Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Daddy Tau Jawabannya


__ADS_3

"Assalamualaikum." Ucap Karin memasuki rumah. "Waalaikumsalam Mbak. Sendiri? Isam mana?" Tanya Umi sembari memeluk putrinya. "Lagi sama Daddynya di depan. Cari sepatunya tadi copot di mobil." Jawab Karin sambil berjalan. "Mbak nggak usah repot repot bawa apa apa kalo kesini. Kebiasaan deh." Omel Umi. "Nggak repot Mi." Wanita itu tersenyum sambil melangkah bersama Ibunya.


Semuanya menghela napas. Mereka sibuk mencari sepatu pangeran kecil itu tapi tidak juga ketemu. "Jangan jangan Isam kesini tadi memang tidak pakai." Ucap Abi bersender di mobil menantunya. "Pakai Bi. Masa iya cuman sebelah saja." Jawab Ansel mengembalikan barang barang yang sempat di keluarkan. "Nanti beli lagi gampang. Kalau sudah hilang biarkan." Ucap Kakek santai. "Ayo masuk." Kafil menggendong keponakannya bergegas membawa ke dalam.

__ADS_1


Karin sedang duduk berkumpul bersama keluarga sambil memangku putranya. Wanita itu melepaskan sepatu anaknya membiarkan Isam hanya mengenakan kaos kaki saja. "Mau eskrim nggak?" Tawar Abi datang menghampiri cucunya. Isam mengangguk sambil tersenyum. Mendengar kata eskrim moodnya seketika berubah menjadi baik. "Bilang apa sama Opa?" Tegur Karin. "Terimakasih Opa." Jawabnya. "Sama sama." Abi mengacak acak rambut cucunya kemudian ikut duduk.


"Duduk sendiri dulu ha Mom mau ke dapur sebentar." Ucap Karin yang sedang menyuapi putranya. "Ikut." Jawab Isam enggan berpisah dengan Ibunya. "Begitu. Manja." Ansel menyindir putranya. "Memang kamu nggak begitu? Makan saja minta di suapi istrimu." Sahut Kakek sambil berdecak. "Kan aku suaminya kek." Jawab Ansel sambil tersenyum.

__ADS_1


Karin sedang menggendong putranya yang tampak rewel. "Kenapa?" Tanya Umi menghampiri. "Nggak tau Mi sedaritadi rewel." Jawabnya. "Nggak enak badan apa." Tutur Umi menempelkan telapak tangannya di kening Isam. "Ajak ke kamar gih. Sebentar lagi mau hujan. Temani Isam tidur. Ngantuk tuh kayanya." Karin mengangguk. Ia kemudian membawa putranya ke kamar untuk beristirahat.


"Kemana aja di tungguin." Ucap Ansel memeluk istrinya yang baru masuk ke kamar. "Bukannya Daddy ngobrol sama Kakek tadi?" Pria itu mengangguk. "Sudah selesai. Hampir satu jam aku disini nungguin kamu nggak datang datang." Jawabnya. "Memangnya ada apa?" Tanya Karin meletakkan putranya yang sudah sangat mengantuk di ranjang. "Mau bobo. Semalam kan nggak tidur." Ansel tersenyum mengingat percintaannya dengan sang istri yang berlangsung hingga subuh menjelang. "Salah siapa? Kan Daddy yang berulah." Karin melepaskan jilbabnya kemudian berbaring memeluk Isam. Ansel menghela napas pelan. Ia tak suka posisinya diambil bocah kecil itu. Perlahan Ia menggeser Isam lalu istrinya dan berbaring memeluk Karina dari belakang. "Kebiasaan." Gumam Karin tak menegur karena percuma juga.

__ADS_1


Ansel membalikkan tubuh istrinya. "Mom jangan cuekin aku." Keluhnya. "Cuek bagaimana sih Dad? Katanya mau tidur." Jawab Karin menanggapi tingkah ajaib sang suami. "Ya hadap sini. Kamu ke Isam terus." Memasang wajah cemberut pria itu ngambek sekarang. "Begini biar adil." Karin tak menghadap siapapun tidur terlentang menghadap langit langit kamar. Ansel tak protes lagi. Ia memilih menciumi wajah istrinya sampai basah kemudian memeluk wanita itu. "Mom aku masih tampan kan?" Tanya Ansel. "Masih." Jawab Karin. "Kamu tidak bohong kan? Kakek bilang aku semakin menua." Karin tersenyum. Ia memiringkan kepalanya untuk menatap suami. Kakeknya benar benar. Pria paruh baya itu selalu berhasil membuat Ansel yang begitu percaya diri menjadi down seketika. "Kenapa senyum begitu? Yang dikatakan Kakek benar kan?" Karin mengangguk. "Bukannya semua yang hidup semakin hari semakin menua. Itu sudah kodratnya Dad." Ansel menghela napas. Jemarinya mengusap pipi mulus sang istri dengan gerakan lembut. "Jika aku meninggal duluan. Apa kamu akan menikah lagi?" Pertanyaan itu membuat Karin sedikit kesal. Berkali kali Ansel bertanya tentu sudah tau jawabannya kenapa pria itu menanyakan lagi. "Daddy tau jawabannya." Ucap Karin memejamkan mata segera tidur. "Hais kamu itu." Tau istrinya sedang kesal Ansel mulai membujuk dengan kata kata manis yang keluar dari mulutnya.


__ADS_2