Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Menggoda


__ADS_3

Abel merasakan sesuatu yang basah dan juga lunak di saat yang bersamaan menyentuh pipinya di alam tidur hingga membuatnya terpaksa membuka mata walau masih sangat mengantuk. Terasa berat saat ia membuka mata hingga perlu mengerjap beberapa kali sebelum kesadarannya benar-benar pulih.


"Aaaaa iiih jijik". Abel mengusap pipinya dengan sekuat tenaga setelah tau jika sensasi basah yang baru saja ia rasakan berasal dari kucing milik Excel yang menjilati pipinya.


"Ini kucing nggak yang punya nggak kucingnya sama-sama nyebelin". Abel beranjak dari kasurnya setelah selesai tidur tidur siang.


Ia sangat mengantuk tadi apalagi setelah semalaman begadang untuk mengerjakan pekerjaannya yang harus secepatnya selesai, di tambah ini adalah hari minggu jadi ia ingin bersantai sepuasnya.


Tapi tanpa ia kira kalau kepergian Excel nyatanya tak membuat harinya tenang setelah di gantikan dengan kehadiran kucingnya yang selalu mengikuti kemanapun di rumah layaknya bodyguard, seperti saat ini ia hendak ke dapur selalu di ekori.


"Udah jangan ngikutin aku". Abel berjalan dengan lebih cepat agar si kucing segera berhenti mengikuti tapi sepertinya ada magnet yang membuat kucing tertarik hingga selalu mengikuti Abel.


Abel membuka kulkas untuk mencari air putih dingin guna mengilangkan dahaga yang ia rasa setelah bangun tidur tapi suara kucing itu semakin berisik saja. Jadi ia mengambil makanan kucing yang Excel sediakan untuk kucingnya yang menyebalkan, setidaknya baginya.


Tapi bukannya makan, kucing itu lebih memilih untuk mengikuti Abel. Merasa semakin jengkel karena makluk kecil berbulu yang selalu mengikutinya membuat Abel lelah dan duduk di salah satu kursi. Namun si kucing nyatanya tak membiarkannya sendiri barang sedetikpun di rumah tanpa kehadirannya.


Meong meong


Kuncing itu tanpa permisi langsung naik di atas pangkuan Abel dan mencari tempat ternyaman di atas paha gadis itu.


"Kau itu maunya apa sih selalu saja membuatku kesal, lagipula kemana pemilikmu dan kenapa tidak mengajakmu pergi sekalian ?".


Tangan Abel terulur menyentuh benda yang menggantung di leher si kucing akibat semburat cahaya yang di pantulkan. Ia tau kalau kucing itu memakai kalung dengan lonceng sebagai hiasannya namun ada benda lain yang berada di belakang lonceng itu.


Matanya membulat dengan sesuatu yang juga melingkar di leher si kucing, ia tak menyangka kalau Excel akan memesangkan kalungnya yang dulu ia lempar ke lelaki itu. Ia kesal sekali padahal kalung itu sudah menemaninya selama ini dan sangat ia jaga dengan baik nyatanya setelah di kembalikan ke Excel malah di pasangkan ke kucingnya.


"Kurang ajar si Excel". Abel menatap mata si micing dengan tajam seolah kucing tersebut adalah si Excel yang sedang jauh disana. "Kamu tuh ya dasar pembohong, br*ngsek, nggak punya perasaan, jahat banget banget banget".


Alvin lewat seraya membawa beberapa camilan di tangannya sejenak bergenti dan mengamati tingkah si adik yang berbicara kepada kucingnya Excel membuat ia menahan tawa tali nyatanya tawa itu keluar juga.

__ADS_1


"Yah si Abel ngomong sama Abel, udah gesrek ya lo". Ujarnya namun buru-buru masuk ke kamar sebelum mendapat serangan dari laser yang berasal dari matanya Abel manusia.


"Ampun mbah gue khilaf". Setelah mengatakan itu Alvin segera menutup pintu kamarnya dan tak berani keluar untuk beberapa saat kemudian.


******


Abel keluar dari kamar mandi seraya menggosok rambutnya yang basah dengan handuk berwarna putih di tangannya. Dan langsung ingin beristirahat karena tubuhnya yang lelah tapi ia merasakan ada sesuatu yang hilang dan ia menyadari itu hanya saja perasaan tersebut ia tampik.


Abel naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya bergerak ke kiri dan ke kanan untuk mencari posisi senyaman mungkin namun seberapa keras ia mencoba untuk tidur tetap tak bisa membuat matanya terpejam.


Abel melirik ke arah jam dinding yang sudah menampilkan pukul 12 malam dan itu berarti ia sudah dua jam lamanya hanya berbaring namun tak bisa tidur sejak jam 10 tadi.


Ia memutuskan untuk turun dari ranjang untuk mencari udara segar namun langkahnya terhenti saat melihat kamar yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya. Ia mendekat dan masuk ke arah kamar yang ia keramatkan (kamarnya Excel) mumpung pemilik kamar tersebut sedang tidak berada di rumah dan belum pulang.


