Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Yang Paling Ganteng Suami


__ADS_3

Hari minggu pagi yang cerah. Sesuai janjinya Karin akan menemani Ansel untuk potong rambut. "Jangan lama lama." Ucap Kakek mewanti wanti. "Iya Kek." Jawab wanita itu kemudian mencium tangan kakek dan kedua orang tuanya bergantian. "Isam nggak ditinggal saja?" Tanya Umi. "Nangis dong Mi kalau nggak sama Ibunya." Jawab Abi sembari mencium kening cucunya.


"Buat Daddy ya." Ucap Ansel merebut biscuit yang sedang di genggam putranya membuat bayi tampan itu menangis. "Apaan sih. Suka sekali bikin anaknya nangis." Tegur Karin memukul pelan lengan suaminya. "Cup sayang. Daddy memang keterlaluan." Ucapnya menenangkan.


Ansel merangkul pinggang Karin memasuki barber shop langganannya. Ia sengaja menyewa tempat itu karena tak ingin ada pelanggan lain yang menganggu apalagi Sedang membawa Karin. Tentu saja Ansel tidak rela istrinya di lihat laki laki lain.

__ADS_1


"Mau di potong bagaimana Tuan?" Tanya Seorang pria yang bisanya melayani Ansel saat merapikan rambut disini. "Seperti biasa. Dirapikan terus di wana coklat. Coklat yang mana Mom?" Tanya Ansel meminta pendapat. "Terserah Daddy." Jawab Wanita itu kemudian berdiri. "Duduk sini aja loh temani aku." Ucap Ansel. "Nanti Isam nangis. Dia ngantuk." Jawabnya sembari menimang bayi tampan itu. "Pilihin dulu warnanya." Karin mendekat kembali. "Yang ini aja nggak terlalu terang." Ucap Wanita itu langsung di angguki sang suami.


Karin duduk kembali di samping suaminya setelah Isam tidur pulas dalam gendongan. "Saya kira Tuan pindah langganan karena sudah lama tidak datang kesini." Ucap Pria yang sedang merapikan rambut Ansel memulai obrolan. "Iya. Lumayan lama sekitar setengah tahun lalu. Aku nggak pindah langganan. Emang baru sempat rapikan rambut sekarang saja. Lagian istri diminta temani juga sibuk terus." Jawab Ansel. "Tidurin di sofa sana kali Mom. Capek kamu gendong Isam terus." Lanjutnya memberi saran pada sang istri. "Nggak. Nanti kebangun dia." Jawabnya sembari menepuk bokong Isam pelan.


Karin dan suaminya sudah sampai di rumah. Keduanya langsung ikut duduk bergabung bersama keluarga yang sedang berbincang di ruang tengah. "Makasih Kak." Ucap Kafil girang menerima macaron dari Kakaknya. "Sama sama." Balas Karin. "Tidur dari kapan?" Tanya Umi melihat cucunya begitu pulas. "Sudah lama Mi. Tadi sepat bangun di jalan langsung tidur lagi." Jawabnya. "Ajak Isam tidur di kamar biar Nyaman." Tutur Abi. Karin mengangguk kemudian pergi membawa putranya ke kamar.

__ADS_1


Ansel menghampiri istrinya yang sedang tiduran bersama Isam. Pria itu ikut berbaring memeluk tubuh ramping Karin dari belakang. "Aku ganteng nggak Mom?" Tanyanya sembari mengecup pundak sang istri. "Ganteng." Jawab Karin. "Dulu katanya aku nggak ganteng." Ansel protes. "Dulu kan belum jadi suami. Sekarang sudah jadi suami baru ganteng." Karina merespon. "Kalau sama Jordan ganteng mana?" Ansel memberikan pilihan. "Dari lelaki manapun bagi seorang istri yang paling tampan adalah suaminya." Jawab wanita itu membuat Ansel meleleh. "Manisnya istriku." Ia mencium gemas pipi Karin kemudian mengeratkan pelukan.


Sore hari Karin menghampiri suami dan adiknya yang sedang duduk di teras belakang. Ia mandi sebentar dan menitipkan Isam pada keduanya. Namun apa yang terjadi Ia benar benar tak habis pikir. Ansel dan Kafil membiarkan bayi tampan yang sudah mandi itu merangkak di rerumputan taman. "Sudah mandi kok dibiarin main di rumput sih." Ucap Karin buru buru menggendong putranya. "Isamnya mau jalan Kak." Jawab Kafil membersihkan lutut bayi tampan itu.


"Makannya banyak ya. Pantesan gembul begini pipinya." Ansel menggoda Isam yang sedang makan disuapi sang Ibu. "Enak ya?" Lanjut pria itu karena melihat anaknya begitu lahap. "Mau coba?" Karin basa basi menawari namun tak di sangka Ansel malah mengangguk. "Dikit aja." Pria itu mengambil seujung sendok lalu memakannya. "Ini sih nggak ada rasanya." Ucap pria itu setelah mencoba. Karin kembali lagi menyuapi Isam. Sesekali wanita itu membersihkan bibir putranya dengan tissue basah. "Isam. Kalau sudah besar nanti jangan seperti Daddy atau kakak kamu. Jadilah seperti Mom." Pesan Ansel sembari mengusap pipi gembul bayi tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2