Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Hangat


__ADS_3

Karin sedang berada di ruangan suaminya menunggu pria itu menyelesaikan meeting yang sudah berlangsung sekitar satu jam yang lalu. "Mommy Isam mau eskrim." Ucap bocah tampan yang sedang duduk nyaman di pangkuan sang Ibu. "Isam baru sembuh. Yang lain saja ya." Bujuknya tak ingin anaknya kembali sakit karena makan yang dingin dingin. "Buah mau?" Karin menawari karena anaknya diam. "Mau donat madu." Jawabnya.


Ansel baru selesai meeting. Pria itu bergegas masuk ke ruangannya untuk berjumpa dengan sang Istri. "Yang." Panggilnya tak mendapati Karin di dalam. Ia bergegas melangkah ke ruang istirahat untuk mencari keberadaan Karina namun tidak ada juga. Ansel yang mulai cemas memutuskan keluar menanyakan keberadaan sang Istri pada orang orang.

__ADS_1


Karin duduk menemani putranya makan. Wanita itu dikejutkan dengan pelukan hangat di tubuhnya yang begitu tiba tiba. "Dicariin kamu ternyata disini." Ucap Ansel kemudian ikut duduk setelah mengecup pipi istrinya. "Maaf lupa belum izin. Isam minta donat madu." Jawab Karin membersihkan bibir putranya yang berantakan. "Setelah ini pulang ya." Ajak Ansel di tanggapi anggukan oleh istrinya.


"Mommy. Kenapa hujan lagi??" Tanya Isam memandang keluar jendela mobil saat mereka dalam perjalanan pulang. "Karna ada awan dan ini juga sepertinya akan musim hujan." Ansel menjawab pertanyaan putranya. "Hujan gini enaknya anget anget." Lanjut Pria itu mengedipkan mata pada sang istri. "Minum teh jahe bikin anget." Jawab Karin membuat suaminya berdecak. "Jangan pura pura nggak tau deh Yang." Ucapnya.

__ADS_1


Ansel tersenyum melihat sang istri berjalan menghampirinya dengan pakaian minim yang baru Ia belikan kemarin. "Sangat cantik." Puji pria itu merengkuh tubuh ramping Karin yang masih berdiri. Ansel sudah tak sabar mulai berdiri. Ia mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Membisikkan kata kata cinta yang begitu manis sambil kedua tangan tak berhenti bekerja. "Uh... Dad jangan digigit." Keluh Karin saat mulut suaminya bermain di dada. Ansel membalikkan posisi. Pria itu mendorong tubuh istrinya pelan hingga terlentang di atas ranjang. Suara merdu terdengar memenuhi ruangan mengabaikan guntur yang saling bersautan dengan derasnya hujan. Ansel menggempur istrinya habis habisan entah pelepasan ke berapa yang sudah dialami pria itu namun enggan berhenti juga.


"Dad kamu makan aja sama Bella aku mau langsung tidur." Ucap Karin membaringkan tubuhnya di samping Isam yang juga sedang bermalas malasan di kamarnya. "Kenapa? Kamu sakit? Atau mau makanannya fi bawa kesini?" Tanya Ansel menempelkan telapak tangannya di kening sang istri. "Enggak. Cuman ngantuk aja. Aku mau tidur." Ansel mengangguk tak ingin memaksakan apa yang menjadi kemauan istrinya.

__ADS_1


Bella mengernyitkan kening saat Ayahnya datang sediri. "Mommy mana?" Tanya Gadis itu sambil celingukan. "Langsung tidur katanya ngantuk. Kita makan berdua saja." Jawab Ansel sembari mengambil makanannya sendiri. "Sakit?" Bella khawatir karena Ibunya akhir akhir ini tidak napsu makan. "Enggak. Katanya cuman ngantuk. Dia tidur sama Isam." Tak banyak bercakap cakap lagi keduanya memutuskan untuk segera makan.


__ADS_2