Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Aku Pergi


__ADS_3

Suasana kantor sudah agak sedikit senggang karena jam sudah hampir memasuki waktu istirahat, namun Abel masih disibukkan oleh pekerjaan yang meminta untuk di kerjakan. Apalagi ia akan menikah yang mengharuskannya mencicil semua tugas agar bisa selesai lebih cepat sebelum hari pernikahannya dan semua aktivitas ini semakin lama semakin membuatnya lelah.


Dari mulai jarang makan siang sampai kurang tidur dan istirahat cukup sebagai bukti kalau tubuhnya perlu jeda sejenak untuk menyegarkan fikiran. Namun ia harus membuang jauh-jauh keinginan itu kalau ingin menikah dengan rasa tenang tanpa tugas.


Sekali lagi ia ingin melewatkan makan siang karena pekerjaannya tak kunjung usai dan harus secepatnya di selesaikan. Berharap jika tubuhnya tetap kuat untuk diajak kerja sama demi pernikahan impian.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu menginterupsinya untuk mendongak mencaritahu siapa yang telah mengganggunya, namun ketika melihat siapa yang datang sontak matanya berbinar dan bibirnya melengkung ke atas, menghilangkan rasa penat juga lelah akan kedatangan orang tersebut.


"Selamat siang bu direktur". Sapanya seraya melenggang masuk sebelum di persilahkan oleh pemilik ruangan yang sebenarnya sama sekali tak keberatan. Bahkan Abel sangat terkejut dan juga senang.


"Kak kok datang ?". Abel berdiri menghampiri Excel yang datang membawa bungkusan makanan, sengaja memang lelaki itu tak mengabari Abel jika ingin berkunjung dan makan bersama.


"Aku ingin makan siang denganmu". Jawabnya dan menaruh bungkusan plastik tersebut namun tak semua, karena bungkusan yang satu ia bawa keluar untuk mencari keberadaan Bagas yang menemaninya berkunjung ke kantor Abel.


Saat mengetahui jika Bagas masih setia menunggu dirinya di depan pintu ruangan Abel, sontak saja kantong plastik berisi makanan yang jumlahnya 2 dua porsi ia berikan dan di terima oleh Bagas. "Ajak Lucy makan sekalian". Ujarnya seraya melirik Lucy.


Setelah memberikan makanan untuk Bagas, Excel kembali masuk dan menutup pintu agar tak ada yang menganggu. Mengacuhkan perasaan Bagas yang tadi menemaninya dan berakhir hanya jadi pendamping yang tak di butuhkan. Tega sekali bosnya itu.


Mata Bagas melirik Lucy yang berada di mejanya, memang jarak mereka dekat mengingat meja Lucy tepat di depan ruangan Abel, dan Lucy menyadari jika ia sedang di perhatikan oleh Bagas. "Apa ?! Aku tidak mau makan denganmu, aku sudah punya pacar ya jadi jangan mengangguku". Tukasnya.


"Siapa juga yang mau mengajakmu makan". Ia mengalihkan pandangan dari Lucy, sebal karena belum juga bersuara tapi sudah di ketusi.


Kontras dengan para atasan mereka yang nampak sangat romantis. Bahkan mereka saling menyuapi satu sama lain seperti remaja yang tengah dimabuk asmara.


"Mau nyobain ini nggak ?". Tawar Abel menunjuk makanan yang ada di piringnya dan setelah mendapatkan anggukan dari Excel, kembali ia menyuapi lelaki itu.


"Enak". Jawabnya dan menyendokkan makanan yang ada di piringnga. "Kamu juga harus mencoba yang ini".


Pintu tadi sudah Excel kunci agar tak ada yang akan mengganggu mereka, apalagi di saat mereka sedang suap-suapan seperti ini. Yang ada hilang sudah kewibawaan sebagai sesama petinggi kantor jika ada yang tau.


Acara makan siang telah usai dan setelah membereskan sisa makanan juga bungkusnya. Padahal tadi Abel berencana untuk melewatkan makan siang namun siapa sangka jika Excel datang dan menyelamatkan perutnya yang demo minta diisi.


Excel beranjak untuk kembali ke kantor karena ia juga punya tugas yang harus di kerjakan di kantor.

__ADS_1


"Hati-hati ya kak".


"Iya". Jawabnya.


Namun baru hendak pergi membuka pintu untuk keluar, suara hp yang berada di saku celana Excel berbunyi dengan nama papi Jimmy yang tertera di layar. Ia menggeser tombol hijau dan terdengar suara di seberang sana.


Abel tak terlalu mendengar suara penelfon, namun ia melihat raut wajah Excel yang berubah saat menjawab telfon tersebut. Ia sangat penasaran sebenarnya siapa dan apa yang membuat Excel khawatir seperti itu.


