
Karin terkejut saat baru keluar kamar ada seseorang yang berlutut di depannya. "Bella kamu kenapa begini?" Tanya Wanita itu. "Mom jangan pergi ke Arab. Bella janji akan berubah jadi anak baik. Bella minta maaf. Mom jangan tinggalin Bella." Jawabnya sambil menangis kencang. "Jangan begini Isam takut dengar tangisan kamu." Karin menenangkan putranya yang mulai merengek. "Mom jangan tinggalin Bella." Gadis itu berdiri menggenggam tangan Ibunya. "Mom nggak boleh pergi ke Arab. Bella minta maaf." Lanjutnya. "Siapa yang mau ke arab?" Tanya Karin bingung. "Daddy bilang Mom mau tinggal di Arab." Bella menjawab sambil sesenggukan. "Sudah. Tidak ada yang pergi ke arab. Ayo sarapan." Ajaknya. "Mom maafin Bella kan?" Karin mengangguk kemudian mengusap air mata putrinya. "Jangan menangis lagi. Isam tidak nyaman. Nanti kalau dia menangis juga aku yang repot." Ucap Karin.
"Minggir." Kesal Ansel karena Bella mendekati Isam membuat Bayi tampan itu menangis. "Cuman pengen gendong Dad." Jawabnya. "Dia takut sama kamu. Sadar nggak sih. Duduk sana." Ucap Pria itu. Bella mengangguk kemudian duduk di kursinya. "Cup cup." Karin menenangkan putranya kemudian mendudukkan di kursi khusus setelah berhenti menangis.
__ADS_1
Ansel menyuapi istrinya karena wanita itu sibuk menyuapi Isam jadi tidak sempat makan. "Makannya Adek itu dari apa Mom?" Tanya Bella penasaran. Gadis itu terlihat masih sangat canggung karena baru baikan dengan sang Ibu. "Dari sayuran di kukus terus di haluskan." Jawab Karin mengelap bibir putranya dengan tissue basah. "Oh iya Dad. Hari ini aku ke toko ya. Sudah lama nggak kesana." Lanjutnya meminta izin. "Nanti sama aku juga." Bella cepat cepat menelan makanannya. "Ikut." Sahut gadis itu di jawab anggukan oleh sang Ibu.
Karin telah sampai di toko bersama suami dan juga anaknya. Mereka di sambut ramah oleh karyawan yang sedang sibuk menyiapkan pesanan. "Kak Karin." Ucap Reza langsung mencium tangan wanita itu dan yang lainnya. "Mbak." Sapa Ibu Reza ikut menghampiri. "Sudah lama tidak kesini." Lanjutnya sambil tersenyum. "Iya Bu. Isam suka rewel diajak pergi pergi." Ibu Rosma mengangguk. "Mau minum apa saya siapkan." Tawarnya. "Cappucino satu, jus strawberry satu, sama black forest dua saya tunggu di tempat biasa Bu. Reza kamu ikut kakak sebentar." Jawab Karin sekaligus mengajak Reza. Bocah itu mengangguk kemudian segera mengikuti langkah Karin.
__ADS_1
Mereka semua duduk di balkon sambil menikmati minum. "Gimana sekolahnya?" Tanya Karin sedang makan eskrim bersama Reza. "Alhamdulillah lancar Kak. Terimakasih." Jawabnya sambil tersenyum. Ia sangat bersyukur dipertemukan dengan orang baik seperti Karina. Kehidupannya bersama sang Ibu menjadi jauh lebih baik berkat wanita itu. "Sama sama. Belajar yang rajin." Karin memberikan pesan. "Insyaallah Kak." Ucapnya sambil mengangguk semangat.
Ansel baru bangun tidur. Dengan bertelanjang dada hanya memakai celana pendek pria itu menghampiri Istrinya yang sedang duduk bersama Isam di balkon kamar. Ia mencium bibir Karina kemudian meletakkan kepalanya dengan nyaman di paha sang istri. "Mandi sana loh sudah sore." Tegur Karin. "Suami itu Mom kalau sudah begini pengennya di manja. Di cium, dielus kepalanya. Kamu tidak peka sekali ya." Keluh Ansel menatap istrinya yang sedang fokus menjaga Isam. "Hm maunya begitu." Karin mencium kening suaminya kemudian mengusap kepala pria itu membuat Ansel tersenyum. "Mom." Isam berdiri berpegangan pada pundak Karin. "Iya sayang. Sini duduk." Ajaknya. "Sudah wangi ya. Sudah mandi Kamu." Ucap Ansel memeluk putranya membuat bayi tampan itu merengek karena risih. "Sudah lepaskan Dad nanti nangis." Tegur Karin. "Hm baiklah." Pasrah Ansel melepaskan lengan dari putranya.
__ADS_1
Malam hari Karin sudah berada di rumah Abi. "Kenapa nggak pulang. Kakek kangen." Ucap Pria paruh baya itu memeluk cucunya. "Memang rencananya memang mau kesini malam Kek." Jawabnya saat pelukan sudah terlepas. "Kakak ayo beli mie ayam." Ajak Kafil. "Ayo. Isam sama Daddy dulu ya." Ia memberikan bayi itu pada Ansel namun seketika menangis. "Sama Nenek ayo." Umi merentangkan tangan bersiap menggendong namun Isam malah mengeratkan pelukan pada Ibunya.
Karin baru bisa makan setelah anaknya tertidur pulas. "Minta dikit." Ansel ikut duduk di bawah bersama istri dan iparnya. "Katanya nggak doyan." Sindir Kakek karena Ansel tadi ditawari tidak mau karena tidak biasa makan makanan pinggir jalan. "Penasaran rasanya Kek." Jawab Pria itu. Karin menggulung mie nya dengan garpu kemudian menyuapkan pada suaminya. "Enak?" Tanya Abi. "Biasa saja Bi." Ia menjawab setelah menelan makanannya. "Bella di rumah sendiri?" Tanya Umi sambil meletakkan minum di atas meja. "Iya Mi. Lagi ngerjain tugas dari Mommy nya. Nilainya merah semua karna malas. Makannya si kasih tugas biar belajar." Jawab Ansel sambil mengelap bibir Karin dengan tissue.
__ADS_1