Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Pulang


__ADS_3

Ansel dan Bella tak berhenti tersenyum. Keduanya sangat bahagia karna Karin sudah mau diajak pulang. "Selamat datang Tuan, Nyonya dan Nona muda." Sapa semua pelayan tersenyum menyambut majikannya. "Terimakasih." Jawab Karin sembari membalas senyuman mereka. Meski tak rela Ansel membiarkan itu terjadi. Ia tak mau lagi karena sikapnya sang istri yang baru kembali meninggalkannya lagi. "Ayo masuk Mom." Ajak Bella menggandeng tangan Ibunya.


Karin langsung menuju kebun belakang rumah. Ia ingin melihat tanaman sayurnya yang tanpa di duga terawat dengan baik. "Siapa yang merawatnya?" Tanya wanita itu. "Pak Bon. Bella nggak paham soalnya." Jawab gadis itu sembari tertawa kecil. "Kenapa di luar. Istirahat di dalam saja. Cuaca sangat panas." Ansel menghampiri istrinya setelah menyuruh koki di rumah untuk menyiapkan makan. "Ayo masuk." Karena tak mendapat jawaban Ia menarik tangan Karin dengan lembut untuk di ajak bergegas.


"Tadi kan sebelum kesini sudah makan." Keluh Karin yang sedang duduk ruang keluarga dengan berbagai hidangan diatas meja. "Kan Umi sudah bilang kalau hamil itu harus banyak makan makanan sehat. Lihat ada salad buah, puding, macam macam cake. Mau coba yang mana dulu?" Tawar Ansel. "Masih kenyang Dad." Wanita itu menggeleng pelan. "Coba ini dulu satu suap aja." Ansel mengambil potongan kue hendak menyuapkan pada istrinya. Belum sampai di mulut Karin yang merasa mual bergegas pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Ansel menggenggam tangan istrinya yang sedang berbaring dengan wajah pucat. Ia merasa bersalah karena telah membuat Karina mual mual. "Maaf." Lirihnya. "Mual sangat wajar dialami saat hamil." Jawab Karin sambil tersenyum. "Mom udah baikan?" Tanya Bella. "Sudah. Alhamdulilah." Gadis itu mengangguk kemudian segera berpamitan membiarkan Ibunya istirahat dengan nyaman.


Karin merasa nyaman saat perutnya diusap lembut sang suami. "Kita jaga anak kita sama sama ya. Aku sangat bersyukur memiliki keturunan yang lahir dari rahim wanita yang begitu aku cintai. Aku akan selalu menjaga dan melindungi kalian. Menjadi Ayah dan suami yang baik kedepannya." Ucap Ansel sembari mengecup kening istrinya dengan lembut. "Apa masih mual?" Lanjut pria itu bertanya. "Sudah tidak." Jawab Karin.


Beberapa saat berlalu Karin sudah tertidur pulas dalam dekapan suaminya. Ansel yang masih terjaga tanpa lelah mengusap punggung sang istri. "Kamu menyukai ini hm." Lirih pria itu sambil tersenyum melihat Karin menggeliat kecil menenggelamkan kepala di dada bidangnya. "Jika sudah nyaman begini jangan pergi lagi. Aku akan berubah demi kamu. Aku janji." Ucapnya penuh kesungguhan.

__ADS_1


Ansel mencari istrinya namun masih belum menemukan. Pria itu menghela napas saat sampai di taman belakang mendapati dua orang sedang sibuk bercanda di gasebo dekat kolam.


"Kamu disini." Ucap Ansel duduk bergabung bersama anak istrinya setelah mengecup singkat pipi wanita cantik berpakaian syari itu. "Makan apa hm?" Tanyanya. "Rujak. Bella yang buat." Jawab Karin membuat Ansel mengernyitkan keningnya heran. "Iya Bella yang bikin. Dibantu Mom sih. Tapi Bella ikut andil." Jelas gadis itu melihat keraguan Ayahnya. "Hm. Jangan buat dapur Daddy hancur seperti kemarin." Ucap Ansel seketika membuat Karin menoleh menatap Pria itu untuk meminta penjelasan. "Saat mau jenguk kemarin dia bersikeras mau bikin puding sendiri dan pada akhirnya semua berantakan." Karin tersenyum menatap putrinya. "Tapi kamu tidak apa kan?" Bella menggeleng pelan. "Tidak Mom. Tapi Daddy lebih menghawatirkan dapur daripada anaknya sendiri." Jawab Bella memelas memeluk Ibunya. "Ckk... Pengadu." Ansel berdecak melihat tingkah Bella. "Minum susunya dulu." Lanjut pria itu memberikan segelas susu dingin pada istrinya. "Enak ya Mom." Ucap Bella mendongak menatap Ibunya. "Mau coba?" Tawar Karin sambil tertawa kecil. "Itu kan susu buat Ibu hamil." Jawab gadis itu cemberut.


Ansel menatap nyalang pria di depannya. Ia kesal karena Jordan berkunjung bersama Shiena membuat waktunya bersama sang istri terganggu. "Masa dikunjungi sepupu sama keponakan ekspresinya begitu." Jordan tertawa meledek. "Sialan. Setelah ini...." Ansel tak mampu meneruskan kalimatnya saat Karin datang memanggil mereka untuk makan malam bersama.

__ADS_1


"Kenapa tidak makan?" Tegur Karin melihat suaminya sedaritadi diam saja. "Ah iya ini mau makan." Jawab Ansel sambil tersenyum. "Kak Karin, Shie menginap disini ya." Celotehnya membuat Bella dan Daddynya menatap Jordan dengan tajam. "Besok Shie kan sekolah." Ucap Bella. "Besok libur. Kak Bella tidak tau jika besok tanggal merah." Shiena menatap Karina penuh permohonan. "Minta izin Papa." Semua menatap Jordan kecuali Karin yang sibuk memakan jeruknya. 'Jangan.' Ucap Ansel dan Bella tanpa suara sambil menggeleng. "Boleh." Jawab pria itu sengaja ingin membuat sepupunya kesal. "Sialan kau Jordan." Teriak Ansel dalam hati.


__ADS_2