Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku

Ku Renggut Kesucian Sahabat Putriku
Tentang Karina


__ADS_3

"Pagi sayang." Ucap seorang pria menyambut kedatangan kedua anaknya. "Pagi Abi." Jawab Karin dan Kafil bersamaan. "Mau kemana libur begini sudah rapi?" Tanya Umi yang baru datang ikut duduk bergabung untuk sarapan. "Mau ke jalan jalan Mi. Semalam kan sudah izin." Jawab Kafil. "Ah iya lupa. Abi sama Umi ada acara pagi ini ke pesantren. Kalian pergi sendiri diantar pak supir nggak papa?" Karin mengangguk. "Nggak papa Bi." Jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Karin dan adiknya sudah berada di mall. Gadis cantik itu menggandeng tangan Kafil sembari berjalan santai. Mereka bingung akan membeli apa hanya berkeliling tanpa tujuan. "Kamu mau apa Dek?" Tanyanya setelah sekian lama berjalan. "Kakak mau apa?" Tak menjawab Ia malah bertanya balik pada Kakaknya. Karina tampak berpikir beberapa saat. Manik mata indahnya menelisik sekitar hingga berhenti di satu titik. "Ayo beli eskrim." Ajaknya di sambut anggukan oleh sang adik.

__ADS_1


"Kakak tidak pergi lagi kan?" Tanya Kafil yang sedang makan eskrim berdua dengan Karina. Ia takut di tinggal pergi lagi oleh kakak tercinta. Gadis cantik itu mengulas senyum melihat ekspresi adiknya. "Tidak. Kakak kan sudah selesai. Kakak akan disini." Jawabnya mampu membuat sang adik berbinar. Menunggu Karin setelah sekian lama terpisah membuatnya tersiksa. Ia hanya bisa bertemu kakaknya jika libur saja. Itu pun waktunya tidak banyak karna Abi dan Umi punya pekerjaan yang harus di urus. Karin pun demikian. Jika pulang di saat libur juga hanya seminggu dan itu belum bisa jadi obat Rindu.

__ADS_1


"Ayo dong Bel ceritakan." Tak menyerah Ia semakin gencar mendesak anaknya hingga mengikuti sampai ke kamar gadis itu dan berbaring di ranjang. "Iya." Pasrah Bella mulai jengah. "Dengar baik baik. Tidak boleh memotong juga nggak boleh tanya kalau kurang jelas." Ucap Bella memberikan aturan sebelum bercerita. "Karin itu anak yang lemah lembut dan baik. Dulu dia sering menolong Bella kalau Bella di jahili sama teman. Dia sekolah biasa tapi juga memperoleh pendidikan yang kental agama dari kedua orang tuanya yang merupakan pemilik pondok pesantren. Hidupnya sangat sederhana Dad. Meskipun dia anak orang kaya Karin berangkat sekolah dengan sepeda padahal dia punya mobil banyak dan supir yang siap siaga untuk mengantarkannya setiap saat. Dia menolak semua fasilitas yang diberikan orang tuanya. Hingga suatu ketika Karin terjatuh karena bersenggolan dengan sepeda motor. Abi dan Uminya yang over protective tak mengizinkannya untuk naik sepeda lagi dan mulai saat itu Karin di antar oleh supir. Bella ingat betul dia selalu membawa al Quran kecil untuk menjaga hafalannya. Karin pernah cerita jika dulu saat pertama kali Ia menghafal dan berhasil Abinya akan memberikan dia hadiah satu keping coklat untuk setiap ayat yang di hafal." Bella terus menceritakan tentang sahabatnya dan di dengarkan dengan seksama oleh Ansel. "Apa Karin pernah pacaran?" Tanya Pria itu membuat putrinya berdecak karena peraturannya di langgar. "Tidak. Karin tidak pacaran. Kata Karin kalau sudah waktunya menikah dia akan ta'aruf. Langsung menikah setelah proses perkenalan dan sama sama saling cocok. Banyak yang lamar kari lo Dad. Pada muda dan ganteng. Dari pesantren ada dari pebisnis juga ada." Jawaban Bella membuat hati Ansel memanas. Paras Karin yang rupawan tentu saja banyak yang menginginkan. Ia tak menampik soal itu. Namun sebagai seorang yang tak kenal menyerah Ansel akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan Karina. Di hari ini dan detik ini pula Ansel akan berjuang untuk mendapatkan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2