Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Tak akan Terpisah


__ADS_3

Mama Dina mengajak Abel untuk ke sebuah restoran, tanpa perlu tanya lagi juga Abel sudah tau jika itu restoran itu milik Excel, namun ia tak mengetahui tujuan asli mengapa mama Dina mengajaknya kesini karena yang ia tau mama Dina hanya mengajaknya makan siang.


Saat menerima telfon dari Excel tempo hari sebenarnya lelaki itu meminta tolong mama Dina untuk memperlancar rencananya dengan cara mengajak Abel makan di tempat itu dan tak menyangka kalau mama Dina menyetujuinya begitu saja karena ia berfikir kalau mama Dina juga akan menentang perasaannya kepada Abel.


Beberapa kali Mama Dina melihat ke hpnya yang di penuhi pesan dari Excel menanyakan situsi dan kesiapan rencana dan sesekali juga mama Dina melihat ke arah Abel yang masih memilih menu makanan.


"Lama ya ma kita nggak pergi bareng kayak gini". Abel tersenyum setelah selesai memilih menu yang hendak di santapnya, begitu juga mama Dina.


Senyuman lembut mama Dina perlihatkan sebagai jawaban. "Iya sudah lama, mungkin kalau kamu punya suami nanti akan lebih jarang lagi kita bisa keluar bersama kayak gini.


"Mama apaan sih kan aku belum punya calon suami". Jawabnya dan mama Dina memilih untuk diam seraya tersenyum, tak meneruskan percakapan lagi hingga dua orang laki-lagi yang ia kenal naik di sebuah panggung belakang Abel sana membuatnya sadar kalau rencana di mulai.


Excel naik ke panggung dan langsung memegang pengeras suara begitu juga dengan Alvin yang membawa gitar hendak mengiringi Excel bernyanyi. Sontak semua tamu berbalik saat lantunan lagu mulai terdengar begitu juga Abel dan mama Dina yang terkejut akan Excel yang bernyanyi.


*Cruising when the sun goes down (Berlayar ketika matahari terbenam)


Across the sea Searching for (Menyeberangi lauta sedang mencari)


Something inside of me I will find all the lost pieces (Sesuatu dalam diriku aku akan menemukan semua serpihan yang hilang)


Heart will feel Deep and real ( Hati akan merasakan dalam dan nyata)


I was blind but now i see yeah, You`re the one (Aku telah buta tapi sekarang aku tahu ya, kamulah satu-satunya)


Yeah, youre the one yeah, I cant live without you (Ya, Kamulah satu-satunya ya … Aku tak bisa hidup tanpamu)


Take me to your place where our hearts belong together (Ajaklah aku ke tempatmu dimana hati kita bisa milik bersama)


I will follow you cause you`re the reason that i breathe (Aku akan mengikuti kamu, kau adalah alasan aku bernafas)


I`ll come running to you feel me with your love forever (Aku akan datang berlari menuju mu rasakan aku dengan cintamu selamanya)


Promise you one thing I will never let you go (Berjanji padamu satu hal aku tak akan pernah membiarkanmu pergi)

__ADS_1


Cause you are my everything you’re the one, you’re my inspiration (Karena kau adalah segalanya kamulah satu-satunya, kamu adalah inspirasiku)


You’re the one,oh yes you’re the one you’re the light that would keep me safe and warm (Kamulah satu-satunya, oh ya kamulah satu-satunya kamu adalah cahaya yang akan membuatku sejahtera dan hangat)


You’re the one, yess, you’re the one (Kamulah satu-satunya, ya, kamulah satu-satunya*)


Excel sudah selesai menyanyikan lagu dan menaruh mic tersebut kembali ke tempatnya, dan seorang pelayan telah memberikannya sebuket bunga mawar besar yang telah ia pesan. Lalu langsung menghampiri Abel yang telah berdiri di sebelah mama Dina.


Sebuah cincin dalam kotak beludru Excel perlihatkan dan ia pegang di tangan kanannya sementara tangan kiri memegang buket mawar. Sejenak menarik nafasnya dan mengingat kata-kata yang telah ia persiapkan untuk Abel.


"Excel apa ini ?". Abel masih terkejut dengan semua yang telah ia saksikan dan lebih terkejut lagi melihat Excel yang telah bersujud di hadapannya.


