Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Menjelaskan


__ADS_3

Falisha dan Arden sama-sama terkejut saat dia di pergoki oleh teman nya yang bernama Ayu.


Apalagi saat ini Arden bergelayut mesra di tubuh Falisha, karena saat ini hati Arden sedang tidak baik-baik saja.


"A-aku tidak sedang apa-apa," jawab Falisha dengan gugup.


"Tapi dia,?" ucap Ayu.


"Nanti aku jelaskan,!" oh iya mas, aku izin dulu sama guru ku, tunggu sebentar di sini dulu ya.!


Falisha tahu, bahwa suami nya ini sedang tidak baik-baik saja, sebab itu Falisha akan meminta izin kepada guru nya untuk pulang dan tidak mengikuti acara kerja sama, untuk Ujian Nasional.


Setelah di beri izin untuk pulang, Falisha bergegas menuju tempat parkiran sekolah nya untuk menemui Arden.


Namun lagi dan lagi, Ayu kembali memanggil dan menanyakan siapa laki-laki yang berada di parkiran dan memeluk erat Falisha.


Namun jawaban Falisha tetap sama yaitu.


"Nanti akan aku jelaskan, sekarang aku akan segera pulang secepatnya."


"Fal- Falisha tunggu.!"


Namun Falisha masih tidak mendengarkan dan segera pergi meninggalkan Ayu sendirian.


Setiba nya di parkiran sekolah, Falisha langsung masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju cepat membawa Arden dan Falisha.


Falisha hanya diam tanpa banyak bertanya.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil berhenti di sebuah taman, yang melihatkan suasana indah dan sejuk.


Arden membawa Falisha duduk di sebuah bangku yang terletak di tepi danau.


Arden memeluk kembali tubuh Falisha, menyalurkan kesedihan yang dia rasakan sekarang.

__ADS_1


Sungguh berat bagi Arden, untuk mengatakan mepada Falisha.


Namun benar apa kata mom Bella, lebih baik di jelaskan, agar Falisha tidak salah sangka kepada diri nya dan menuduh yang tidak-tidak nantinya.


"Sayang."


Arden berbicara di dalam pelukan Falisha.


"Iya mas, ada apa.?"


"Aku mau mengatakan sesuatu kepada kamu sayang."


"Katakanlah mas, akan aku dengar dengan baik.!"


"Janji ya, jangan marah kepada ku.!"


"Jika mas benar, buat apa aku harus marah," percayalah mas jika orang jujur itu, hati nya akan merasa lebih tenang.


"Terimakasih sayang, sudah mengerti mas."


"Tadi pagi setelah aku sampai di kantor tiba-tiba entah darimana, aku pun tidak tahu Melinda datang dan langsung memeluk aku dari belalang," dan aku merasa ada seseorang yang memeluk, maka aku refleks menghindar dari nya, maapkan aku sayang.


Mungkin kalo hanya sekedar ucapan saja Falisha tidak akan percaya, sebab mana mungkin ada perempuan lain yang ikhlas, jika mantan pacarnya datang langsung memeluk saja.


Dan sebagai bukti yang akurat, Arden memberikan sebuat rekaman selsitv yang berada di sekeliling kantor nya.


Falisha pun yang awalnya sedikit mencoba untuk percaya, namun tanpa bukti mana bisa Falisha percaya begitu saja.


Apalagi perempuan tersebut adalah mantan kekasih suami nya, yang pernah di harapkan suami nya sebagai teman hidup.


Setelah melihat hasil rekaman selsitv tersebut, akhirnya Falisha percaya kepada Arden.


Sebab di rekaman tersebut, Arden juga berusaha untuk menghindar dari Melinda.

__ADS_1


Ucapan dan cacian juga keluar dari mulut Arden, yang mengartikan bahwa dirinya sudah tidak ada lagi perasaan seperti dulu dengan sang mantan kekasih.


"Maapkan aku sayang, maap," sungguh kedatangan dia kesini tanpa sepengetahuan aku, dan juga Mom Bella sudah menjelaskan semua nya, apa sebab dia datang ke sini.


"Apa mas,?" Falisha mencoba untuk bertanya kepada Arden.


"Menurut dari mata-mata yang di perintahkan oleh Daddy," Melinda sedang hamil dan dia juga tidak mengetahui siapa ayah dari anak nya, karena sudah tidak terhitung lagi dengan banyak nya laki-laki yang sudah menyentuh diri nya.


Sebah itu Melinda ingin mencoba kembali dengan ku, namun pemikirannya salah syang, ucap Arden.


"Terus kamu mau kembali kepada nya, dan mau membantu mengakui anak yang ada di dalam kandungannya.?"


Entah kenapa, tiba-tiba Falisha berpikir seperti itu.


Sebab yang dia ketahui, Arden sangat mencintai Melinda, dan Arden sangat frustasi saat kehilangan Melinda.


"Ngomong ko seperti itu sayang, mana mungkin mas mau kembali dengan dia," mas sudah punya kamu dan mas juga pengen anak dari kamu, bukan sama dia yang tidak tahu siapa ayah dari anak nya.


"Serius mas mau anak dari aku.?"


"Serius lah sayang, jika tidak serius mana mungkin mas garap setiap hari.?"


"Ih mas ini ngeselin deh."


Dan mereka saling berpelukan, di sebuah danau yang menyaksikan kebahagiaan mereka saat ini.


***


Setelah sampai di makam kedua orang tua Aya.


Hendri dan Aya, membaca ayat Al Qur'an serta melantunkan doa-doa pendek.


'Ayah, Ibu, Aya datang ke sini, sekarang Aya datang bersama suami Aya.'

__ADS_1


'Ayah, Ibu, doakan aku ya agar menjadi suami yang selalu bisa menyayangi dan membahagiakan Aya dalam suka maupun duka.'


Setelah selesai, Aya dan Hendri kembali ke mobilnya dan segera mencari warung makan, untuk segera mengisi perut mereka yang terasa sangat lapar.


__ADS_2