Entah kenapa ia merasa sesuatu menariknya sampai membuat Abel masuk ke dalam kamar itu, dan penasaran akan aroma sang pemilik kamar yang mungkin saja masih meninggalkan aromanya di sana.


Saat menginjakkan kaki di dalam kamar itu Abel merasakan aroma tubuh Excel uang menguar memenuhi sudut kamar. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan aroma tersebut dan mencoba membaringkan tubuhnya di kasur.


Mata Abel kian terpejam bersamaan dengan rasa kantuknya. Ia akan tidur di kamar tersebut hanya sekali ini saja daripada terkena insomnia dan besok ia harus memiliki mata panda saat bekerja akibat tak tidur.


******


Abel marasakan berat di bagian pinggangnya seolah ada sesuatu yang menimpa hingga membangunkannya dari alam mimpi yang menyenangkan, ia mengerjapkan mata dan melihat ke bagian pinggangnya yang di timpa sebuah tangan besar.


Terasa aneh lantaran tangannya tak sebesar itu dan kedua tangannya masih ada, lalu siapa pemilik tangan tersebut ?.


Abel membalikkan badan hendak memarahi orang yang dengan kurang ajar telah berani tidur di sampingnya, jika orang itu alvin maka di pastikan lelaki itu tak akan lepas dari hantaman bantal, guling atau vas bunga.


Namun matanya membulat saat ia melihat laki-laki yang tak disangka sebelumnya bahkan lelaki itu bukan papa Rey ataupun Alvin melainkan pemilik kamar ini, yaitu Excel. Dan saat ini Excel juga membuka matanya hingga mereka saling beradu pandang dalam satu kasur yang sama.

__ADS_1


"Aaaaaaa ehm".


Excel membekap mulut Abel agar gadis itu diam dan tak teriak lagi karena bisa membangunkan orang satu rumah akibat teriakan yang kencang. "Sssst jangan berisik atau kau mau semua orang kesini dan memarahi kita ?".


Abel menggeleng dan saat sudah dirasa tenang, Excel membuka bekapan tangannya dari mulut Abel namun ia malah mendapat tatapan tajam dari gadis yang beberapa hari tak ia temui.


"Ngapain kau di kamarku ? Lancang kau ya dasar nggak punya sopan santun, nggak punya tata krama". Ujarnya setelah ia mendudukkn diri dan melipat tangan di dada, mengira jika kamar itu adalah kamarnya.


"Apa kau tidak lihat ini adalah kamarku ?". Excel juga mendudukkan dirinya dan menunjuk seluruh ruangan dengan jari telunjuk, untuk menunjukkan kepada Abel bahwa ia tak salah kamar.


Abel mengedarkan pandangannya ke kamar itu dan dekorasi maupun hiasan dan juga letak barang yang berbeda membuatnya menyadari jika ia salah masuk kamar. Seketika terlintas ingatan tadi malam saat ia memilih untuk masuk ke dalam kamar Excel guna tidur.


Excel tersenyum miring saat melihat ekspresi berbeda yang kemudian muncul di wajah Abel, menandakan kalau gadis itu telah menyadari kesalahannya. Dan ia terfikir untuk menggoda gadis itu akibat rasa rindu setelah beberapa hari tak bertemu dan bahkan mengirim pesan dan kabar saja tak pernah di balas.


"Bagaimana kau sudah menyadari kalau ini bukan kamarmu kan ? Atau kau memang merindukanku sampai ingin tidur disini ? Tidak apa kalau memang kau mau, kita bisa berbagi tempat tidur tapi kita harus terikat pernikahan dulu atau nanti kita di grebek orang kau mau ?".


"Mimpi". Jawabnya dan memilih turun secepat mungkin untuk kembali ke kamarnya, sebelum muka merahnya terlihat akibat malu.


Excel tertawa puas di tempatnya karena telah berhasil menggoda gadis itu hingga pipinya bersemu merah.


Padahal saat ia kembali dari luar kota beberapa jam lalu atau lebih tepatnya jam 3 pagi tadi. Alangkah terkejutnya saat melihat Abel yang tidur di kamarnya seolah Tuhan berbaik hati menyediakan Abel untuk melepas rindu dan setelah ia melepas sepatu juga kaus kakinya dengan segera Excel tidur seraya memeluk Abel dari belakang.


Ia menciumi puncak kepala Abel saat gadis itu masih terlelap. Anggap saja ini kesempatan dalam kesempitan tapi ia benar-benar tak peduli. Karena rasa lelah akhirnya dalam waktu sekejap ia tertidur pulas.



Maaf kemarin aku nggak up karena nggak punya cadangan naskah, dan mau nulis juga nggak sempet. 🙏🙏🙏


Jangan lupa klik like, dan komen juga jangan lupa subscribe kalau tiba-tiba aku bisa up 3 kali sehari kayak 2 hari lalu.

__ADS_1


3 up dalam sehari udah bisa di bilang crazy up ya solnya authornya sendiri udah crazy


__ADS_2