
Lelaki yang tidur di samping Abel berbalik dan mendapati Abel yang sudah bangun lebih dulu.
"Kau sudah bangun ?". Excel mencoba mendudukkan tubuhnya di sebelah Abel, ia hendak bersuara namun ia tak dapat merangkai kata yang tepat sehingga ia hanya diam mengamati Abel.
"Katakan padaku bagaimana ini bisa terjadi ?". Tanyanya tanpa melihat Excel atau lebih tepatnya ia enggan melihat Excel.
"Kau dalam pengaruh obat perangsang tadi malam, dan dua lelaki menghampirimu untuk melakukan hal yang tak semestinya, lalu aku membawamu kemari sebelum mereka melaksanakan niatnya".
"Mereka tak jadi melakukan niat buruknya kepadaku, tapi kau yang malah melakukannya ?". Nada ketus Abel utarakan, jujur dibanding rasa terima kasih, ia lebih kepada rasa kecewa mengapa Excel tak mengantarkannya ke rumah sakit atau cara apapun daripada menjamah tubuhnya.
"Tadi malam sebenarnya kau yang_"
"Aku apa ? Apa kau bilang aku yang menggodamu begitu ?". Abel menarik nafasnya yang terasa berat, mukanya sudah merah padam karena menahan marah.
"Kau tau aku dalam pengaruh obat perangsang dan kau bukannya membawaku ke rumah sakit atau apa malah melakukan ini lagi kepadaku?! ". Excel mengangguk lemah, benar apa yang di katakan oleh Abel kalau ia seharusnya tak memanfaatkan kesempatan yang ada.
"Aku benar-benar minta ma_". Belum selesai Excel mengutarakan permintaan maafnya tapi Abel lagi-lagi memotong ucapannya.
"Sudahlah yang terjadi tidak bisa di perbaiki, lagi pula kita sudah dewasa dan aku akan menganggap ini hanya sebagai percintaan semalam setelah itu kita lupakan semua yang telah terjadi semalam".
Setelah mengatakan itu dan selesai berpakaian, Abel meninggalkan apartemen Excel menaiki lift untuk turun ke lantai satu. Dalam lift tersebut hanya ada dirinya saja di dalam dan ia bebas mengungkapkan perasaannya tanpa perlu bersikap sok elegan lagi.
"Bodoh bodoh bodoh kok bisa sih sampai tidur dua kali sama dia". Abel memukul kepalanya seraya merutuki kebodohannya sendiri, ia kecolongan hingga mengakibatkan dirinya kembali mengalami nasib sial.
Tadi Abel mengatakan itu untuk membuat dirinya agar tak di rendahkan oleh Excel, baginya ungkapan maaf hanya menandakan kalau lelaki itu menyesal. Padahal Excel sudah melakukannya dan seenaknya bilang penyesalan, memangnya dia fikir Abel apa ? Wanita murahan begitu yang bisa di nikmati dan dengan mudahnya bilang maaf, enak saja.
Tangan Abel mengepal kuat bersamaan dengan air matanya yang lolos dari tempatnya berada. Perasaan sedih datang kembali saat mengingat bagaimana kehidupannya yang sangat miris padahal ia adalah anak orang kaya dan selalu di manjakan oleh orang tuanya sedari kecil. Kontras dengan percintaannya yang sangat berbanding terbalik.
Tubuhnya seakan memberitau jika pergumulan semalam meninggalkan jejak dari mulai tanda kemerahan di sekitar lehernya juga seluruh tubuhnya yang terasa sakit, terutama di bagian pinggang dan bawah perut, tangan Abel ia usapkan ke pinggang yang terasa sakit dan tak nyaman.
"Ini dia ngelakuinnya berapa kali sih, sampai sakit begini".
*********
Excel masih diam termenung menatap pintu tempat Abel keluar beberapa menit lalu, ia merasakan perasaan aneh layaknya lelaki yang habis di pakai dan di tinggal. Mungkin ini adalah perasaan yang Abel rasakan dulu.
__ADS_1
Ia menghela nafas berat dan memejamkan matanya. Seketika kepalanya berdenyut pusing memikirkan semua ini. Tapi di sudut hati yang terdalam Excel tak merasa menyesal, jujur ia menikmati saat merasakan penyatuan dengan Abel, anehnya ia bahkan melakukan itu beberapa kali. Mungkinkah ini nafsu yang menyerang tubuhnya hingga menghilangkan akal sehat atau mungkin karena hal yang lain, ia tak tau.
"Sepertinya aku dulu benar-benar sangat jahat kepadanya". Teringat bagaimana Excel yang langsung meninggalkan Abel begitu saja juga mengatakan kepada Abel agar tak mengadukan ke Jennie. Sekarang hal yang sama terjadi kepadanya yang kini berada di posisi Abel dulu dan mungkin ini adalah hukum karma.
Excel kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang dan mengingat kembali perkataan Abel yang menganjal di hatinya, karena setelah mengatakan itu Excel seolah merasa kecewa namun saat mencoba untuk mengilangkan ucapan Abel nyatanya masih selalu terngiang di benaknya.
