Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Kami Sudah Putus


__ADS_3

Excel menunggu di kursi ruang keluarga dengan fikirannya yang risau dan gelisah. Ia tak sabar menunggu apa yang mama dina hendak katakan dan dari tadi ia selalu berdoa semoga setelah Abel bicara dengan mama Dina maka kebencian Abel menghilang.


Suara derap langkah membuat Excel menoleh ke arah sumber suara, di mana mama Dina sudah datang dan duduk di sebelahnya. Senyuman miris wanita itu tampilkan seolah memberitahu ke Excel bahwa Abel masih membencinya.


"Bagaimana Abel ma ? Apa dia mengizinkanku masuk mejelaskannya ?". Tanyanya kepada mama Dina dan ia tak sabar menunggu jawabannya, seperti seorang yang tengah menunggu hasil kelulusan, Excel benar-benar cemas.


"Sepertinya dia masih membencimu". Jawab mama Dina singkat tanpa ada yang di tutupi, dan seketika raut kecewa tercetak jelas di muka Excel.


Tentu saja tapi ialah yang lebih kecewa karena selain tak berhasil menikahi abel juga malah membuat gadis itu semakin membencinya. Ini seperti sudah jatuh tertipa tangga pula. Sakitnya bertubi-tubi.


"Kenapa ma ? Aku tau aku salah tapi aku ingin memperbaiki semuanya, tidak bisakah ia melihat perjuanganku selama ini ?". Excel frustasi berat dan mengusap wajahnya dengan kasar, bingung dengan cara apalagi untuk mendapatkan maaf dari Abel bahkan ia sampai pindah dan tinggal seatap dengan Abel.


"Kalau mama ada di posisi Abel juga mama akan melakukan hal yang sama". Excel seketika menoleh melihat mama Dina dengan pandangan penuh tanya. "Memangnya kenapa ma ?".


"Dia kecewa padamu Excel, setelah berharap banyak tiba-tiba ia harus menerima kenyataan kalau kau mencintai wanita lain dan dalam sekejap kau bilang pernikahanmu batal lalu kau bilang ingin menikahi Merry, jangankan Merry bahkan mama juga sulit percaya dengan ini semua".


Excel menundukkan kepala membenarkan semua yang mama Dina ucapkan kalau ini memanglah hal yang sulit dicerna, namun apa yang ia rasakan selama ini sudah di pastikan dengan baik dan tentang pernikahan yang ia batalkan sama sekali Excel tak menyesal.


"Aku akan membuktikan ke mama juga Abel kalau perasaanku ini bukanlah main-main dan aku yakin dengan semua ini".

__ADS_1


Excel berjanji dalam hatinya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk menyakinkan semuanya bahwa perasaan yang ia miliki benar adanya, dan tentang rasa cintanya kepada Abel tentu Excel yakin kalau ia akan mencintai gadis itu selamanya.


Kepala mama Dina seketika berdengut memikirkan masalah Abel dan Excel yang tak kunjung usai, bahkan ia menutupi ini semua dari sang suami agar tak menimbulkan kekacauan mengingat Excel masih bagian dari keluarga ini.


"Excel sebaiknya kamu fikirkan dulu, apa benar kau menyukai Merry dan bukannya perasaan bersalah karena telah berpaling". Mama Dina memberikan nasihat yang ia rasa akan membuat Excel berfikir ulang untuk mendekati dan memberikan harapan lagi ke Abel.


Jika harapannya menjadi kenyataan tak apa tapi jika itu hanya sebuah harapan palsu yang akan membuat Abel merasakan sakit untuk yang kesekian kali, tentu mama Dina tak bisa membiarkan itu.


"Tidak ma, aku sudah memastikannya dan ini bukan rasa bersalah, aku benar-benar cinta dengan Abel dan akan kubuktikan ke mama kalau perasaan ini bukan rasa bersalah". Excel berbicara dengan mantap untuk menyakinkan ke mama Dina bahwa ia tak main-main dan serius dengan apa yang dikatakannya.


Bahkan ia sudah membuktikan sendiri kalau memang perasaan yang ia miliki adalah cinta. Contohnya Excel merasakan cemburu saat Abel dekat dengan laki-laki lain bahkan rasanya kepala Excel hampir pecah saat Abel kembali tak mempercayainya, harusnya semua itu sudah cukup membuktikan kalau ia itu bukan perasaan bersalah.


"Baiklah mama pegang kata-katamu tapi kalau sampai kau bohong maka mama tidak akan mengampunimu". Mama Dina beranjak setelah mengatakan itu dan berharap Excel juga abel segera baikan.


******


Alvin mendaratkan tubuhnya di sofa dan mengambil remot tv untuk mencari acara yang sekiranya bisa menghilangkan rasa kantuk juga kebosanan. Namun sebuah berita di salah satu chanel tv menyita perhatiannya.


Karena sedang membahas Jennie yang sedang diapit oleh dua orang polisi bahkan tangannya sampai di borgol dengan menundukkan kepala karena malu. Begitu juga dengan seorang laki-laki paruh baya yang bertelanjang dada keluar dari hotel.

__ADS_1


"Eh tunangan lo masuk TV tuh". Ujar Alvin saat Excel sedang lewat untuk memperlihatkan kepada lelaki itu bahwa Jennie sedang dalam acara berita yang di liput di TKP.


Excel menghentikan langkahnya dan melihat tv dimana di beritakan bahwa Jennie masuk dalam salah satu artis yang ikut prostitusi online dan di grebek oleh polisi sedang melakukan hal tak semestinya dengan salah satu anggota dewan yang sudah beristri dan usianya juga terlihat lebih tua dibanding papi Jimmy.


Tak hanya itu bahkan di dalam tas Jennie di temukan narkoba dan diatas meja ada beberapa botol minuman keras di atas meja yang diyakini susah mereka konsumsi mereka konsumsi, dan setelah ini Jennie akan melakukan serangkaian tes untuk membuktikan apakah benar di dalam tubuhnya terkandung narkoba.


"Masuk penjara tuh, nggak lo tolongin ?". Tanya Alvin dengan senyum remehnya seolah menghina jika kualitas wanita pilihan Excel benar-benar buruk.


"Apapun yang terjadi padanya tidak ada urusannya denganku lagi, dan jangan panggil dia tunanganku karena kami sudah putus". Excel kembali melangkahkan kakinya yang tadi sempat terhenti akibat seruan Alvin.


Saat Excel sudah jauh lelaki itu tak tau jika sedari tadi Abel yang di belakangnya mendengar apa saja yang di katakan. Hingga seulas senyuman indah terukir di bibir Abel. Ia merasa kalau hatinya saat ini sedang terbang dan tak lagi marah kepada Excel namun biarlah Excel mengira dirinya marah biar lelaki itu berjuang lebih keras.


"Gimana kak di hukum berapa tahun ?". Abel mendudukan dirinya dengan semangat empat lima di sebalah Alvin dan mengeraskan volume tv untuk tau Jennie di hukum berapa tahun. Namun sayangnya Jennie baru mau melakukan tes urine dan darah.


"Ketahuan banget lo seneng diatas penderitaan orang". Abel tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya padahal bahagia diatas penderitaan orang adalah hal yang salah namun ia tak bisa menutupi kegembiraan hati yang telah terlanjur bahagia.


"Salah banget ya emang ?". Tanya kepada Alvin.


"Ya tergantung kalau orangnya jahat si mau di ketawain sampai tahun depan juga terserah". Jawabnya dan mereka tertawa seolah beban hidup sejenak hilang dan berganti dengan keseruan antar saudara yang jarang mereka perlihatkan.

__ADS_1


__ADS_2