nya kepada semua sisawa dan siswi.


"Selamat pagi semua nya perkenalkan nama saya Arden, saya di sini yang akan menjadi pembimbing kalian," jika ada hal yang tidak kalian mengerti maka jangan sungkan untuk bertanya kepada saya.


Setelah Arden menyampaikan dan mengenalkan nama nya.


Tidak senghaja Arden melihat sosok wanita yang mapir saja dia tabrak kemaren.


'Ternyata dia siswi di sini,' batin Arden sedikit tersenyum kecil.

__ADS_1


Arden memberikan banyak soal dan pelajaran kepada siswa dan siswi nya.


Hari pertama Arden mengajar menjadi dosen ternyata berjalan dengan baik dan lancar.


Karena Arden adalah seorang dosen baik dan ramah.


Tidak seperti dosen kiler lain nya.


Selain baik dan ramah, Arden juga terkenal dosen yang ganteng dan umur nya sedikit matang..


Tidak di sangka baru pertama kali Arden mulai mengajar banyak sekali para siswi yang tertarik kepada Arden.


Namun Arden tidak merespon dengan sikap siswi-siswi nya itu, karena di hati Arden hanya ada Melinda seorang.


Sedangkan di tempat lain kekasih yang di puja, puji Arden selama ini.


Yang hampir saja akan menjadi istri Arden, ternyata sedang bersama seorang laki-laki di sebuah apartemen.


Yaa Melinda suka bergonta ganti pasangan untuk memuaskan nafsu nya.


Karena Melinda memiliki kelainan seksual.


Penderita kelainan ini biasanya memiliki fantasi gairah, dan kecanduan seksual yang dikendalikan.


Tak jarang hiperseksualitas juga berdampak pada kesehatan, pekerjaan, hingga kehidupan sosial.


Melinda sering mengajak Arden untuk bersetubuh, namun Arden selalu menolak secara halus.


Karena Arden bukanlah tife laki-laki yang suka bermain dengan banyak perempuan.


Jika Arden sudah serius dengan satu perempuan, maka tidak akan ada lagi sisa-sisa perempuan lain nya yang akan singgah dalam pikiran Arden.


Setelah materi-materi pelajaran yang Arden berikan selesai.


Arden berpamitan kepada siswa dan siswi nya untuk mengakhiri pelajaran yang Arden berikan hari ini.


"Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu dan sampai jumpa di hari selanjutnya," apakah masih ada pertanyaan sebelum saya meakhiri pertemuan hari ini.?


"Baik pak," ucap perempuan tersebut.


Setelah Arden sampai di ruangan khusus nya, tidak berapa lama perempuan tersebut menyusul dan juga masuk ke ruangan Arden tersebut.


"Ini pak yang bapak minta," kalo begitu saya permisi dulu pak.


Setelah perempuan tersebut ingin berpaling, tiba-tiba dosen tersebut menghentikan langkah si perempuan tersebut dan berucap.


"Maapkan saya yang telah hampir menabrak kamu kemaren."


Deggggggggggg


Tiba-tiba jantung Aya berdetak sangat cepat, seakan lagi lari maraton.


Aya berbalik untuk menghadap dosen tersebut.


Tiba-tiba dia ingat dengan laki-laki di depan nya ini yang hampir menabrak nya dan tidak mengucapkan maap saat itu.


Namun hari ini di pertemuan mereka ke dua kali nya, laki-laki tersebut mengucapkan maap dengan hati yang tulus.


"Tidak apa-apa pak saya sudah memaapkan bapak," saya juga salah pak karena tidak melihat-lihat jalan dan langsung saja menyebrang, ucap Aya.


"Apa kamu tidak apa-apa, atau ada yang terluka," tanya Arden.


"Alhamdulillah tidak apa-apa pak, saya baik-baik saja," jawab Aya.


"Yasudah sekali lagi maapkan saya atas kejadian kemaren," dan saya harap kita lebih berhati-hati lagi saat di perjalanan.


"Iya pak sama-sama, kalo begitu saya permisi dulu," ucap Aya dan langsung meninggalkan ruangan Arden.


