Love You Brother

Love You Brother
Wisuda


__ADS_3

Abel kembali melihat dirinya di cermin setelah selesai di rias, biasanya ia yang tampil natural dengan hanya memakai polesan make up tipis kini berganti dengan polesan make up yang cukup tebal dan juga sanggul karena hari ini ia akan di wisuda.


"Sudah selesai gimana puas nggak mbak ? Apa ada yang kurang ?". Seorang MUA meletakkan brush ke meja rias milik Abel, bertanya bagaimana hasil riasan yang telas di poleskan pada wajah cantiknya.


"Udah bagus nggak ada yang kurang". MUA tersebut mengemas alat make-upnya dan menerima bayaran dari Abel, keduanya turun kebawah menemui orang tua Abel dan Alvin yang sudah menunggunya.


Sang MUA pamit kepada semuanya dan kini tinggal Abel yang menemui semuanya, "aku udah siap". Tuturnya.


Mama Dina menangkup wajah abel, ia sangat bangg bisa melihat salah satu hari bahagia putrinya itu, "kamu cantik banget sayang, mama bangga sama kamu". Papa Rey juga mendekat dan mengecup kening Abel. "Selamat ya".


"Makasih ya ma pa selalu support aku selama ini kalau nggak ada kalian mungkin aku nggak akan bisa sampai seperti ini". Alvin yang merasa di kacangin sendiri menjadi jengkel karena tidak hanya di kacangi tapi dulu ia tak mendapat ucapan selamat yang sebegitunya layaknya Abel bahkan orang tuanya terkesan biasa.


"Ekhem ekhem". Alvin berdehem agak keras untuk membuat semuanya menyadari keberadaanya, "aku dulu biasa aja nggak ada yang ngucapin selamat". Protesnya.


"Masa ? Dulu mama ngucapin kok". Alvin mengingat memang mama Dina mengucapkan tapi tak seheboh seperti Abel.


"Yaudah ayo berangkat kalau tidak nanti kita telat". Semuanya bersiap dan masuk ke mobil papa Rey menuju ke hotel tempat di selenggaranya wisuda Abel. Tak lama mereka sampai dan terlihatlah banyak sekali karangan bunga bertuliskan selamat disana dan juga para mahasiswa yang sudah siap menggunakan toga.


Panitia pengurus wisuda menyuruh mereka semua untuk masuk karena acara wisuda hendak di mulai, deretan mahasiswa bersiap berbaris menunggu giliran untuk di wisuda dan setelah hampir seharian acara wisudanya kini selesai.


"Akhirnya selesai juga". Abel merasa sangat letih namun juga senang, akhirnya usahanya selama ini terbayarkan sudah, ia sendiri tau jika tak semua teman-temannya satu angkatan di wisuda semua karena ada yang belum menyelesaikan skripsi dan terkendala biaya juga alasan lainnya.


"Lo yang wisuda gue yang capek". Alvin mendudukkan dirinya di dekat Abel kala sudah selesai, ia terlihat sangat lelah padahal yang di wisuda Abel dan ia hanya melihat saja.


"Kok malah pada duduk yuk foto dulu buat kenang-kenangan". Abel dan Alvin malas untuk berdiri seolah tubuh mereka sudah lemas karena terlalu letih bahkan untuk sekedar berdiri, "kapan-kapan aja ma sekalian foto studio". Ujar alvin.


"Nggak bisa gitu dong, kan wisudanya sekarang ayo kita kesana". Mama Dina menggandeng kedua tangan anaknya agar berdiri, "ayuk masa anak muda kayak gini udah loyo". Dan kini mereka berempat berfoto sesuai dengan keinginan mama Dina.


Walau sudah lelah namun mata Alvin nyatanya tidak, lihat saja kala Alvin melihat para wisudawati yang cantik dan mendekat hendak meminta nomer HP namun mama Dina menarik tangannya, "kok di tarik ma bentar lagi dapet nomornya".


"Kamu itu ya kalau cari pacar nggak gitu juga caranya Vin, sampai malu tuh Abel nutupin mukanya". Alvin melihat Abel yang tak mau dekat dengannya dan menutup mukanya, ia sangat malu, "apaan sih biasa aja kali nggak usah di tutupin mukanya".


"Kak Alvin malu maluin". Jawabnya.


Tiba-tiba terdengar suara ramai orang-orang yang sedikit berlarian membuat Abel, Alvin dan semuanya jadi penasaran dan ingin melihat apa yang sedang terjadi, mereka semua mendekat dan sedikit membelah kerumunan yang juga ingin melihat.

__ADS_1


Walau sedikit kesulitan karena kerumunan yang banyak namun ia masih bisa melihat bahwa ada mahasiswi yang tengah dilamar oleh pacarnya tepat di hari Wisuda, kala sang gadis menyatakan iya pada pacarnya semua bersorak ramai.


"Wah aku juga mau dilamar tapi nggak ada pacar". Ujar salah satu mahasiswi yang juga sedang menonton.


"Kasihan banget sih tapi lebih kasihan aku, pengin di lamar ma pacar malah di tikung temen". Ujar yang lainnya.


"Itu berarti kamu cuma jagain jodoh orang".