"Apakah kau tau bahwa kau adalah alasanku untuk melanjutkan harapan dan terus berada disini ? Harapan tentang kehidupan bahagia bersama menjalani hidup penuh kebahagiaan, dimana kebahagiaan itu ada kau didalamnya dan sekarang aku di sini untuk bertanya kepadamu Mariana Novabel Admaja, maukah kau mendampingiku dalam suka maupun duka, menjani hari tua bersamaku dan melahirkan anakku, Abel will you marry me ?".


Semua sangat terkejut apalagi Abel yang langsung menutup mulutnya tak percaya dan masih mencerna ini semua karena ini seperti mimpi baginya, dimana Excel sedang memintanya untuk menjadi bagian dari hidupnya di masa depan.


Seruan dari para tamu yang sedang makan untuk segera mengatakan 'iya' membuat Excel juga berharap Abel akan segera mengatakan 'iya'. Ia sangat gugup melebihi apapun saat ini, apalagi saat Abel tak kunjung memberi jawaban dan malah menutup seluruh wajahnya dengan tangan.


"Hiks hampir 20 tahun hiks dan kau baru melamarku sekarang hiks hiks apa kau tau aku sampai lelah menunggumu sangat lama hiks hiks". Itulah yang bisa Excel dengar di telinganya.


Abel menangis dan tetap menutup wajahnya namun, air mata Abel menetes ke bawah juga keluar dari celah tengan Abel saking derasnya. Sontak itu membuat Excel bingung dan langsung berdiri, ia tak tau harus bagaimana karena respon Abel di luar dugaan, padahal hanya kata iya dan tidak tapi ini Abel malah menangis.


"Tolong jangan menangis, aku minta maaf membuatmu sedih, katakan kau mau apa asal tak menangis lagi". Excel begitu panik dan menoleh ke arah Alvin yang malah di jawab dengan gendikan bahu karena juga tak tau.


Namun tiba-tiba tubuh Excel di peluk oleh gadis di depannya yang tak lain adalah Abel. Ia sontak terkejut dan masih diam, tak berani merespon pelukan Abel karena takut salah lagi dan tambah membuat Abel menangis.


"Dasar keterlaluan, kenapa kau baru melamarku sekarang hiks harusnya dari dulu hiks hiks". Pukulan di punggung Excel saat Abel memeluknya juga suara Abel yang melontarkan kekesalan tapi juga jawaban atas pertanyaannya membuat Excel menyinpulkan kalau Abel menerima lamarannya.


"Maaf aku telah membuatmu menunggu lama, setelah ini aku akan segera menikahimu". Excel membalas pelukan Abel lalu menyematkan cincin di jari manis Abel yang terlihat sangat cocok juga sangat pas hingga suara tepuk tangan dari semua pengunjung membuat suasana kian meriah.


Abel sangat bahagia dan menunjukkan cincin yang berada di jari manisnya kepada mama Dina. Ia sangat senang begitupun mama Dina yang memeluk dan memberi putrinya ucapan selamat.


"Semua yang ada disini tidak perlu bayar makanan karena hari ini semua gratis". Suara teriakan Excel yang ia edarkan membuat semuanya tamu nampak senang namun ada satu orang yang masih memperlihatkan wajah masam karena belum dapat hak miliknya.

__ADS_1


Orang itu tak lain adalah Alvin yang menunggu saat di mana Abel menerima Excel dan ini saatnya, ia mendekat ke arah Excel dan mendekatkan mulutnya ke telinga lelaki yang beberapa hari ini selalu ia bantu.


"Jangan lupa mobil gue". Bisiknya tepat di samping telinga Excel.


Berhubung suasana hati Excel sedang sangat baik jadi ia tak mempermasalahkan tentang permintaan Alvin dan juga berbisik. "Gampang besok mobil itu sudah ada di depan rumahmu".


Sontak Alvin senang dan mengepalkan kedua tangannya kebawah bersorak yes tanpa suara.


Senyuman Abel tak hentinya lepas dari bibir bulat layaknya buah cerry tersebut, walaupun air mata masih terlihat basah di wajah tapi Excel yakini itu adalah air mata bahagia. Tak sungkan lagi Excel menghapus air mata itu dan tersenyum lalu memeluk Abel dan juga mendaratkan ciuman di puncak kepala.


"Mulai saat ini kita tak akan terpisahkan".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ku kasih tau dulu sebelum ada yang tanya. Itu lagu punyanya Glen Fredly dan kalau ada yang nggak suka sama lagunya atau bilang kurang pas, terserah deh karena itu lagu favoritku jadi ya suka hati kalian bos di ganti di imajinasi masing-masing. 😌😌😌


Jangan lupa like dan vote

__ADS_1


__ADS_2