
Karin di kejutkan dengan tangan kekar yang tiba tiba memeluknya saat sedang menyimpan mukena. "Maaf." Ucap seorang pria saat Ia membalikkan badan. Karin dikejutkan dengan tubuh Ansel yang seketika melorot memeluk pinggang rampingnya. "Maaf. Apapun akan aku lakukan asal kamu memaafkanku. Aku tau kesalahanku begitu besar. Tapi berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Ungkap Pria itu sambil menitihkan bulir bening dari kedua matanya. Karin tak mampu menjawab. Ia memilih untuk membantu sang suami berdiri. "Aku sangat mencintaimu. Kita mulai dari awal lagi. Kamu mau kan?" Ungkap Ansel memeluk tubuh istrinya dengan erat. Kesekian kalinya Ia meminta maaf dengan berbagai cara. Kali ini pria itu berharap akan mendapatkan ampunan dari istri tercinta. Karin hanya bisa mengangguk. Mungkin ini sudah waktunya Ia memulai hidup baru dan menerima semua dengan ikhlas seperti apa yang di katakan Uminya. Menyesal pun hanya sia sia. Waktu tak bisa di putar kembali seperti di cerita. Manusia hanya bisa berencana dan tuhan yang mengatur segalanya. "Terimakasih Mom." Ucap Ansel atas kesempatan yang diberikan oleh sang istri.
Semua pelayan langung undur diri melihat kedatangan Nyonya dan Tuannya. Ansel memang tidak tidur lagi meskipun biasanya pria itu bangun pukul setengah tujuh dan bangun seenaknya kalau sedang libur. Berbeda dengan hari ini, meskipun libur Ia bangun subuh langsung menemani istrinya masak di dapur. Mereka sadar ada perkembangan dalam hubungan majikannya. Meski Ansel sering melukai hati tapi sebagai pekerja yang mengabdi lama semua turut senang. Harap harap wanita itu dapat mengubah perangai Sang Tuan.
"Mau sarapan pakai apa?" Tanya Karina sambil membuka kulkas. "Sayur nya habis." Gumam wanita itu. "Apa mereka tidak belanja." Ansel berdecak kesal ketika istrinya butuh sesuatu tapi tidak ada. "Mungkin lupa. Nanti aku akan belanja." Jawab Karina. "Biar mereka saja Mom." Ansel tak ingin istrinya keluar. Baru saja mendapat maaf sikap posesif pria itu kumat. "Aku ingin." Sahut Karin sembari memecah telur. "Jadi kita sarapan pakai apa hm?" Ia memeluk sambil meletakkan dagu di atas pundak sang istri. "Pancake."
__ADS_1
Selesai menyiapkan sarapan Karin bergegas ke kamar Bella untuk membangunkan sembari menunggu suaminya mandi. "Bangun Bell. Sudah pagi." Ucapnya membuka gorden agar matahari bisa masuk. "Mom." Ia segera duduk sambil merentangkan tangannya. "Ayo mandi. Sarapannya sudah siap. Kamu mau ikut belanja nggak?" Tanyanya. "Peluk." Ucap Bella sambil mengangguk. Karina tersenyum kemudian memeluk dan mencium putrinya. Hati Bella menghangat karen ini kali pertamanya Ia merasakan kasih sayang dari seorang Ibu.
"Pagi Dad." Ucap Bella berjalan ke ruang makan sembari menggandeng tangan Ibunya. "Pagi." Jawab Ansel. Gadis itu segera duduk setelah memberikan kecupan singkat di pipi Ansel. "Jadi nggak tega makan." Ucap Bella melihat pancake cantik buatan Karina. "Jangan dimakan." Sahut Ansel. "Haish....Mana bisa begitu." Ucap Bella langsung menyantap sarapannya.
Ansel menemani istrinya berbelanja di swalayan. Pria itu mendorong troli mengikuti dua orang yang sedang sibuk memilih bahan makanan. "Mau dimasakkan apa untuk makan siang nanti?" Tanya Karin. "Apa ya....Daddy mau apa?" Bella meminta pendapat. "Apa saja. Semuanya enak." Jawab Ansel sambil tersenyum. Karin mengangguk melanjutkan belanjanya sambil mengobrol dengan Bella. Ansel benar benar diabaikan. Namun setidaknya hubungan dengan sang istri membaik membuat Ia bersyukur.
__ADS_1
Ansel memeluk istrinya yang baru saja selesai sholat. Pria itu memberikan kecupan lembut di pipi Karin beberapa kali. "Mari ikut sebentar." Ucapnya sembari memasangkan penutup mata lalu membantu Karin berdiri.
Sampai di tempat Ansel langsung membuka penutup mata istrinya. "Apa ini?" Kagetnya melihat berbagai perhiasan dan macam macam hadiah dari sang suami. "Kejutan untuk Mom." Jawabnya sambil menuntun wanita itu untuk melihat lihat. "Ini berlebihan." Gumam Karin karena uang yang di keluarkan suaminya pasti sangat banyak. "Tidak sama sekali Mom." Jawabnya kembali memeluk sang istri. "Trimakasih." Ucap Karina.
Malam hari Ansel duduk sambil merangkul sang istri yang sedang makan coklat hadiah darinya bersama Bella. "Belepotan begini." Ucap Wanita itu sambil membersikan sudut bibir Bella. "Kamu nggak belajar Bell?" Tanya Ansel ingin berdua dengan sang istri. "Besok kan libur Dad." Jawab Bella. "Mom tidur sama aku ya." Lanjutnya membuat Ansel membelalakkan mata. "Nggak." Pria itu tidak terima. "Ish..Daddy ngalah. Pokoknya aku mau tidur sama Mom." Ucapnya tak mau kalah.
__ADS_1
Tepat pukul satu malam Ansel membuka pintu kamar putrinya. Perlahan Ia melangkah menghampiri sang istri yang sudah pulas dipeluk Bella. Ia menyingkirkan lengan gadis itu kemudian menggendong Karina untuk dibawa ke kamar.
Ansel mendekap hangat Karina yang masih tertidur pulas. Di cium berkali kali pun wanita itu masih nyenyak tanpa terganggu. "Apa sangat nyenyak hm? Kamu seperti orang pingsan saja." Gumamnya sambil mengamati wajah rupawan sang istri. "I Love you." Ucap Ansel ikut memejamkan mata.