
Hendri dan Aya menjadi bingung, saat melihat wajah Anton menjadi sedih, entah kenapa Hendri dan Aya tidak tahu.
"Mas Anton baik-baik saja, apa ada sesuatu yang tidak kami ketahui,?" ucap Hendri kepada Anton.
Anton menghembuskan napas dengan pelan sebelum menjawab pertanyaan dari Hendri.
#Flashback On
Sekitar 1 bulan yang lalu,saat Naura mengetahui bahwa Hendri dan Aya telah melangsungkan pernikahan. keadaan Naura semakin memburuk, namun Anton masih bisa menjaga Naura dan merawat apa keperluan yang Naura inginkan.
Lebih tepat nya dalam satu minggu ini, Naura tidak mau makan, tidak mau melakukan aktifitas lainnya.
Bahkan keadaannya semakin memburuk, kandungannya yang sudah memasuki jalan 9 bulan semakin melemah.
Saat di tanya mau apa, dan ingin apa, Naura hanya diam dan terkadang menangis, tanpa menjawab pertanyaan dari orang yang memberi pertanyaan.
Anton sangat takut, jika Naura sakit dan akan membahayakan kandungannya, yang sebentar lagi akan melahirkan.
Terpaksa Anton membawa Naura ke rumah sakit, karena itu permintaan dari ke dua istri Anton, takut jika Naura dan bayi nya kenapa-napa.
Setelah di bawa ke rumah sakit dan di rawat di rumah sakit sekitar 2 hari, keadaan Naura membaik namun mental nya semakin memburuk.
Naura berteriak dan menangis histeris terus memanggil nama Hendri dan memberi sumpah serapah kepada Aya.
#Flashback Off
"Maapkan saya Hendri, maapkan saya Aya," ini semua di luar kendali saya, ucap Anton sambil menangis saat mengingat keadaan Naura yang sekarang ini sedang berada di Rumah Sakit Jiwa.
Sedangkan Aya, saat mendengar ucapan dari Anton merasa sangat sedih, dan merasa sangat bersalah
Kembali lagi, perasaan bersalah itu muncul dalam jiwa Aya.
__ADS_1
Sedangkan Hendri terdiam, saat mengetahui semua masalah ini.
Hendri juga merasa bersalah, karena diri nya Naura menjadi begini.
Namun juga perasaan tidak bisa untuk di paksakan.
Hendri tidak bisa berpura-pura untuk mencintai Naura.
Dari dulu sampai sekarang, hanya Aya yang ada di dalam hati nya dan tidak akan pernah berubah.
"Kenapa om tidak memberi tahu kami dengan keadaan Naura sekarang.?"
"Saya tidak ingin mengganggu rumah tangga kalian," ini juga tidak sepenuh nya kesalahan kalian, saya juga ikut handil dalam masalah ini.
"Maksud nya,?" ucap Aya dan Hendri.
"Dari awal pertemuan saya dengan Naura, memang tidak di dasari sama-sama suka," hanya saja kami sama-sama saling membutuhkan.
"Membutuhkan, maksud om apa,?" ucap Aya.
Saya di tawarkan dengan teman Naura, mereka menawarkan gadis perawan.
Wah siapa sih yang menolak.?
"Om kenapa jahat sekali,?" ucap Aya yang mulai kesal.
"Sabar sayang, dengarkan penjelasan dari mas Anton,!" jawab Hendri.
"Setelah kami bertemu, kami saling mensepakati," bahwa saya akan menjamin semua keperluan Naura. dan Naura akan melayani kebutuhan naf*u saya.
Setelah saya menikmati kegadisan Naura, saya seakan-akan tidak ingin melepaskan Naura, karena saya lah orang yang pertama mendapatkan nya, apa lagi saya tidak pernah menyetubuhi perempuan yang masih perawan, hanya bersama Naura yang saya temukan.
__ADS_1
"Om?????."
Aya semakin geram saat mendengar penjelasan dari Anton.
Namun lagi dan lagi, Hendri kembali menegur Aya, yang selalu ingin marah kepada Anton.
"Namun saat Naura menyadari, ada yang mulai tidak wajar dalam diri nya," Naura kembali mengingat bahwa pertama kali kami melakukan hubungan itu, di saat Naura dalam masa subur nya.
Yang kemungkinan besar, Naura akan mengandung anak saya.
"Dan saat itu lah Naura berencana untuk kabur dari saya, setelah Naura ingin kabur ternyata saat itu Naura ditabrak oleh mobil," dan saya tidak sempat membawa Naura, karena yang menabrak langsung membawa ke rumah sakit.
"Dan saya tidak tahu ternyata Naura di temukan oleh Hendri," di saat itu pula Naura mulai merencanakan untuk menjebak Hendri, dan jika saja saat itu Hendri masuk ke dalam perangkap Naura, mungkin saja saat ini Hendri akan bertanggung jawab dengan anak yang Naura kandung sekarang.
Mata Anton melirik ke arah Aya.
"Maapkan saya Aya, bukan saya bermaksud untuk jahat," namun di sini sudah kami sepakati, dan saya tidak ingin karena saya, Hendri akan menerima batu nya.
"Maapkan saya Om, saya sudah bersangka buruk kepada Om."
Aya menangis di pelukan Hendri, saat mengetahui pakta yang sebenarnya dari Anton.
Sedangkan Hendri merasa bersyukur, ternyata Anton mau mengakui kesalahan nya dan bertanggung jawab kepada Naura.
"Maapkan kami mas, sungguh saya juga merasa bersalah," ucap Hendri.
"Sama-sama Hendri, saya harap kalian berdua jangan merasa semua ini salah kalian,!" ini sudah di kehendaki oleh Naura, dan sekarang dia merasa telah menyesal, namun keadaan tidak dapat di rubah lagi.
"Terimakasih mas, atas kebaikan mas."
"Sama-sama Hendri, saya harap setelah ini tolong jangan temui Naura lagi,!" bukan saya melarang, namun saya akan mencoba membuat Naura akan melupakan kamu yang pernah dia harapkan.
__ADS_1
Saya harap kalian bisa mengerti jika kalian menyayangi Naura.
Hendri dan Aya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi, saat permintaan Anton untuk yang terakhir kali nya.