Love You Brother

Love You Brother
Pernikahan Mita


__ADS_3

Suara bel pintu berdenting membuat mama Dina yang kebetulan berada di ruang tamu sedang membaca majalah jadi beranjak dari duduknya dan membukakan pintu. Setelah tukang pos memberikan sebuah undangan untuknya ia kembali menutup pintu dan beralih ke kamar Abel. Karena undangan yang ada di tangannya tersebut di peruntukan untuk Abel.


Undangan itu adalah undangan pernikahan dan dilihat dari tanggalnya beberapa hari lagi pernikahan itu di laksanakan. "Bel ada undangan nih untuk kamu".


Mama Dina langsung masuk ke kamar Abel dan memberikan undangan tersebut, dan Abel terima, "makasih ya ma".


Mama Dina keluar dari kamar Abel dan segera Abel buka untuk tau undangan apa itu dan siapa yang mengirimkannya, ia cukup terkejut kala mendapat undangan dari salah satu teman kampusnya yaitu Mita. Memang Abel tau jika Mita sudah mempunyai pacar tapi Abel tak mengira jika Mita akan menikah muda bahkan sebelum lulus dan wisuda.


Abel mengambil telfon genggamnya dan ia mencari kontak Felly untuk menanyakan apakah Felly juga mendapatkan undangan yang sama dengannya, kalau iya maka Abel akan mengajak Felly datang ke acara pernikahan Mita ketimbang dia datang sendiri seperti orang hilang kan.


"Hallo ada apa bel". ~ Felly


"Fell aku dapat undangan pernikahannya si Mita nih kamu dapat juga apa nggak ?" ~ Abel


"iya gue dapet juga nih tadi pagi baru nyampai, kenapa ?" ~ Felly


"Kita pergi barengan aja yuk, dari pada aku sendirian ntar dikira kayak orang ilang"~ Abel


"Yaudah gue nyamperin Lo apa Lo nyamperin gue ?" ~ Felly


" kamu aja yang nyamperin aku" ~ Abel


"Ok sip biar gue juga bisa ketemu sama kak Alvin yang ganteng, ok bye" ~ Felly


Abel mencebikkan bibir selalu saja temannya Felly itu kalau menyangkut Alvin akan selalu cepat, ia tau kalau Felly menyukai Alvin entah itu rasa kagum atau rasa suka benaran yang pasti apapun itu ia akan berdoa yang terbaik bagi keduanya.

__ADS_1


Abel kembali menatap undangan dari temannya Mita, ia merasa iri lantaran Mita memang sudah pacaran lama dan kini akan menikah dengan orang yang dicintai, ia berharap ia juga akan bertemu dengan orang yang ia cintai dan menikah dengan lelaki tersebut, tapi sepertinya sulit lantaran melupakan Excel tak semudah membalikkan telapak tangan.


******


Hari pernikahan Mita tiba, sedari pagi Abel sibuk menghias wajahnya dan memilih pakaian mana yang akan ia pakai tersebut, padahal hanya ke pernikahan Mita tapi Abel berdandan cantik, setidaknya ia akan menunjukkan kalau ia turut senang salah satu temannya sedang berbahagia.


"Bel temen astral lo nungguin tuh dibawah". Alvin yang tanpa permisi atau mengetuk pintu kamar Abel langsung masuk saja dan memberitahukan jika Felly sudah datang dan saat ini menunggunya.


"Kak bisa nggak sih ketuk dulu, kalau aku lagi telanjang gimana ? Untung aku udah pakai baju". Abel sangat sebal lantaran bukan sekali dua kali Alvin nyelonong masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi apalagi tanpa ada perasaan bersalah seperti itu, membuatnya kian sebal.


"Bodo amat lagian lo Adek gue ya, dan gue nggak doyang adek sendiri buruan gih temen lo nungguin". Alvin menutup pintu kamar Abel kembali dan melangkah ke bawah, Abel kembali mengecek penampilannya dan saat dirasa sudah cantik ia menghampiri Felly yang sudah menunggunya.


"Cepet banget kamu datangnya ?". Tanya Abel namun Felly tak mendengarkan dan malah melihati Alvin yang tengah menonton tv di ruang tengah, karena ruang tamu dan ruang tengah masih terhubung dan hanya sekat yang membatasi jadi Felly masih bisa melihat Alvin walau agak kurang jelas.


"Gila bel kak Alvin tambah ganteng aja si, lo lagi nyari calon kakak ipar nggak ? kalau iya gue daftar sekarang". Satu toyoran Abel berikan untuk Felly agar tersadar dari lamunannya dan itu berhasil membuat Felly menoleh ke Abel dengan tatapan kesal.


Alvin yang merasa namanya di sebut jadi menoleh dan memutar bola mata malas, selalu setiap di Felly bertemu dengannya pasti akan selalu begitu, maka dari itu Alvin selalu menganggap Felly makhluk astral karena tingkahnya.


