Love You Brother

Love You Brother
Season 2 : Kepergian Mami dan Papi


__ADS_3

Sebuah rumah besar yang biasanya hanya di huni oleh 2 orang di tambah dengan beberapa pembantu sekarang terasa ramai, di mana untuk hari ini semua orang yang ada di sana tengah sibuk mempersiapkan keberangkatan mami Rita dan juga papi Jimmy ke US. Sedari pagi Excel dan Abel sudah berada di sana, siap membantu untuk berkemas barang apa saja yang akan mereka butuhkan.


Berbeda jika hanya pergi ke luar negeri beberapa hari yang hanya membawa baju sedikit, kini mereka mengemas hampir semua baju yang ada di sana dan meninggalkan beberapa, kalau akan kembali ke Indonesia untuk berkunjung ataupun liburan.


"Yang ini dibawa juga apa nggak mi ?". Abel memperlihatkan beberapa baju pesta yang ia ambil dari lemari pakaian, sedangkan mami Rita sendiri mengambil beberapa berkas yang sekalian di bawa.


Mami Rita menoleh melihat baju pestanya yang masih bagus, mungkin hanya beberapa kali saja di gunakan dan harganya juga tidak murah. Lumayan menghabiskan uang bulanan yang papi Jimmy berikan untuk satu bulan.


"Taruh di koper ya". Perintahnya.


"Iya mi". Abel melipat baju itu dan ia masukkan ke koper yang hampir penuh isinya dengan baju yang lain, sementara berkas yang penting mami Rita taruh di tas lain lain.


Disaat Abel membantu mami Rita di dalam kamar, papi Jimmy dan Excel berada di ruang kerja, ia tak tau pasti karena tadi papi Jimmy memanggil Excel agar ikut ke ruang kerja, mungkin di sana papi Jimmy meminta bantuan Excel untuk merapikan atau mengemas beberapa barang penting yang ada di sana.


Koper yang mami Rita bawa jumlahnya ada 3, sementara itu belum termasuk juga dengan barang bawaan Papi Jimmy yang mungkin akan lebih dari 5 koper atau kurang karena biasanya laki-laki hanya membutuhkan tempat lebih sedikit.


Abel dan mami Rita saat ini duduk di pinggir ranjang, dan mami Rita menggenggam tangan Abel, mereka saling memandang dan mami Rita terlihat seperti hendak mengatakan sesuatu.


"Abel Mama tahu pernikahanmu dengan Excel belum genap 2 minggu, tapi mama harap kamu jangan menunda punyai anak ya karena mami sudah menantikan kehadiran cucu dan kau tahu sendiri pastinya kalau hanya Excel saja sebagai penerus keluarga, karena mami tidak bisa melahirkan lagi jadi mami benar-benar berharap kepadamu ".

__ADS_1


"Iya mi aku sama kak Excel juga tidak menunda bahkan kami juga ingin secepatnya mempunyai anak". Ujarnya.


"Mami senang mendengarnya, kalau begitu mami menunggu kabar bahagia dari kalian". Mami Rita tersenyum teduh sedangkan Abel menunduk dan berusaha untuk tersenyum, karena ia juga ingin mempunyai anak hanya saja tidak yakin apakah akan segera memberikan atau tidak karena seorang anak hanya Tuhanlah yang bisa memberikan.


Pintu terbuka menampilkan dua sosok yang berbeda usia, mereka adalah Excel dan papi Jimmy yang langsung masuk begitu saja, dan di tangan Excel ada sebuah map yang entah apa isinya, mungkin nanti Abel akan bertanya.


"Semua sudah selesai ?". Papi melihat ke semua koper milik mami Rita, benar-benar terlihat sekali orang yang akan pindahan. Berbeda dengannya yang hanya membawa barang penting yang tak ada di sana saja.


"Banyak sekali yang kau bawa ? tidak sekalian rumahnya kau masukkan ke koper ?". Ledeknya kepada sang istri, memang bawaan wanita sangat banyak bahkan berbeda hampir 3x lipat dibandingkan bawaan lelaki dan setelah papi Jimmy membuktikan sendiri, kini ia percaya.


"Ini bukan barangku semua, ada barang milikmu juga yang kujadikan satu di koperku". Ujarnya tak terima dan melihat jam tangan yang menunjukkan waktu sekarang, semua sudah selesai di kemas dan tinggal menghitung jam saja sebelum ke bandara.


"Bagaimana jika mengelilingi kota sebelum kita meninggalkan Indonesia ?". Tawarnya dan mereka setuju untuk bersama-sama masuk ke dalam satu mobil menuju ke tempat-tempat yang sebelumnya sulit untuk kunjungi, karena sibuk dan sekarang adalah waktu terakhir sebelum mereka benar-benar meninggalkan Indonesia dan menatap menjadi warga negara asing.


