Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Tak Bisa Jauh


__ADS_3

"Morning." Ucap Ansel dengan senyum sumringahnya mengecup kening istrinya kemudian bergegas duduk untuk sarapan. "Morning." Jawab Karin dan putrinya bersamaan. "Malam nanti jalan jalan yuk Mom." Ajak Bella mulai memakan sarapannya. "Kemana?" Tanya Karin sambil meletakkan sepiring nasi goreng di depan sang suami. "Ke Mall. Gimana?" Karin menatap Ansel meminta izin. "Boleh." Ucap pria itu sambil tersenyum lalu mengusap pipi sang istri. "Bucin." Bella berdecak melihat tingkah Daddy nya. Ia senang melihat pria itu bahagia sekarang. Ansel lebih banyak tersenyum dan menghabiskan waktu di rumah semenjak menikah. Karina membuat semuanya menjadi lebih baik dan menciptakan kehangatan keluarga yang belum pernah Bella rasakan sebelumnya.


Karin dan suami dalam perjalanan menuju ke perusahaan. Sudah menjadi rutinitasnya untuk menemani Ansel di kantor karena Pria itu yang meminta. Ia bilang jika tak bisa dan tak mau jauh jauh dari istri tercinta. Entah mengapa saat jauh dari Karina Ansel merasa gelisah dan was was. Oleh karena itu membawa Sang istri kemanapun Ia pergi adalah solusi yang paling baik untuk membuatnya tenang.


Ansel merangkul pinggang istrinya mesra memasuki kantor. Pria itu mengabaikan semua karyawan yang menyapa sementara Karina tersenyum ramah menanggapi. "Jangan tersenyum. Karna senyum Mom hanya milik Daddy." Ucap Ansel memperingati istrinya saat sudah berada di lift khusus untuk CEO. "Mom paham?" Tanyanya karena Karin hanya diam. "Paham." Jawab wanita itu pelan.


Sampai di ruang kerja, Ansel langsung mengantarkan istrinya ke kamar pribadi tempat biasa Ia istirahat saat lembur. "Disini saja ya. Daddy ada meeting. Kalau ada apa apa atau butuh sesuatu minta orang di depan." Ucap Pria itu sembari mengecup kening dan bibir sang istri.

__ADS_1


Ansel memasuki ruangan rapat membuat semua orang yang ada di sana seketika berdiri menyambutnya. Pria itu kemudian duduk di kursi kebesarannya siap mendengarkan materi yang akan di sampaikan hari ini. "Baiklah. Mari kita mulai." Ucap Ansel dengan nada tegas dan begitu berwibawa.


"Mom." Dengan senyuman yang merekah Ansel menghampiri istrinya. Pria itu memberikan ciuman dan pelukan pada Karina yang masih dalam posisi yang sama saat Ia pergi tadi. Ansel merebahkan tubuhnya di sofa menjadikan paha sang istri sebagai bantalan. Ia memeluk pinggang ramping wanita itu sembari menenggelamkan kepalanya di perut rata Karina.


Setelah selesai sholat Karin dan suaminya makan siang bersama. "Disini ada kantin?" Tanya Karin sambil mengunyah. "Ada. Mom mau lihat?" Tanya Ansel di jawab anggukan cepat. "Apa makanannya enak enak?" Pria itu mengulas senyum atas pertanyaan istrinya. Jujur saja Ia tak pernah pergi ke kantin kantor jadi tidak tau apa saja yang di sediakan disana.


Ansel duduk sambil menyuapi istrinya makan padahal wanita itu sudah menolak berkali kali karena malu jadi pusat perhatian. "Ada apa Bell?" Tanya pria itu saat menerima panggilan dari putrinya. "Mom mana? Kenapa nggak pulang pulang?" Tanya Bella. "Sebentar lagi kita pulang." Jawab Ansel. "Berikan ponselnya pada Mom. Bella mau ngomong." Ansel menghela napas menuruti keinginan putrinya. "Ya Bell." Ucap Karina. "Cepatlah pulang Mom." Keluh gadis itu. "Iya. Kita pulang kok." Jawab Karina mengajak suaminya bergegas. "Ini belum habis." Ucap Ansel. "Diteruskan sambil pulang." Jawab Karina sambil membereskan sisa cake nya.

__ADS_1


Malam hari Ansel menemani anak dan istrinya jalan jalan. "Mau beli apa?" Tanya Karina yang sedaritadi di gandeng Bella. "Bingung. Mau keluar aja jalan jalan." Jawab gadis itu sambil nyengir membuat Daddy nya berdecak. "Astagfirullah." Karin terhuyung karena di tubruk oleh seseorang yang berjalan tergesa gesa. Untung saja suaminya dengan sigap menahan tubuh mungil wanita itu jadi tidak sampai terjatuh. "Maaf Nona." Ucap pria itu tidak enak hati. "Pakai matamu." Geram Ansel. "Sekali lagi saya minta maaf." Ucapnya buru buru pergi. "Mom nggak papa?" Tanya Bella di jawab gelengan pelan.


Karin dan keluarga kecilnya memutuskan untuk makan malam di salah satu restoran mall. "Daddy nggak makan?" Tanyanya melihat Ansel hanya minum cappucino saja. "Nggak selera. Sampai rumah nanti bikinkan makan ya Mom." Ucap Pria itu tak biasa makan di luar. Setelah menikah Ansel yang sudah terpikat dengan masakan istrinya enggan untuk menyantap sembarang hidangan.


Pukul 9 malam keluarga kecil Ansel telah sampai di rumah. Karin langsung menuju dapur untuk membuatkan makan suaminya. Wanita itu hanya menyajikan menu simpel tumis daging dan capcay karna takut Ansel keburu lapar.


"Kamu ikut makan lagi Bel?" Tanya Ansel melihat anaknya ikut duduk ketika istrinya menata makanan. "Iya dong. Ini Bella sudah siap piring sama sendoknya. Rugi dong Bella nggak makan masakan Mom." Jawabnya. "Ini punya Daddy ya." Ucap Pria itu tidak terima. "Sudah, lagian ini kan banyak." Tegur Karina sambil meletakkan piring yang sudah terisi makanan di depan suaminya. "Sini piring kamu Bell." Ucapnya mengambilkan untuk Bella juga. "Makasih Mom." Ia menerima dengan senang hati. "Sama sama." Jawab Karin sambil duduk. "Mom nggak makan lagi? Enak loh." Tanya Ansel. "Sudah kenyang. Kalian saja."

__ADS_1


__ADS_2