"Kita sudah dewasa, aku akan menganggap ini hanya percintaan semalam saja setelah itu kita lupakan apa yang terjadi semalam"
Ia tak menyadari kalau tangannya saat ini sudah mengepal kuat dan bersamaan dengan itu dering dari hpnya membuat Excel menghembuskan nafas kesal. Siapapun orang yang saat ini menghubunginya sangat tak tau kalau perasaan Excel sedang tak baik dan siap untuk mendapatkan amarah.
"Ada apa Bagas ?" ~ Excel
"Hallo tuan apakah tuan hari ini tidak masuk ?" ~ Bagas
"Iya aku sedang lelah, memangnya ada apa kau menelfonku" ~ Excel
"Saya mau mengabarkan kalau tuan ada meeting setengah jam lagi" ~ Bagas
"Baiklah aku akan segera kesana" ~ Excel
Setelah mematikan sambungan telfonnya Excel sejenak memejamkan matanya karena masih sagat mengantuk akibat baru beberapa jam yang lalu ia tidur. Andaikan tidak ada meeting penting pastilah saat ini ia akan bergelung dengan selimut seharian.
********
Saat ia pulang ke rumahnya kemarin, dengan sikap yang biasa layaknya tak terjadi apapun ia tampilkan di hadapan keluarganya. Dan ia berhasil melewati segala pertanyaan mengapa tak pulang kerumah semalaman.
Tapi walaupun berhasil melewati segala pertanyaan dari keluarganya, nyatanya Abel belum menyelesaikan persoalannya dengan Robin. Lelaki itu selalu menghubunginya kemarin dan selalu Abel acuhkan seperti halnya hari ini.
"Sayang aku bersyukur kau baik-baik saja, kenapa kau tidak mengangkat telfonku?". Tangan Abel mengepal kuat saat kedatangan Robin yang langsung masuk ke ruangannya tanpa izin, tanpa pemberitahuan dan juga tanpa tau malu. Bahkan setelah apa yang Robin itu lakukan kepadanya nyatanya lelaki itu masih bisa menampakan diri.
"Ya seperti yang kau lihat aku baik". Abel enggan melihat Robin dan memilih untuk fokus ke pekerjaannya, bodoh jika Robin tidak sadar perlakuan Abel yang acuh, nyatanya lelaki itu sadar dan menggenggam tangan Abel. "Aku minta maaf kurang bisa menjagamu, bisakah kau memafkanku dan aku berjanji akan menjagamu lebih baik".
Dalam hati Abel berdecih, bahkan setelah Abel di beri minuman oleh teman perempuannya yang tercampur dengan obat perangsang bukannya mengantarkan Abel pulang ataupun bersikap peduli, Robin malah lebih memilih berjoget dengan temannya itu.
Abel menatap mata Robin lekat-lekat, ia melihat ke dalam kornea yang berwarna hitam itu untuk mencari kebenaran dalam setiap ucapan Robin tapi anehnya Robin malah terkesan gugup dan tak bisa menahan diri untuk menggerakkan matanya ke sembarang arah guna menghindari tatapan mata Abel.
__ADS_1
"Ada apa ? Kenapa kau melihatku seperti itu ?". Tanyanya.
Seketikan abel menggeleng pelan dan menarik kedua sudut bibirnya hingga terlihat senyuman manis di bibir Abel yang berwarna merah itu. "Tidak apa-apa, kau jangan khawatir aku sudah memaafkanmu yang penting kau jangan mengabaikanku lagi juga jangan mengajakku ke tempat seperti itu karena aku kurang suka".
"Iya aku berjanji akan lebih memeperhatikanmu dan lebih menjagamu". Ujarnya seraya tersenyum dan menggenggam kedua tangan Abel yang berada di atas meja.
Telfon genggam Robin yang berada di saku celananya berbunyi menandakan ada seseorang yang menghubunginya. Tangan robin terlepas dari Abel dan beralih mengambil hp, ia sejenak mengangkat telfon setelah mendapat izin dari Abel.
Dan setelah selesai menelfon, Robin kembali meletakkan hp ke tempatnya semula dan kembali menggenggam tangan Abel. "Maaf ya aku ada urusan penting di kantor, aku harus pergi sekarang".
"Iya". Jawaban singkat Abel ia berikan namun di sertai senyuman manis yang masih terpampang di wajah cantiknya itu.
Dan setelah Robin keluar dari ruangan Abel, seketika senyuman yang tadi di tampilkan memudar dan hilang. Ia menatap kepergian Robin yang sekarang sudah tak terdengar langkah kakinya dengan tatapan tajam.
"Aku akan melihat bagaimana kau yang sebenarnya, tapi sekarang aku akan menunggu sampai sedikit demi sedikit sifatmu yang sebenarnya terungkap, lelaki sepertimu sudah tidak bisa kupercaya lagi".
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan vote.
akan ku usahakan untuk up lebih cepat dan kalian juga jangan lupa untuk tinggalkan jejak.
__ADS_1
salam ♥️
Cahaya_Bintang