
Dengan perasaan enggan Abel masuk bersama dengan Robin. Dalam hati ia merasa tak nyaman dengan suara musik yang derdentum dengan keras dan memekakan telinga, asap rokok yang memenuhi tempat itu dan jangan lupakan bau minuman beralkohol yang sangat menyengat.
"Tidak apa ini hanya pesta ulang tahun biasa". Gumamnya dalam hati.
Robin mengarahkannya ke gerombolan orang-orang yang melingkari kue ulang tahun. Ia di perkenalkan dengan seorang gadis cantik yang ternyata berulang tahun hari ini. "Selamat ya grace".
Robin dan gadis yang di panggil grace tersebut berpelukan dan cipika-cipiki. Entah mengapa Abel kurang suka melihat itu. Menurutnya itu suatu perlakuan yang kurang wajar untuk seorang teman. Bahkan kalau di lihat baju yang grace gunakan sangat ketat dan juga sangat minim dengan paha dan juga bahu yang terbuka.
"Ini pacarmu Robin ?". Tanya Grace saat melihat ke arah Abel yang tersenyum canggung.
"Iya ini pacarku". Ujarnya.
Grace melihat Abel dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan seolah meremehkan. Ia tau persis tatapan itu karena itu yang seperti di lakukan Jennie saat melihatnya. "Aku Grace".
"Merry". Abel menjabat tangan Grace kemudian mereka menyuruh Grace untuk meniup lilin kue itu. Hal yang biasa dan umun di lakukan tapi kejanggalan terjadi saat Grace dengan tanpa malu menyuapkan kue pertamanya kepada Robin.
Abel merasa seperti tak dianggap disana, bukankah ia di perkenalkan sebagai pacarnya lalu mengapa Robin menerima suapan kue itu tanpa rasa canggung ataupun bersalah kepada Abel bahkan mereka cekikikan tanpa sungkan. Juga ketika Robin menerima minuman beralkohol dari Grace yang langsung di teguknya.
Abel seperti melihat sisi lain dari Robin kali ini , ia seperti tak mengenal lagi siapa lelaki yang tengah menikamati alunan musik dan bercengkraman dengan tamu yang lain di sana, meninggalkan Abel yang duduk di sofa sendiri.
"Hai Marry ini untukmu ayo kita cerrs". Ujar Grace saat ia datang bersama Robin dan ia duduk di depan Abel sedangkan Robin duduk disamping Abel.
"Tapi aku tidak biasa minum itu, maaf". Tolaknya halus dan Grace melihat Robin dengan wajah kecewa.
"Robin aku seperti tidak dihargai disini, pacarmu menolak minuman dariku". Abel menaikkan satu alisnya dengan sebal, ia yang pacarnya Robin tapi lihatlah Grace yang malah mengadu kepada Robin, bahkan bukanya membela Abel Robin justru sefaham dengan Grace.
"Ayolah Mer hargai Grace, dia sedang ulang tahun hari ini, tidak apa hanya satu gelas benarkan Grace ?".Terlihat Grace mengangguk seraya tersenyum penuh arti. Dengan terpaksa Abel menerima gelas tersebut namun ia masih ragu untuk meminumnya apalagi bau minuman itu yang sangat tajam saat mendekati mulut.
__ADS_1
Abel kembali melihat Robin yang malah mengangguk seolah menyuruhnya untuk segera minum, dengan perasaan tak suka Abel memasukkan isi gelas itu ke dalam mulutnya. Ia tak suka baunya juga rasanya, dan berharap pesta itu segera berakhir.
"Nah gitu dong". Grace tersenyum miring saat melihat gelas yang Abel pegang sudah tandas isinya. "Mau nambah nggak ?". Tawarnya.
"Nggak makasih". Abel saja sudah susah payah meminum itu dan tak sanggup lagi minum barang setetespun bahkan ini baru pertama kalinya Abel minum-minuman keras dan kesan pertama yang ia rasakan adalah tak enak.
Semakin lama Abel merasa kepalanya seperti dihantam oleh palu, sangat sakit dan juga hawa tubuhnya sangat panas, ia bahkan mengibas-kibaskan tangannya guna mengusir hawa panas yang tak kunjung hilang tapi malah semakin menjadi tersebut.
"Robin anterin aku pulang ya, aku nggak enak badan". Abel meraih lengan Robin sekuat tenaga karena ia merasa tubuhnya merasa lemas dan kepalanya sakit. Namun Grace menjauhkan tangan Abel dan menarik tangan Robin.
"Robin temani aku ke tengah yuk, kita kan udah lama nggak kesini aku pengin joget sama kamu". Robin menerima ajakan Grace dan mereka menuju ke tengah untuk berjoget bersama meninggalkan Abel yang semakin lemah dan semakin kepanasan.
Tangan Abel terulur untuk meraih Robin yang semakin lama semakin menjauh dengan Grace disana, penglihatannya juga mulai kabur. "Robin jangan pergi". Ucapnya lemah.
"Sendirian aja nih kita temani ya". Dua orang lelaki duduk menghimpit Abel di sofa itu, Abel hendak berdiri namun di cegah oleh mereka. Dan malah meraih lengan Abel agar kembali duduk.
Salah satu lelaki itu mengangkat tubuh Abel dengan cara memapahnya sedangkan yang satunya melihat kondisi sekitar, siapa tau ada orang yang Abel kenali untuk menolong. Mereka masuk ke dalam salah satu kamar yang memang di sediakan disana.
Setelah mengamati kalau tidak ada yang akan menggangu, mereka memasukkan Abel dan meletakannya ke dalam kasur yang tersedia disana. "Kita dapat tangkapan bagus".
"Iya kau benar dia sangat cantik". Salah satu dari mereka melepaskan kacing kemejanya, begitu juga lelaki yang satunya. "Aku duluan baru kau".
"Hei jangan curang, aku yang memapahnya tadi".
"Tapi aku yang melihatnya lebih dulu, sekarang kau tunggu di depan jika ada orang masuk kita akan dalam masalah besar". Tanpa membantah lagi lelaki itu menurut dan berjaga di depan pintu menunggu giliran untuk bisa merasakan tubuh Abel yang kini tak berdaya.
********
__ADS_1
Abel mengerjapkan matanya beberapa kali setelah tidurnya terganggu dan merasakan kepalanya yang seperti di hantam oleh banyak palu keras. Ia juga merasakan tubuhnya terasa sangat sakit.
"Apa yang terjadi denganku, aduh." Abel menyentuh kepalanya seraya berusaha untuk duduk, ia merasakan tubuhnya yang terasa dingin. Matanya membulat sempurna saat melihat tubuhnya tanpa sehelai benang satupun.
"Bajuku". Pekiknya.
Abel tak sengaja menoleh dan mendapati seorang pria yang tidur di sebelahnya dengan posisi membelakanginya dengan kondisi yang sama, tak ada pakaian yang menutupi punggung lelaki itu selain selimut.
Air matanya jatuh menetes tanpa ia sadari. Ini kali kedua Abel melakukan ini tanpa adanya hubungan. Bahkan kali ini lebih tragis karena ia tak mengingat kejadian apapun kemarin malam. Abel dengan cepat mengusap air matanya agar tak terlihat lemah oleh siapapun.
Lelaki yang tidur di samping Abel berbalik dan mendapati Abel yang sudah bangun lebih dulu.
"Kau sudah bangun ?".
.
.
.
.
.
.
Cuma mau ngingetin like dan votenya jangan lupa
__ADS_1