
Karin akan mengajak anak anak untuk jalan jalan karena hari ini Bella telah menyelesaikan ujian nasional. "Mau kemana?" Tanya Wanita itu menawari. "Kemana aja Mom." Jawab Bella menyerahkan semua keputusan pada Ibunya. "Tunggu Daddy dulu kalo gitu." Putus Karin sembari menurunkan putranya.
Ansel menghampiri anak dan istrinya yang sedang duduk. "Jadi mau kemana kita?" Tanya Pria itu mengangkat Isam membuat bayi tampan itu merengek. "Sini sini." Ucap Karin mengambil alih. "Ke taman aja ya." Ansel dan Bella mengangguk mendengar jawaban Karin.
Sampai di taman Karin mengajak anak dan suaminya berkeliling untuk membeli makanan. "Pantesan ngajak kesini. Mau jajan rupanya." Gumam Ansel sembari mengikuti dan membawakan belanjaan istrinya. "Eskrim." Shiena menunjuk kedai eskrim yang tak jauh dari tempat mereka berhenti. "Iya kita beli." Jawab Karin menggandeng tangan gadis kecil itu.
__ADS_1
Semuanya duduk bersama setelah lelah berkeliling. Karin makan di suapi suami sambil menjaga putranya yang berjalan di rerumputan. "Belepotan." Ucap Ansel membersihkan sudut bibir istrinya. "Pengumuman ujian nasional kapan Bell?" Tanya Karin duduk kembali sambil memangku Isam. "Katanya tanggal 12 Mom." Jawab gadis itu. "Kasih hadiah kan Mom?" Tanya Bella mengingatkan. "Lihat nilai kamu nanti berapa." Sahut Ansel. "Soal hadiah gampang. Kamu jangan khawatir." Bella tersenyum kemudian memeluk Ibunya.
"Mom." Isam mengalungkan lengannya di leher Karin. "Ngantuk?" Tanya Ansel. "Atau mau dimanja?" Lanjut pria itu mencolek pipi gembul putranya. "Mommy." Isam memalingkan wajahnya enggan melihat sang Ayah. "Heh. Begitu ya kamu sama Daddy. Awas saja nanti kalau bangun tidur nangis Daddy ogah panggilkan Mom." Ansel bersedekap dada ikut memalingkan wajah. Karin hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. "Bell. Kamu rencana pengen lanjut kuliah dimana terus ambil jurusan apa?" Tanyanya sembari berdiri karena putranya mulai rewel. "Ya se diterimanya dimana aja Mom. Maunya yang dekat dekat saja. Kalau masalah jurusan mau ambil desain." Jawab Bella membuat Ayahnya yang sedang minum tersedak. "Kamu mau ambil desain? Yakin? Anak desain itu harus kreatif." Ucap Ansel meragukan putrinya yang berkemampuan pas pasan. "Ya yakin." Bella mengangguk mantap sembari menatap sang Ayah.
Ansel memeluk istrinya yang sedang mencuci muka setelah berganti baju. "Ayo tidur." Ajaknya. "Iya sebentar. Ini masih bersih bersih." Jawab Karin membilas wajahnya yang penuh busa kemudian mengeringkan dengan tissue. "Sebentar deh Mom. Kaya ada yang tak biasa." Ansel membalikkan tubuh istrinya. "Ada apa?" Tanya Karin. Ansel tak menjawab. Pria itu menangkup wajah istrinya kemudian mengamati dengan teliti. "Masyallah bidadari yang Allah ciptakan untukku sangat cantik." Ucap Ansel tersenyum kemudian mencium bibir istrinya dengan lembut. "Modus." Karin melepaskan tangan suaminya kemudian bergegas pergi meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Ansel menghampiri Istri dan anak anak yang sudah siap di meja makan. "Morning." Ucap pria itu sembari mengecup pipi dan kening istrinya. "Morning." Jawab Karin bergegas mengambilkan sarapan. "Ih. Cium dulu." Ansel menggenggam tangan istrinya. Karin pasrah lalu mencium suaminya sesuai dengan keinginan pria itu.
Selesai sarapan Karin mencari Isam yang dibawa suaminya entah kemana. "Bell. Daddy kemana?" Tanya wanita itu berjalan terburu buru. "Tadi masih duduk disitu. Memangnya kenapa Mom?" Bella ikut khawatir. "Enggak. Tadi bawa Isam. Kamu kalau mandi mandi aja ya." Bella mengangguk kemudian bergegas menaiki tangga untuk segera ke kamar setelah mengecup pipi Ibunya sekilas.
"Astagfirullahaladzim Daddy anak aku kamu apain?" Kesal Karin karena anaknya menanis terjerir jerit. "Diajakin berenang Mom. Ayo ikut." Ansel dengan jahil menarik tangan istrinya hingga wanita itu tercebur. "Daddy. Aku sama Isam kan baru mandi." Keluh Karin menahan amarahnya. Ia mengambil alih Isam untuk menenangkan bayi tampan itu. "Wah sama Mommynya langsung diam." Ucap Ansel. "Daddy apa apa nggak ngomong dulu. Nanti kalau Isam sakit gimana? Ini kan masih pagi airnya dingin. Isam juga baru mandi. Daddy nyebelin ih." Kesal Karin mengomeli suaminya. "Kan cuman diajakin berenang Mom." Jawab Ansel. "Tau ah. Tuh lihat Isam kedinginan." Karin membawa anaknya untuk segera keluar dari kolam.
__ADS_1
Isam sudah mandi dengan air hangat. Bayi tampan itu kini sedang di susui Ibunya. "Maaf." Ucap Ansel duduk di samping Karin masih mengenakan celana pendek dan bathrobe karena baru selesai mandi. "Itu teh hangatnya diminum. Keringin badannya terus pakai baju biar nggak masuk angin." Karin berucap tanpa melihat suaminya membuat pria itu tersenyum. Bagaimanapun Kesalnya Karin Ia tetap perhatian dengan suami dan anak anaknya. "Makasih Mom." Ansel memeluk istrinya mencari kehangatan.