Dan begitulah yang Abel dengar kala melihat acara lamaran yang sangat membuat kehebohan, bagaimana tidak heboh melihat itu kala sang lelaki memberikan buket bunga mawar merah besar dan juga banyak, tak lupa dengan cincin yang langsung di pakaikan ketika lamaran di terima.


Rasa sedih langsung menghampiri Abel, entah mengapa ia masih mengharap Excel tiba-tiba datang memberi kejutan dan melamarnya, pastinya ia akan sangat senang dan tak perlu berfikir lagi untuk mengatakan iya. Namun semua itu hanyalah khayalan pada kenyataanya Excel bertunangan dengan Jennie.


Ada rasa sesak di hatinya, ia sangat iri sangaat iri padahal sudah jauh-jauh hari berharap Excel pulang dan menjadi pendampingnya kala wisuda alangkah bahagianya jika itu terwujud. Dan tak seperti semua yang membawa pasangannya masing-masing, ia hanya datang dengan keluarganya saja tanpa pasangan.


"Dah jangan baper". Senggol Alvin pada bahu Abel agar menyadarkan gadis itu jika ia tak usah terlalu menganggap serius karena orang punya jalan masing-masing. "Nggak kak aku cuma bahagia lihat Felly dilamar".


Yah yang di lamar itu adalah Felly teman Abel satu jurusan, padahal setau abel Felly belum terlalu lama pacaran entah mengapa sekarang sudah di lamar. Mengingat teman-temannya sudah punya pasangan dan akan menikah membuatnya merasa kalau ia tinggal sendiri.


Setelah berakhirnya kehebohan yang di timbulkan Felly dan juga pacar yang sekarang sudah menjadi calon suaminya itu, Abel dan yang lain membubarkan diri dan kembali ke tempatnya masing-masing. Namun tak menyangka kalau beberapa menit kemudian Felly menghampiri Abel.


"Kok biasa aja lo nggak seneng lihat gue bahagia". Abel tak bermaksud begitu dan dengan cepat membantahnya, "seneng kok cuma pengin aja kayak kamu ada yang ngelamar gitu". Felly sekarang yang merasa tak enak hati dan memegang bahu Abel.


"Sabar entar juga ada yang ngelamar emang belum waktunya kali". Abel hanya mengangguk dan setelah itu Felly pamit pergi hendak menghampiri pacar dan orang tuanya.


Seolah tau apa yang sedang di fikirkan oleh Abel yang merasa sedih padahal ini harusnya menjadi salah satu hari paling membuat bahagia. Terfikirkan oleh Alvin untuk mengajak Abel agar moodnya kembali baik.


"Bel entar malem mau ikut gue nggak ? Ke tempat yang bikin have fun ". Tanyanya.


"Kemana kak ?". Alvin tak menjawab dan membuat Abel penasaran.


Kini mereka semua pulang ke rumah masing-masing, dengan segala acara yang membuat Abel merasa lelah namun ia penasaran tempat apa yang di maksudkan oleh Alvin tersebut, kalau memang itu bisa membuat moodnya kembali, ia ingin kesana.


********


Mengendarai mobil barunya Abel mereka membelah jalanan yang sudah agak sepi mengingat mereka ke sana jam 9 malam, entah mengapa Alvin mengajaknya keluar disaat orang-orang hendak tidur.

__ADS_1


"Kita mau kemana sih kak ?". Tanyanya kala ia sedikit asing dengan jalanan yang di lalui Alvin apalagi semakin lama semakin sepi, juga tubuh Abel yang sudah lelah dan ingin di istirahatkan.


"Nanti lo juga tau, anggep aja ini tempat sebagai salah satu tempat yang membuat lo semakin dewasa sekaligus sebagai perayaan wisuda lo". Apa yang Alvin katakan membuat Abel tambah tak mengerti, memangnya apa yang membuat ia bisa dewasa dan have fun.


Kini sampailah mereka di tempat yang Alvin maksudkan, tempat yang membuat Abel membelalakkan mata dan tak pernah ia kunjungi itu, tempat yang selalu di pesan mama Dina untuk tak ia kunjungi. "Ini club malam kak ?". Pekiknya.


"Iya nih yuk have fun". Alvin memberikan kunci mobilnya Abel karena tak ia yang mengemudi tadi, walaupun merasa ragu namun Alvin menggandeng tangan Abel untuk masuk ke dalam, "kak aku takut".


"Jangan takut ada gue". Ujarnya berusaha menenangkan.


Mereka masuk dan langsung di suguhkan dengan gemerlap lampu yang remang, suara musik yang memekakan telinga juga asap rokok dan tak ketinggalan bau minuman yang sangat menyengat.


Namun mata Abel tiba-tiba bergetar, ia tak menyangka kalau kedatangannya akan membuatnya melihat orang yang sedang tak ingin ia lihat saat ini dari kejauhan, mereka adalah 'Excel dan Jennie'.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Masa damai abel akan berakhir ya karena ini akan masuk masa di mana konflik yang membuat kalian makin ill feel sama Excel dan mungkin akan membuat kalian geram setengah mati, maafkan aku yang suka bikin orang gereget. 😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2