
Bella menghampiri Mommynya yang sedang sibuk menimang nimang Safa agar segera tidur. Wanita itu pasti sangat kerepotan mengurus anak perempuan yang kini sedang aktif aktifnya merangkak juga Isam yang aktif bermain.
"Assalamualaikum Mom." Ucap Bella mengecup pipi sang Ibu.
"Waalaikumsalam. Sudah pulang. Kalau mau makan sudah siap. Kamu makan sendiri ya."
"Nanti aja abis mandi. Daddy belum pulang?"
"Belum. Tadi katanya mau ke rumah Om Jordan dulu." Karin meletakkan Safa di box ketika gadis kecil itu telah tertidur pulas.
"Mas Isam kenapa?" Tanya Karin menggendong lalu ikut duduk bersama Bella sembari memangku putranya.
"Isam ngantuk Mom. Mau tidur. Mau tidur sama Mom." Jawabnya menenggelamkan kepala di dada sang Ibu.
"Yasudah tidur." Karin mulai mengusap punggung Isam sembari bersholawat dengan lirih.
"Kamu nggak mandi Bel?"
"Iya Deh. Bella mandi dulu." Jawab Gadis itu langsung melesat pergi setelah berpamitan pada sang Ibu.
Karin di buat terkejut mendapat pelukan erat dari seseorang sesaat setelah Ia meletakkan putranya di ranjang.
"Daddy bikin kaget." Ucap wanita itu berbalik menatap suaminya.
"Ayo mandi." Ajak Ansel dengan senyumnya.
"Aku sudah mandi Dad. Daddy mandi sendiri ya."
"Bukan hanya mandi. Kita mandi plus plus."
"Memang Daddy mau tambah momongan lagi?" Tanya Karin sembari melepaskan dasi sang suami.
"No. Sudah cukup. Kita bisa mengatasi itu." Tanpa ba bi bu Ia menggendong istrinya lalu membawa wanita itu ke kamar mandi.
__ADS_1
Ansel meletakkan Karin dengan hati hati ke dalam bathup. Pria itu mencium sang istri dengan tangan yang tak berhenti bekerja untuk melepaskan semua penghalang yang ada di antara keduanya.
"Um... Bibirmu sangat manis sayang." Ucap Ansel lalu turun semakin ke bawah menyapu seluruh tubuh indah istrinya tanpa terlewat sedikitpun.
"Akh..." Ansel mengerang nikmat merasakan miliknya di pijat kuat. Pria itu mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur sembari bibir terus menyatu dengan sang istri.
"Ini sangat nikmat.... Aku mencintaimu sayang." Ucap Ansel merasakan surga dunia yang Ia dapat dari istri tercinta. Suara menggema memenuhi kamar mandi membuat dua insan yang terbakar gairah itu sama sama melenguh saat mencapai pelepasan. Ansel tak membiarkan istrinya istirahat terus menerus menggempur Karin hingga Ia merasa puas.
"Lelah?" Tanya Ansel ikut berbaring bersama istrinya yang sedang menemani Isam tidur.
"Tidak. Kamu lelah?" Karin balik bertanya hanya di jawab senyuman oleh suaminya. Jelas Ansel lelah karena usianya yang tak lagi muda.
"Berarti nanti malam bisa."
"Bisa apa?" Karin pura pura tidak tau maksud suaminya.
"Bisa main lagi."
"Kasihan Daddy. Pasti Daddy lelah. Pinggang Daddy nanti sakit."
"Daddy sudah tau jawabnya."
Sore hari cuaca begitu cerah. Karin bersama keluarga duduk di taman belakang sembari menikmati teh dan kue.
"Wih.. Kumpul nggak ajak ajak." Ucap Jordan yang tiba tiba datang bersama Shiena. Gadis kecil itu langsung memeluk Mamanya membuat Isam merasa kesal.
"Ayo sini duduk Om." Jordan mengangguk kemudian ikut duduk bersama sepupunya.
"Darimana kalian?" Tanya Ansel.
"Dari rumah. Memang sengaja mau kesini."
"Adeknya tidur ya Ma?" Tanya Shiena.
__ADS_1
"Iya. Baru main sama Kak Isam jadinya capek."
"Isam kenapa cemberut begitu?" Bella menahan tawa melihat ekspresi adiknya.
"Tidak."
"Kak Bella tolong potongin kuenya buat Shiena sama Om." Ucap Karin karena Ia sedang menggendong Safa.
"Ok Mom. Ini potongnya gimana?"
"Makannya belajar jangan cuman tau makan aja." Ansel kesal pasalnya Bella apa apa tidak becus. Bisanya menghabiskan uang saja. Pria itu mengambil pisau kemudian mengambilkan untuk sepupu dan keponakannya.
Isam duduk di pangku sang Ibu setelah adiknya di letakkan di stroller saat sudah tidur. Ini Karin lakukan agar anaknya tidak merasa di bedakan. Saat Safa sudah tidur maka perhatian Karin untuk Isam dan begitu pula sebaliknya. Namun saat keduanya terjaga maka Karin akan memberikan perhatian yang seimbang.
"Isam. Kamu mau adek lagi?" Tanya Jordan tiba tiba membuat Ansel tersedak.
"Tidak. Isam tidak mau."
"Bagus Boy. Jangan mau punya adik lagi." Ansel mendukung putranya.
"Besok ada acara di rumah Mama Jordan dan kita diundang. Kamu mau datang?" Tanya Ansel ketika sang istri sedang mengeringkan rambutnya.
"Insyaallah datang kalau tidak ada halangan."
"Hm. Dia menanyakan Isam terus. Saking pengennya punya cucu laki laki begitu."
"Ya. Em Papanya Om Jordan itu adeknya Mama kamu ya Dad?"
"Bukan. Adeknya Papa Aku. Memang kenapa? Aku mirip sama dia ya?"
"Iya. Wajah kalian hampir sama."
"Ada yang bilang begitu bukan cuman kamu. Bella pun katanya sangat mirip dengan kami."
__ADS_1
"Yasudah. Ayo dipakai bajunya setelah itu makan malam."
"Iya Sayang." Jawab Ansel menuruti keinginan sang istri.