Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Aku Nggak Suka


__ADS_3

sekarang pernikahan Abel dan Excel sudah memasuki usia ke-5 bulan dimana hari-hari mereka berjalan cukup lancar dan baik mami Rita dan juga Papi Jimmy sering menghubungi untuk menanyakan kabar. Abel senang-senang saja hanya ada satu pertanyaan yang ia tidak sukai yaitu perihal kehamilan yang belum Ia alami.


Memangnya siapa wanita yang tidak ingin mempunyai anak, kecuali mereka yang hamil di luar nikah dan malah memilih untuk melakukan jalur aborsi akibat tidak bisa menanggung rasa malu. Berbeda dengan Abel yang saat ini benar-benar menanti akan kehadiran seorang anak di dalam keluarganya pasti akan sangat menyenangkan dan meramaikan rumah tangga mereka yang terasa sepi ketika seusai pulang bekerja.


Ini adalah akhir pekan di mana semua orang yang bekerja memiliki waktu untuk bersantai sejenak termasuk juga abal namun berbeda dengan Excel yang harus pergi ke luar kota selama 3 hari ke depan dan ia merasa sepi dan juga sendirian. Maka ia memilih untuk menginap di rumah papa Rey dengan seizin Excel dan akan kembali di saat Excel pulang.


"Ma apa kabar?". Tanyanya di saat mendudukkan diri di atas sofa berseberangan dengan mama Dina yang juga duduk di sofa sedang membaca majalah.


Mama Dina meletakkan majalah yang ia baca tersebut di atas meja di dekatnya, hendak menanyakan mengapa Abel terlihat lesu tanpa semangat. Namun sebelum mama Dina menanyakan hal itu terlebih dulu mereka berdua terkesiap saat hadirnya Alvin yang ikut bergabung di sana.


"Pengantin baru kelihatan murung aja, kenapa ?".Tanya Alvin saat mendudukkan diri di sebelah Abel, setelah Abel menikah mereka jadi jarang sekali bertemu dan apalagi kesibukan keduanya sehingga terkadang jika Abel berkunjung kerumah papa rey maka Alvin tidak ada hingga ia jadi merindukan saat menggoda adiknya tersebut.


"Apaan sih kak orang udah 5 bulan juga udah enggak pengantin baru lagi". Abel mencebik kesal dan memalingkan wajahnya malas meladeni Alvin yang selalu saja membuat moodnya tidak baik, ia kesini untuk mencari hiburan bukan malah meladeni Alvin yang kerapkali menggodanya.


"Kamu dari datang tadi mama lihat murung bel, ada apa sebenarnya?".


Abel sebal saat mengingat bagaimana sang mertua menuntutnya untuk segera hamil, memang tanpa memaksa dan dengan cara yang halus tapi ia juga ingin hamil, tidak menunda bahkan ingin secepatnya. Jadi seakan-akan kalau ialah yang salah di sini padahal yang namanya anak itu adalah anugerah dari Tuhan, bahkan jika ingin Ia menginginkan anak kembar sekaligus, walau nanti akan repot jadinya.


"Mertua Aku pengen aku hamil ma". Jawabnya.


"Wajar itu namanya orang tua juga menginginkan anaknya agar cepat mempunyai anak karena mereka sudah tidak sabar seperti mama, memangnya kamu belum hamil?". Mama Dina melihat Abel, nampaknya ia sudah tahu apa jawabannya dan agak menyesal juga menanyakan hal itu.

__ADS_1


"Belum ma tapi aku sebenarnya juga ingin ". Abel merogoh ke dalam tasnya untuk mencari HP, ia melihat daftar panggilan di mana nama Excel tertera di sana namun terakhir melakukan panggilan sekitar 3 jam yang lalu dan ia sudah merindukan lelaki itu, rasanya tidak sabar untuk segera pulang dan berkeluh kesah.


Abel lalu beralih melihat Mama Dina dan meletakkan hp-nya kembali di dalam tas, mama Dina telah melahirkan tiga orang anak dan jarak antara Abel dengan kedua kakaknya tidaklah terlalu jauh. Mungkinkah ia harus menanyakan kepada Mama Dina apa rahasia agar segera mempunyai anak.


"Gimana sih ma caranya biar bisa cepat punya anak?". Tanyanya dengan raut muka seperti seseorang yang putus asa, atau memang benar ia putus asa takut jika dirinya tidak bisa mempunyai anak dalam jangka waktu dekat dan kedua orang tuanya Excelel terlanjur kecewa.


"Wah konten dewasa, bentar gue tutup kuping dulu". Alvin menutup telinganya, tak rapat karena ia sendiri penasaran.


"Dulu mama masih konsultasi dengan dokter sama papa Rey, juga waktu itu dan kami menanyakan bagaimana dan apa yang harus dilakukan baik dalam segi makanan dan juga lain-lain sebagai penunjang untuk segera cepat hamil mungkin kamu dan Excel juga harus berkonsultasi dengan dokter ".


Abel jadi menimbang, Iya tidak terpikirkan sebelumnya untuk berkonsultasi dengan dokter tapi mengingat kesibukan keduanya tidak tahu juga apakah ada waktu untuk ke rumah sakit dan bertemu dengan dokter. Apalagi saat ini Excel terkadang harus lembur dan menginap di kantor bahkan membawa baju ganti untuk sekalian mandi di sana.


"Tapi kak Excel sibuk banget ma, aku juga lagi sibuk-sibuknya soalnya papa semakin lama semakin mempercayakan perusahaan kepadaku, aku jadi takut kalau tidak bisa mempunyai anak saat kondisiku dan juga kak Excel seperti ini ".


*******


Excel telah pulang ke rumah, tubuhnya terasa pegal sekali dan ingin segera beristirahat, namun sejauh mata memandang hanya ada kesunyian. Ia kira kepulangannya akan di sambut oleh Abel tapi nyatanya tidak ada orang di rumah selain pembantu.


Suara pintu terbuka, Excel memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang datang. Ia menggeleng kecil dan tersenyum masam melihat Abel yang pulangnya lebih terlambat dari dirinya. Padahal dengan senangnya Excel segera pulang setelah urusannya selesai, tapi nyatanya saat pulang tidak ada Abel. Memang ia senang Abel menjadi wanita sukses dalam karir, tapi kekayaannya lebih dari cukup untuk menhidupi Abel.


"Kak Excel sudah pulang ?". Abel terkejut akan keberadaan Excel yang nyatanya pulang dan tak memberi kabar lebih dulu, ia memeluk lelaki yang telah menjadi suaminya untuk menyalurkan rasa rindu, ia kira baru besok Excel pulang tapi nyatanya malam ini sudah di rumah.

__ADS_1


"Kamu kok pulangnya malem banget ?". Tanya Excel, seketika Abel melihat jam yang melingkar di tangannya, waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam dan harusnya Abel ada di rumah sedari tadi kalau menurut jam kantor.


"Maaf kak aku lembur tadi habis kerajaanku banyak banget dan harus secepatnya selesai". Jawabnya dengan sangat menyesal.


"Excel memegang kedua tangan Abel, mata mereka aling bertatapan dan ada sorot mata kecewa di matanya Excel yang bisa Abel tangkap dengan jelas, nampaknya Excel kesal sekali.


"Sebenarnya aku ngak suka kalau kamu kerja dan lebih sibuk dari aku, gimana kalau kamu berhenti kerja aja ?!".


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Dukung author dengan cara klik like, komen, vote dan tip


__ADS_2