******


Setelah puas berjalan-jalan tidak terasa waktu menunjukkan tepat untuk mereka ke bandara dan segera lepas landas menuju ke US. Barang-barang mereka Abel dan Excel bantu untuk bawakan dan keduanya berpamitan kepada mertua dan orang tuanya.


"Excel mami tinggal ya, kau baik-baiklah di sini dan jagalah istrimu dengan baik, mami yakin kau bisa mandiri dan mami berharap kabar baik dari kalian untuk segera memberi kami cucu ". Mami Rita mendekap erat Excel anak lelakinya yang kini tumbuh lebih tinggi darinya, padahal Ia masih merasa jika Excel masih kecil tapi sekarang sudah memiliki istri dan menjadi kepala rumah tangga.

__ADS_1


"Iya mi aku akan berusaha menjadi suami yang baik, mami jagalah diri di sana jika ada waktu aku akan berkunjung ". Excel mengakhiri pelukannya dengan sang mami dan kini beralih dengan lelaki yang telah menjadikannya sosok lelaki dewasa, kadang ia sebal namun sosok papi adalah sosok orang tua yang ia kagumi dengan cara pengasuhan nya yang berbeda dengan orang lain tapi dia adalah ayah yang luar biasa.


"Kau jangan menangis ya nanti jadi memalukan kalau dilihat orang". Sebenarnya lapi Jimmy juga merasa sedih harus meninggalkan Excel tapi ia berusaha menutupinya agar putra semata wayangnya itu hanya melihat ketegarannya.


"Papi berusahalah agar lebih serius, papi sudah semakin tua tidak sesuai jika selalu bercanda ". Excel lalu melepaskan pelukannya, hanya sebentar memeluk papinya tersebut karena ia dan sang papi sama-sama adalah lelaki yang menjaga image dan tidak ingin terlihat lemah orang juga kedua istri mereka.


"Orang kalau terlalu serius nanti cepat mati, jadi lebih baik sesuatu harus dijadikan bercandaan agar hidup lebih indah". Pesannya dengan diselingi tertawa, memang sulit bagi tapi Jimmy untuk terlihat serius karena hanya beberapa saat saja beliau memperlihatkan keseriusannya kalau tidak dalam bekerja ya di luar, tapi di saat bersama dengan keluarganya ia akan menampilkan sisi yang lebih santai.


"Abel kau memang bukan putri kandungku tapi semenjak kau menikah dengan Excel Aku tidak akan membeda-bedakan dirimu dan Excel karena aku juga akan menganggapmu sebagai putriku sendiri, jika ada sesuatu yang ingin kautanyakan atau perlukan dariku kau tidak perlu sungkan ".


Mami Rita memeluk Abel dengan erat dan lama berbeda dengan Excelxcel yang agak singkat tadi, agak sulit menerima Abel menjadi bagian dari keluarganya tapi tak menyangka jika Abel mampu meluluhkan hatinya, sekarang ia mengerti mengapa Excel mencintai gadis ini putri dari Reymond dan Dina yang dulu pernah tak ia sukai tapi nyatanya kini mereka menjadi sebuah keluarga besar.


"Iya mi, aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi istri dari kak Excel yang patuh dibanggakan dan tidak akan mengecewakan kepercayaan mami dan juga papi kepadaku". pelukan mereka terlepas dan sebuah seruan dari bagian informasi yang memberitahukan jika pesawat mami Rita dan juga Papi Jimmy hendak lepas landas dan mereka bersiap untuk masuk ke dalam pesawat.


Papi Jimmy dan juga mami Rita melangkah memasuki pesawat terbang dan langkah mereka terhenti sejenak untuk mengucapkan selamat tinggal tanpa suara. Abel menoleh kearah Excel yang lebih tinggi darinya, terlihat kesedihan dimata sang suami dan ia bisa mengerti perasaan itu walau Excel adalah orang dewasa tapi kesedihan bisa dimiliki oleh siapa saja.


"Jangan khawatir kak kalau kita ada kesempatan kita akan mengunjungi mami dan Papi di sana nanti juga kalau mereka sampai pasti akan segera mengabari kita ". Abel menggenggam tangan Excel berusaha untuk menenangkan lelaki itu agar tak sedih, Excel tak memperlihatkan tapi tetap saja Abel bisa melihat kesedihan yang terpancar di mata Excel.


Excel melepaskan tangannya yang di genggam oleh Abel dan meletakkan tangannya di bahu untuk merangkul Abel. "Iya".

__ADS_1


__ADS_2