"Ada apa kak ?". Tanyanya setelah tak bisa menahan rasa penasaran dan berharap Excel tak ada yang di tutupi.


"Papi Jimmy menelfon katanya perusahaan yang ada di US ada masalah besar dan membutuhkan bantuanku, papi Jimmy sudah berangkat kesana lebih dulu dan ingin aku menyusulnya".


******


"Ini sudah cukup kak ?". Abel memperlihatkan koper yang hendak di bawa oleh Excel untuk menyusul dan membantu papi Jimmy disana. Beberapa baju telah Abel masukkan ke koper karena saat ini ia sedang ada di apartemennya Excel untuk membantu lelaki itu berkemas.


Setelah mendengar telfon tersebut Abel sangat terkejut dan tak rela dengan kepergian Excel, apalagi mereka hendak menikah dalam waktu dekat. Ingin rasanya ia mencegah Excel tapi tak yakin juga apakah akan terdengar egois atau tidak bagi Excel dan papi Jimmy.


"Iya itu sudah cukup, perkiraan hanya 2 minggu jadi aku akan kembali sebelum hari pernikahan kita". Tuturnya namun tak membuat suasana hati Abel membaik, bahkan Abel semakin khawatir.


Excel mengerti akan kekhawatiran Abel, karena ia sendiri berat bepergian jauh meninggalkan Abel sementara dan akan kembali setelah masalah di sana selesai. Perkiraan waktu 2 minggu ia akan kembali ke Indonesia dan akan pulang lebih cepat jika masalah yang di tangani berhasil lebih cepat terselesaikan.


"Kau jangan khawatir, semua akan baik-baik saja dan aku juga akan jaga diri dengan baik disana sampai aku kembali kita akan segera menikah".


Abel hanya bisa mengangguk pasrah, bahkan saat rambutnya diacak oleh Excel saja ia tak menghindar atupun merapikannya kembali. Seolah semangat hidupnya telah hilang, padahal Excel masih berada di depannya.


Rasanya ada ketakutan yang membayangi dirinya saat melepaskan Excel dan mengantarkan lelaki itu. Rasa cemas, was-was dan juga takut yang begitu dalam sampai rasanya ingin mencegah Excel pergi.


"Tapi aku takut kau kenapa-napa kak, firasatku tidak enak". Ujarnya sendu, bahkan sinar mata itu terluhat sayu seakan tak ada semangat untuk mengantarkan Excel pergi. Lagipula wanita mana yang sanggup di tinggalkan oleh cintanya barang sedetik saja.


"Aku juga berat meninggalkanmu, tapi bagaimana lagi kalau papi sudah meminta tolong tentu saja aku harus membantu, apalagi aku anak satu-satunya".


CUP


Sebuah kecupan singkat di bibir Excel berikan ke Abel hingga mereka memasuki mobil untuk ke bandara Internasional. Bahkan sampai disana wajah Abel masih murung saja membuat Excel juga berat untuk pergi.

__ADS_1


"Jangan sedih, nanti aku akan menelfon setelah sampai". Excel berusaha untuk membuat abel kembali bersemangat, tapi nyatanya sulit dan tidak berhasil.


Setelah di tinggalkan oleh Excel ke luar negri saat masih kecil. Entah mengapa ia takut akan perasaan Excel yang akan berubah kembali, dan ketakutan itu semakin lama semakin menjadi-jadi. Atau saat Excel disana kenapa-napa dan ia tak berada disampingnya.


"Janji ya setelah kamu pulang, kita akan menikah". Abel mendongak, menatap Excel dengan matanya yang sudah berembun.


"Tentu dan kali ini aku pasti akan menepatinya". Excel memeluk Abel yang sudah tidak kuat untuk berusaha tegar, karena dirinya juga di hadapkan di posisi sulit.


Sampai panggilan dari penerbangan Excel, menginteruksi mereka untuk melepaskan pelukan dan air mata yang terlanjur jatuh di pipi Abel, Excel seka.


"Aku pergi ya". Excel mencium kening Abel, lama seakan mereka akan saling berpisah untuk waktu yang sangat lama, dan perasaan itu sangat menyakitkan.


"Hati-hati ya kak".


Excel melangkah semakin menjauh dan berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang, tempat Abel berdiri disana sambil melambaikan tangan. Sedih bercampur sakit yang ia rasakan, namun senyumnya ia paksakan agar terlihat baik-baik saja, sampai ia semakin menjauh dan tak terlihat lagi.


Seperginya Excel Abel tak sanggup lagi untuk menahan air mata yang ingin di keluarkan sejak tadi, dan pertahannya lemah saat air mata itu menerobos dan menangis membasahi pipinya. Ia menangis sejadi-jadinya berharap Excel tak pergi, namun semua sia-sia karena Excel tetap berangkat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dukung author dengan cara klik like, komen, subscribe dan kasih vote


__ADS_2