
"Semoga dilancarkan." Ucap Karin mendoakan sembari menggenggam tangan Bella yang sedang menghadapi ujian nasional. "Terimakasih Mom. Doakan Bella ya.." Jawabnya memeluk sang Ibu. "Selalu. Selalu mendoakanmu." Karin menyenggol lengan suaminya. "Semoga berhasil Bell." Ucap Ansel memeluk kemudian mengecup kepala putrinya. "Terimakasih. Bella berangkat dulu." Ia segera pergi setelah mencium tangan dan pipi kedua orangtuanya agar bisa memanfaatkan waktu untuk belajar sebentar di sekolah sebelum ujian dimulai.
"Dad." Panggil Karin sambil menyuapi Isam. "Iya." Jawab Ansel mengabaikan sarapannya segera menoleh pada sang istri. "Sikap kamu sama Bella jangan begitu dong Dad." Ucap Wanita itu. "Kenapa?" Ansel mengernyitkan kening bingung dengan apa yang dikatakan istrinya. "Ya sikap kamu ke Bella itu kaku dan cuek. Berikan dia perhatian. Aku nggak mau nanti dia berpikir aku dan Isam merebut perhatian kamu dan timbul kesalahpahaman." Jelas Karin mengungkapkan isi hatinya membuat Ansel menghela napas. Pria itu menyudahi makannya kemudian menggenggam tangan sang istri. "Dari dulu memang keadaan kita sudah seperti ini. Tidak dekat banget. Jangan terlalu di pikirkan." Jawab Ansel dengan santai sembari mengecup tangan istrinya yang masih Ia genggam. "Daddy kalau di kasih tau pasti begitu." Kesal Karin sambil cemberut malah membuat suami gemas. "Kenapa sih Mom." Ia terkekeh mencubit gemas pipi chubby istrinya. "Kalo di kasih tau itu sikapnya di rubah. Yang perhatian gitu sama Anak." Ansel mengangguk sambil tersenyum. "Iya Sayang. Sudah jangan cemberut begitu." Ucapnya lalu mengecup bibir Karin dengan lembut.
Ansel memang tidak bekerja karena ingin menikmati waktu bersama istrinya. Pria itu kini sedang menemani Karin belanja bulanan di swalayan. "Tumben diam nggak sama Mommy." Ucap Ansel mendorong troli yang berisi anaknya dan barang barang belanjaan. "Mommy." Isam merentangkan tangan begitu melihat Karin berjalan mendekat. "Baru juga dibilang anteng sudah nempel lagi." Gerutu Ansel. "Kenapa sayang? Mom lagi belanja." Ia bergegas menggendong putranya membawa bocah tampan itu untuk berkeliling memilih barang. "Daddy makan siang nanti mau pakai apa?" Tanyanya. "Apa aja yang masak istri pasti enak." Jawab Ansel sambil memeluk Karin. "Lepasin Dad. Banyak orang. Kamu nggak malu apa?" Tegur sang Istri namun tidak Ia pedulikan.
__ADS_1
Sampai di rumah Karin langsung ke dapur setelah menidurkan putranya di kamar. "Bisa nggak?" Tanyanya melihat suami sibuk menata belanjaan. "Bisa tapi nggak rapi." Jawab Ansel menyudahi kegiatannya kemudian segera memeluk sang istri. Karin tersenyum. Wanita itu mulai menata ulang kembali karena apa yang dikerjakan Ansel begitu acak acakan. "Mom kamu sayang nggak sama aku?" Tanya Ansel masih dalam posisi yang sama. "Ya." Jawab Karin. "Cinta nggak?" Ia bertanya lagi dan mendapatkan jawaban yang sama. "Masa jawabnya Ya saja." Ansel protes. "Sayang dan cinta sama kamu Dad. Daddy kan suami aku." Jelasnya membuat pria itu puas.
Tepat pukul sebelas siang Bella sudah sampai di rumah. Gadis itu langsung menuju ruang makan karena tau Ibunya pasti ada sana. "Mom." Panggilnya sembari memeluk wanita cantik berhijab yang sedang sibuk menyiapkan makan. "Sudah pulang. Bagaimana ujiannya?" Tanya Karin. "Lancar. Yang Mom kasih soal latihan kemarin itu rata rata keluar. Makasih." Jawab Bella kemudian duduk. "Ganti baju dulu baru makan." Tegur Ansel. "Nanti ya Dad. Bella lapar." Hendak menjawab Ansel menyadari kode dari istrinya. "Baiklah." Putus pria itu.
Bella menghampiri Ayah dan Ibunya yang sedang duduk bersama membahas sesuatu. "Mom." Panggil gadis itu kemudian duduk di samping sang Ibu. "Ya. Ada apa?" Tanya Karin. "Em... Boleh minta hp baru nggak? Punya aku pecah." Jawabnya sambil menunduk. "Kok "bisa? Setahun lalu kamu baru ganti Bel." Ansel yang merespon. "Jatuh Dad." Karin mengusap punggung putrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Terlalu kamu manjain Bella itu." Ucap Ansel memeluk istrinya yang masih bersiap. "Bukan manjain. Tapi HP kan memang kebutuhan. Kalau Bella nggak punya bagaimana?" Jawab Karin sambil berdiri. "Sudah ayo berangkat. Nanti kemalaman." Lanjutnya mengajak suami bergegas.
Karin sudah sampai di Mall bersama suami dan anak anaknya. "Mau yang mana Bell?" Tanyanya karena sedaritadi Bella memilih ponsel tapi belum memutuskan juga. "Yang sama kaya punya Mom aja." Jawab gadis itu. "Baiklah. Yang ini Mas." Ucap Karin membuat suaminya berdecak karena cemburu. "Biar aku yang bayar. Kamu tunggu disana." Ucap Ansel mengecup kening istrinya menyuruh wanita itu untuk duduk tempat yang agak jauh.
"Putrinya cantik Pak." Kata seorang pramuniaga sembari mengembalikan kartu Ansel. "Yang mana?" Tanya Pria itu. "Yang berhijab. Boleh saya kenalan?" Jawabnya. "Itu istri saya. Mau kenalan kamu? Bosan hidup? Berani macam macam saya bunuh kamu." Kesalnya bergegas pergi menghampiri istrinya.
__ADS_1