Seperti janji Aya dengan Hendri, setelah pulang dari kampus.

__ADS_1


Hendri membantu Aya dan Verra untuk mencari pekerjaan.


Hendri senghaja membawa teman nya yang juga membawa motor untuk nanti di pinjamkan dengan Aya, agar mereka mudah saat di perjalanan.


"Ini pakai motor teman kakak,!" ucap Hendri kepada Aya.


"Wahh kak hendri maapkan Aya sudah merepotkan kakak," jawab Aya.


"Tidak apa-apa kita harus saling membantu."


Mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari spanduk yang sedang mencari lowongan pekerjaan.


Saat mereka di perjalanan tiba-tiba Verra melihat tempat toko kue yang lumayan besar, dan Verra menawarkan kepada Aya untuk mendaftar pekerjaan di sana.


Mereka ber empat mampir sebentar apakah masih ada lowongan yang kosong.


"Permisi selamat siang mbak," ucap Aya kepada seorang perempuan cantik.


"Iya ada apa ya dek," jawab perempuan cantik itu yang kemungkinan umur nya sekitar 30 tahun.


"Maap mbak apa saya boleh bertemu dengan pemilik toko kue ini.?"


"Kebetulan sekali dek saya adalah pemilik toko ini," jawab perempuan cantik tersebut.


"Benarkah mbak, maapkan saya," ucap Aya kepada perempuan cantik tersebut yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa," jawab perempuan cantik tersebut dan tersenyum ramah kepada Aya.


"Apakah masih ada lowongan pekerjaan di sini mbak,?" ucap Aya.


"Kebetulan sekali saya masih mencari karyawan di sini, karena karyawan saya sebelum nya berhenti karena melahirkan.


"Benarkah mbak, berarti saya di terima.?"


"Perkenalkan dulu nama saya Bella, panggil saja dengan mom,!" karena di sini semua karyawan memanggil saya dengan sebutan itu.


"Nama saya Aya mom."


"Baiklah kalo kamu benar-benar mau bekerja, besok pagi kamu datang kesini,!" dan di sini ada dua shift pagi sampai jam empat sore, setelah itu sambung lagi sampai malam jam sepuluh.


"Maap mom kalo saya mengambil shift malam bagaimana,?" karena saya seorang mahasiswi.


"Wah benarkah, baiklah kalo begitu kamu bisa datang besok sekitar jam 4 sore," dan kamu mulai bekerja.!


"Terimakasih mom."


"Sama-sama."


Aya meninggalkan toko kue tersebut dan di nyatakan bahwa Aya sudah menerima pekerjaan baru nya.


"Bagaimana Aya,?" ucap Hendri dan Verra bersamaan.


"Alhamdulillah aku di terima, dan sangat kebetulan sekali yang menjaga toko hari ini adalah pemilik toko kue ini," jawab Aya dengan hati senang dan tersenyum manis.


"Alhamdulillah ucap mereka yang ada di sana."


"Kalo begitu giliran kamu untuk mencari pekerjaan," ucap Aya kepada Verra.


"Aku dari tadi sudah mendapatkan nya Aya," jawab Verra.


"Hahhh dimana,?" ucap Aya.


"Aku di tawarkan kak Hendri bekerja di bengkel nya, sebagai penjaga kasir," jawab Verra dengan hati senang.


Sedangkan Hendri hanya garuk-garuk kepala saja, merasa tidak enak dengan Aya karena pekerjaan itu di tawarkan Hendri kepada Verra bukan Aya.


Karena Hendri tahu, Aya paling tidak suka berlama-lama dengan nama nya bengkel, maka sebab itu Hendri menawarkan dengan Verra tidak dengan Aya.


Sedangkan di seberang jalan ada seorang perempuan yang melihat dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


"Kamu merebut kak Hendri dari aku Aya," lihat saja nanti kak Hendri akan menjadi milik aku dan dia akan jatuh cinta kepada aku, ucap perempuan tersebut yang tidak suka dengan Aya, karena Hendri lebih dekat dengan Aya tapi menjauh dengan Naura.


__ADS_2