*******


Abel dan Felly kini berada di tempat pernikahan Mita, dimana hiruk-pikuk pesta telah terasa apalagi orang tua Mita adalah orang yang cukup terpandang jadi tamu yang datang juga tak sedikit jumlahnya, dari kejauhan Abel bisa melihat Mita yang tengah menyalami tamu dan di sampingnya pasti mempelai pria, terlihat dari jas yang di pakai senada dengan gaun milik Mita.


Kebahagian terpancar dari wajah Mita, ada rasa iri di hati Abel yang melihat pesta pernikahan Mita, ia juga ingin menikah di usia muda bersama dengan orang yang ia cintai 'Excel' tapi tidak bisa, mungkin suatu hari ia akan menikah namun dengan orang lain yang tidak ia cintai, melahirkan bayi orang lain dan bukan bayinya Excel, membayangkan itu saja membuat hati Abel merasa sakit dan sedih.


Lahir dari keluarga kaya raya namun apa yang di inginkan tidak bisa ia dapatkan rasanya ia sedih dan miris.Ternyata kekayaan yang dimiliki keluarganya tidak berpengaruh apapun dalam hal ini, yang bisa ia lakukan hanya berharap bisa mencintai lagi namun dengan orang yang berbeda karena Abel rasa hatinya telah mati.

__ADS_1


Abel dan Felly masuk dalam barisan tamu yang hendak bersalaman dan mengucapkan selamat tersebut.


"Cantik banget si pengantin baru". Seru Felly bersama Abel disampingnya saat keduanya telah ada di hadapan Mita.


"Kalian makasih ya udah datang, kok baru datang sih ntar makannya keburu habis lo". Saut Mita dan menyalami kedua temannya.


"Iya nih sih Abel lama dandannya, nggak tau mau gaet siapa di pesta Lo". Abel langsung memberikan tatapan mata tajam dan mengikut tangan Felly, ia merasa malu padahal tak berniat menggaet siapapun bahkan hatinya saat ini masih porak poranda.


"Oh ya bel kebetulan si Steve masih single tuh, gue juga undang dia gaet sana keburu di samber yang lain". Mita menarik tangan Abel agar mendekat padanya dan menunjuk Steve yang berdiri agak jauh dari mereka tengah berbincang dengan tamu lain yang Abel yakini masih satu kampus dengannya karena ia juga kenal.


"Jangan ngomongin Steve mulu deh, masnya yang sabar ya ngadepin si Mita dia kadang rada-rada". Suami Mita terkekeh geli begitu juga dengan Felly mendengar ucapan Abel, sedangkan Mita sendiri merenggut kesal dan malu.


"Udah ya pokoknya selamat buat kamu kita turun dulu, yang andri mau salaman udah kayak uler tuh panjangnya minta ampun". Mita dan sang suami menoleh ke belakang Abel dan Felly, ternyata benar bahkan panjangnya sampai jauh disana.


Abel dan Felly turun kebawah gantian dengan tamu lain yang hendak bersalaman juga, mereka menuju ke hidangan yang sudah di persiapkan disana, mencicipi makanan namun bersamaan dengan itu acara lempar bunga pengantin hendak di lakukan dan tentu saja Felly sangat antusias.


"Bel ikutan yuk". Felly menaruh makannya dan menarik tangan Abel namun Abel enggan lagipula jika ia mendapatkan bunga itu ia juga tak punya calon ataupun pacar, rasanya kalau di fikir acara lempar bunga seperti itu hanya mitos.


"Nggak ah mendingan aku disini". Felly sebal dan meninggalkan Abel yang masih setia berada di kursinya menikmati makanan, sedangkan ia sendiri telah berada di kerumunan para wanita dan pria lajang yang menunggu bunga tersebut di lemparkan.


Abel sedang menikmati makannya namun ia malah terkena cipratan saus hingga mengotori bajunya, di carinya tisu namun ia tak melihat di manapun. Saat di lihatnya pelayang yang bekerja di acara pernikahan tersebut ia mengangkat tangan hendak memanggil pelayan agar meminta tisu.


Namun tak di sangka ia malah kejatuhan bunga dan kini bunga itu tepat berada di tangannya, ia mengerjapkan mata karena tak menyangka hingga suara tepukan tangan dari semua tamu yang ada juga dari kedua mempelai terdengar membuatnya kebingungan.


"Weis gue yang rebutan malah elo yang dapet, pertanda tuh lo yang bakalan nyusul si Mita. Felly yang telah menghampiri Abel dan duduk di depannya kecewa karena Abel tak perlu rebutan dengan yang lain tapi malah dapat bunga pengantinnya.

__ADS_1


"Nih bunganya buat kamu aja". Abel langsung memberikan bunga yang ada di tangannya begitu saja kepada Felly, kalau menyimpan bunga tersebut yang ada ia akan malah bersedih dan mengingat Excel karena Excel juga akan menikah.


"Loh seriusan buet gue ? gue sih seneng banget". Felly tentu senang dan menerima bunga tersebut dengan jumawa.


__ADS_2