
Liburan telah usai. Semua kembali beraktivitas seperti biasa. Anak anak sudah mulai sekolah dan Ansel juga sudah harus kembali bekerja. "Mom ikut Daddy ke kantor?" Tanya Bella yang sedang sarapan. "Iya. Mau bagaimana lagi. Daddy yang mau." Jawabnya sambil berbisik. "Nanti dicariin Kakek kamu bagaimana?" Sahut Jordan. "Nggak. Kakek hari ini ke kantor Abi." Ansel mengangguk. Pria itu telah menyelesaikan sarapannya langsung mengajak Karin untuk berangkat sekarang karna sebelum ke kantor Ia akan mampir sebentar di rumah sakit untuk mengecek kandungan istrinya.
Karin tersenyum. Wanita itu sibuk mengamati foto USG nya di sepanjang perjalanan menuju kantor suami. "Kenapa tadi nggak mau tau laki laki atau perempuan? Kan jadinya penasaran." Ucap Ansel yang sedang mengelus perut istrinya. "Biar jadi kejutan." Jawab Karin lalu mengabarkan di grup keluarga tentang pemeriksaan hari ini. "Kalau beli baju gimana dong? Kan tidak bisa menyesuaikan kalau tidak tau." Keluhnya. "Beli yang warnanya netral bisa dipakai cowok atau cewek." Jawab Karin.
Ansel merangkul pinggang istrinya memasuki kantor. Pria itu tampak sumringah dan tentu saja para karyawan tau apa yang membuat bosnya demikian. "Daddy mau ke kantin dulu." Karin menghentikan langkah suaminya. "Mau apa?" Tanya Ansel dengan lembut sembari mengecup kening Wanita itu membuat siapa saja yang melihat tersipu dengan perlakuan manisnya. "Mau donat." Jawab Karina. "Biar nanti aku suruh orang." Ia bergegas membawa sang istri masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Karin menikmati donatnya sembari membaca buku. Wanita itu tak menyadari sedaritadi sang suami memperhatikan dari tempat duduk pria itu. Ansel menjadi tak fokus. Ia tak mengecek berkas yang sudah bertumpuk malah memperhatikan Karin yang sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ansel mengernyitkan kening saat wanita cantik itu tiba tiba senyum senyum sendiri. Rasa penasarannya tak bisa terbendung lagi kemudian menghampiri untuk menanyakan hal apa yang sekiranya membuat sang istri demikian.
"Sebenarnya apa yang kamu baca hm?" Tanya Ansel meletakkan kepalanya dengan nyaman di pangkuan Karina. "Cerita komedi. Ini sangat lucu." Jawabnya. "Daddy tidak bekerja?" Lanjut wanita itu masih fokus dengan bukunya. "Bagaimana aku bisa bekerja jika mata dan pikiranku di penuhi olehmu." Karin menyingkirkan buku kemudian menatap wajah Ansel. "Kalau begitu aku di dalam saja." Ucapnya namun langsung di tolak. "Bantu aku menyelesaikannya." Jawab Ansel sambil tersenyum penuh makna.
Tepat waktu makan siang Ansel sudah berada di rumah bersama istrinya. Setelah bersih bersih dan sholat keduanya langsung menuju dapur. "Mau makan apa?" Tanya Karin hendak membuatkan sesuatu untuk makan siang. "Apa aja." Jawab Ansel yang menempel manja sembari meletakkan kepalanya di pundak Karin. "Jangan begini ah. Susah. Aku mau ambil sayuran di kulkas." Tegurnya namun tetap tidak didengarkan.
__ADS_1
Karin hanya memasak beberapa menu sederhana seperti ayam goreng, sambal, tumis jamur dicampur sayur karena Ansel harus selalu ada sayur ketika makan. "Piring aku mana Dad?" Tanya Karin saat suaminya kembali hanya membawa satu piring saja. "Makan berdua." Jawab pria itu kemudian mengambil nasi dan lauk. Ia kemudian segera duduk lalu makan sambil menyuapi istrinya. "Sambelnya agak dibanyakin." Ucap Karin merasa kurang. "Nggak. Nanti sakit perut." Tegas Ansel tak mau menuruti keinginan sang istri.
"Mama." Shie berhambur memasuki rumah kemudian memeluk Karin yang sedang duduk bersama suaminya. "Sudah pulang." Jawab Karin sembari membalas pelukan gadis itu. "Sudah. Ma, bekal Shie habis tapi Shie masih lapar. Tadi makannya tidak maksimal karna teman Shie minta." Keluhnya. "Heh. Bekal kamu banyak ya.... Diminta teman pun masih banyak." Sahut Ansel membuat keponakannya mengerucutkan bibir. "Itu mulut jangan di buat begitu. Jelek." Lanjutnya menggoda. "Sudah. Shie bersih bersih dulu. Di dapur masih ada makan. Setelah bersih bersih langsung makan." Shiena mengangguk. Gadis itu langsung bergegas setelah mencium pipi Ibunya.
"Enak ya kamu manja manja sama istri Paman." Ucap Ansel melihat Shiena di suapi Karin. "Terimakasih Paman." Jawabnya sambil tersenyum kemudian makan lagi dengan lahap. "Setelah ini langsung tidur ya." Gadis itu mengangguk menanggapi Mamanya. "Boleh nanti Shie makan eskrim?" Ia meminta izin. "Boleh. Jangan banyak banyak. Kamu baru sembuh dari pilek." Jawab Karina sembari mengusap kepala putrinya.
__ADS_1